PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
KEKUATAN SEIN BU


__ADS_3

Sein Bu menatap orang yang telah menyerangnya.


tatapan yang sangat begitu dingin membuat Lea kin bergidik ngeri dengan tatapan Sein Bu.


" Hem..apakah kalian tidak mendengar apa yang aku ucapkan?sudah banyak korban yang kalian buat di atas dunia ini."


" Siapapun dirimu jangan berbangga dahulu,kami akan mencincangmu sehingga orang lain tidak akan mengenalimu."


" hati hati Lea kin sepertinya anak muda itu bukan orang sembarangan."


Lea kin yang sudah di bakar api amarahnya tidak memperdulikan nasehat temanya.


dia pun kembali menyerang sein Bu yang masih berdiri di atas atap.


Tetapi kali ini Lea kin kembali mengumpat sumpah serapah,tubuhnya terbanting akibat tamparan Sein Bu yang membuat bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.


entah apa yang terjadi saat dia berusaha menyerang Sein Bu,sebuah tamparan mendarat di pipinya membuat dia terbanting ketanah dengan kerasnya.


Lea kin bangkit,kepalanya agak pusing karena tamparan yang keras mendarat di pipinya.


Yok him dan para pendekar yang menyaksikan kejadian tersebut menjadi bingung apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Ternyata Sein Bu dengan sembilan langkah ajaibnya dengan kecepatan yang sulit di ikuti oleh mata langsung bergerak menyerang Lea kin dan membuat Lea kin terbanting ketanah.


kembali mata mengarah ke Sein Bu,yang seperti melayang turun dari atas atap markas pengemis tanpa sedikitpun suara saat kakinya menjejakan tanah.


Lea kin yang masih penasaran masih bingung apa yang telah terjadi dengannya,membuat dia kembali menyerang Sein Bu walau kepalanya masih sedikit pusing.


kembali gemerincing rantai memekakkan telinga,saat Lea kin menyerang sein Bu.


dengan serangan yang sangat dekat Lea kin mengarahkan rantainya ke kepala Sein Bu.


" Matilah kau pemuda sombong.."


suara menggelegar yang keluar dari mulut Lea kin harus tertahan saat rantainya yang sedikit lagi memcahkan kepala Sein Bu dengan santai di tangkap oleh Sein Bu.


Kini Lea kin berusaha menarik rantainya dengan segenap tenaganya.


ujung rantai yang di tarik oleh sein Bu di lepas saat Lea kin berusaha menariknya dengan sekuat tenaganya.


Akibatnya tubuh Lea kin menjadi tidak seimbang dan dirinya terjatuh dengan senjata rantainya meluncur dengan deras kearahnya.


Lea kin terkejut setengah mati karena senjatanya akan mengenai dirinya sendiri,untunglah Yok him dengan cepat menangkap ujung rantai itu.

__ADS_1


sehingga nyawa Lea kin terselamatkan.


Yok him heran melihat saudara seperguruanya,apa yang telah terjadi mengapa Lea kin dengan gegabah menyerang hingga senjatanya hampir merenggut nyawanya sendiri.


" Lea kin apa yang terjadi denganmu?mengapa kamu begitu gegabah,sehingga hampir saja nyawamu melayang akibat senjatamu sendiri?"


" Yok him,sepertinya anak muda itu bukan orang sembarangan,sebaiknya kita menyerang tanpa harus malu di saksikan oleh para pendekar yang hadir di sini."


" kamu benar Lea kin,saya setuju denganmu."


kini kedua setan kuning menggabungkan jurus rantai naga mereka,yang membuat deru angin yang sangat kencang.


Sein Bu yang masih tenang merasakan tenaga dahsyat yang keluar dari rantai itu membuat dirinya berhati hati.


kini rantai itu seperti ular yang mempunyai mata ujung rantai itu menyerang Sein Bu dengan cepat,tetapi Sein Bu dengan kecepatanya menghilang dari serangan mereka membuat serangan rantai itu menghancurkan tempat tempat dimana sein Bu berdiri sebelumnya.


ledakan demi ledakan membuat markas pengemis menjadi porak poranda,ujung rantai kedua setan kuning seperti bom yang dapat meledakan setiap menyentuh benda benda apa saja.


Sein Bu yang sepertinya masih mempermainkan kedua setan kuning itu,berusaha menguras tenaga dari kdua setan kuning itu.


Saat kesekian kalinya kedua ujung rantai itu menyerang sein Bu,tetapi kali ini sein Bu tidak menghindar membuat senyum dari kedua bibir setan kuning terlihat sangat senang.

__ADS_1


Karena belum ada sekalipun pendekar yang mampu menahan jurus rantai naga yang mereka miliki.


tetapi senyum mereka berubah menjadi terkejut dengan mudah Sein Bu menangkap kedua ujung rantai mereka tanpa sedikitpun terluka.


__ADS_2