PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
KOTA JANGSUAN


__ADS_3

Dengan kekuatan barunya dong fang su kini dapat terbang seperti burung.


kecepatanya juga melebihi kecepatan burung rajawali yang ada di angkasa.


matanya memperhatikan desa atau kota terdekat dari angkasa.


dirinya merindukan masakan masakan yang sangat lezat,karena selama di jurang neraka dia hanya memakan tikus.


tidak berapa lama,dong fang su melihat sebuah kota yang tidak terlalu besar tetapi dia mencium aroma masakan yang sangat lezat,diapun memutuskan segera turun dari angkasa dan menuju kota itu.


orang menyebutnya kota jangsuan,kota yang berada paling ujung negri Han tepatnya di wilayah barat kota yang tidak terlalu terkenal tetapi lumayan ramai.


Dong fang su turun tepat di tengah kota saat para pengunjung sedang ramai-ramainya.


mereka sangat terkejut melihat seorang manusia dapat turun dari angkasa dengan gerakan tubuh melayang di udara.


Dong fang su tidak menunjukan ekspresi di wajahnya,dia hanya berjalan menuju restoran.


para penduduk yang melihatnya sangat heran ditinggalkan begitu saja.


memang di jaman itu para penduduk sering melihat kemampuan para pendekar yang bisa bergerak cepat,tetapi baru kali ini mereka melihat seorang pendekar yang dapat melayang di udara membuat mereka heran dan terkagum kagum.


Dong fang su Langsung masuk kerestoran dan memesan makanan yang paling lezat,dia lalu memesan arak yang paling enak.


mereka yang sedang dah mendengar kalau dong fang su dengan pakaian yang sudah sangat lusuh dapat terbang dan melayang di udara.


para pengunjung yang ingin melihat berduyun duyun,ingin melihat langsung pendekar yang kemampuanya dapat melayang di udara,mereka tidak menyadari manusia itu adalah sangat berbahaya.


setelah Dong fang su menghabiskan makanan yang di pesannya,diapun pergi begitu saja.

__ADS_1


pemilik restoran berusaha menghentikan langkahnya keluar.


" tuan..mohon bayar dahulu arak dan makanan yang tuan santap."


Dong fang su menghentikan langkahnya,dia melihat pemilik restoran dengan sangat tajam,membuat pemilik restoran menjadi ketakutan dan seketika itu melayang di udara dan jatuh di sebuah meja membuat meja itu hancur ketika di timpa oleh pemilik restoran.


dong fang su pun kembali melanjutkan langkahnya,para pelayan tidak berani menghentikanya karena tidak mau nasibnya seperti pemilik restoran.


" Hem..ternyata baru saja memiliki ilmu seujung kuku,sudah berani menindas yang lemah."


kata kata itu terlontar dari seorang pria dengan sebuah pedang di punggungnya.


dong fang su melihatnya,dia tersenyum.


" ternyata di sini ada anjing yang sok menjadi pahlawan"


mendengar itu pemuda tadi menjadi marah,dia langsung melemparkan sumpit yang ada di tangannya kearah dong fang su.


" baiklah ternyata,kamu boleh juga belum ada yang main main dengan saya di kota jangsuan ini."


pemuda itu langsung menyerang dong fang su dengan gencarnya,sedikitpun dong