PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
KEMATIAN LAO TUNG SEN.


__ADS_3

sein Bu dan fang su yang telah mencapai gerbang benteng kerajaan tiga negri,juga merasa bingung,saat para binatang buas itu tidak menyerang mereka secara brutal.


para binatang buas itu,berjalan berkelompok menghindari para manusia yang ada di dekatnya,mereka sepertinya tersadar dan kembali ke habitatnya masing masing,walau sebagian para binatang buas itu masih bingung dan memilih duduk di tempat mereka menunggu kesadaran mereka sepenuhnya.


" tuan sein...mari kita lihat kedalam,sepertinya panglima Lao Tze memanggil kita tuan sein."


" baiklah tuan cai,kami juga ingin tau apa yang sebenarnya terjadi di sini "


mereka melangkah,masuk kedalam benteng,dimana para prajurit sedang merayakan kemenangan mereka.


tampak berdiri seorang pria paruh baya,di dampingi oleh beberapa orang yang menggunakan pakaian perang lengkap.


walau mereka telah bebas dari serangan binatang buas,tetapi wajah mereka tidak segembira para prajurit,tampak ketegangan di raut wajah mereka,dan memandang ke arah Utara di mana mereka menyaksikan dari jauh,pertarungan cia tong lay dengan Lao tung sen.


" mau kemana kalian?"


hardik seorang prajurit pada cai bo sai dan sein Bu.


" kami ingin bertemu panglima Lao Tze."


" mau apa kalian ingin bertemu panglima Lao Tze?bukankah perang telah selesai?"


" ada sesuatu yang ingin kami sampaikan."


" Hem..baiklah,kalian tunggu di sini,saya akan melaporkan apakah panglima Lao Tze mau menerima kalian."


" terima kasih tuan."


prajurit itupun segera melaporkan pada panglima Lao Tze.


tidak berapa lama kemudian,prajurit itu kembali dan mempersilhkan rombongan cai bo sai.


mereka pun langsung menemui panglima Lao Tze.


" panglima Lao,saya datang menghadap.''


" ada apa tuan cai?apakah tugasmu sudah kamu laksanakan?"

__ADS_1


panglima Lao Tze yang masih memandang cia tong lay bertarung,tanpa menoleh pada mereka bertiga bertanya pada cai bo sai.


" sudah panglima,maaf panglima Lao,apa sebenarnya terjadi?"


panglima Lao Tze bukanya menjawab pertanyaan Lao Tze,dia malah kembali bertanya.


" siapakah temanmu tuan cai, sepertinya mereka bukan orang sembarangan?"


panglima Lao Tze yang masih belum menoleh pada mereka,membuat sein Bu geram,karena panglima ini sangat sombong dan tidak ada sopan santunnya.


" maaf panglima Lao,mereka ini dari negri Han,dan Ingin bertemu dengan kakak seperguruanya tuan cia."


mendengar ini,panglima Lao sangat terkejut,karena adik seperguruan menantunya yang saat ini sedang bertarung demi negrinya hadir di tempat itu.


" apa..adik seperguruan pendekar cia?"


kali ini panglima Lao menoleh kebelakang,dia tidak menyangka pendekar Cia sebagai menantunya memiliki adik seperguruan.


" benar tuan,dialah tuan sein Bu,adik seperguruan tuan cia."


cai bo sai langsung memperkenalkan sein Bu pada panglima Lao Tze,dan sein Bu pun membungkukkan tubuhnya tanda memberi hormat.


" Hem...sein Bu?sepertinya marga sein sangat akrab di telingaku,apa hubungan dirimu dengan jendral sein ji,dari kerajaan Han anak muda?"


" saya adalah putranya jendral sein ji panglima Lao."


mendengar jawaban sein Bu,panglima lao tersenyum.


dia tidak menyangka,anak dari jendral sein ji dikekaisaran Han saat ini berada di negrinya.


sungguh bukan suatu kebetulan,karena kalau bukan campur tangan dewa tidak mungkin anak dari jendral sein ji sampai di kerajaan tiga negri.


" panglima Lao,apakah panglima Lao mengetahui keberadaan kakak cia saat ini?"


" tuan sein,lihatlah kakakmu itu,saat ini dia sedang bertarung dengan makluk iblis yang telah mengundang para binatang buas itu menyerang negri ini."


panglima Lao Tze menunjuk dimana cia tong lay bertarung dengan Lao tung sen.

__ADS_1


sein Bu memandang kakak seperguruanya sedang bertarung dengan hebat,dimana pertarungan sangat seimbang dan kedua pendekar saling jual beli kekuatan masing masing.


**


cia tong lay yang saat ini berada di atas angin,dapat melepaskan pukulan pada Lao tung sen,tetapi walau sudah beberapa kali Lao tung sen mendapat pukulan dahsyat bahkan telah menghancurkan sebagian anggota tubuhnya.


Lao tung sen dapat bangkit kembali,dan menyatukan anggota tubuhnya yang telah hancur.


ini membuat cia tong lay harus menggunakan seluruh kemampuannya untuk dapat mengalahkan makhluk iblis itu.


" ha ha ha ...percuma saja kau menggunakan kekuatanmu,aku tidak akan mati manusia bodoh.."


" walaupun kau tidak mati,tetapi rasa sakit akibat pukulan ku,akan tetap kau rasakan mahkluk iblis."


beberapa kali cia tong lay berhasil membuat tubuh Lao tung sen hancur,dengan cepat tubuh itu menyatu kembali,membuat cia tong lay harus berpikir bagaimana membunuh mahkluk iblis itu.


saat tenaganya telah terkuras dan mulai tampak rasa lelah di wajah cia tong lay, seakan-akan mahkluk itu tidak dapat di bunuh,dan rasa percaya dirinya hilang,cia tong lay teringat saat melihat buku kuno pemberian dewa naga,dimana dia berhasil membunuh mahkluk iblis ini dengan sebuah tongkat yang di tancapkan di kepalanya.


cia tong lay kembali tersenyum,dengan sisa sisa tenaganya dia mengunakan cahaya surgawi dan sembilan langkah ajaib,serta mengambil tongkat penakluk hewan langsung di tancapkan pada kepala Lao tung sen.


makhluk iblis itu yang tidak menyangka dengan apa yang dilakukan cia tong lay menjerit kesakitan,tubuhnya berguling guling berusaha mencabut tongkat mustika itu,tetapi rasa sakit yang ada di kepalanya,membuat dia tidak mampu mencabut tongkat penakluk hewan yang menancap di kepalanya.


perlahan asap hitam yang melindungi tubuhnya hilang,dan Lao tung sen masih berguling guling kesakitan,dan berkelejotan seperti ayam dipotong lalu diam selamanya sebelum tubuh itu meleleh beserta tongkat penakluk hewan itu.


cia tong lay terduduk lemas,tubuhnya seakan tidak bertenaga lagi,karena seluruh tenaganya telah habis.


Jao kan yang masih menonton dari kejauhan,merasa heran karena tongkat mustika yang dia dambakan ikut meleleh membuat dirinya tanpa sadar langsung mendekati Cia tong lay yang sudah tidak berdaya.


" kau..."


hanya itu yang keluar dari mulut cia tong lay,karena untuk bicara dirinya sudah tidak mampu.


" ha ha ha ...hari ini aku akan membalas dendam, karena kau telah menghancurkan perguranku."


tampak wajah Jao kan yang kecewa serta dendam yang sangat besar terhadap cia tong lay membuatnya dirinya tidak berpikir akan di ejek dunia persilatan apabila membunuh orang yang sudah tidak berdaya.


Jao kan mengeluarkan pedang yang ada di pinggangnya bersiap memenggal kepala cia tong lay yang sudah tidak berdaya.

__ADS_1


tetapi saat pedang yang sudah dekat sekali dengan leher cia tong lay yang tersenyum menunggu ajalnya tiba,pedang Jao kan terlepas dari tangannya.


tanganya sangat kebas karena,telah terkena lemparan dari jarak yang sangat jauh oleh seseorang yang tak lain adalah sein Bu.


__ADS_2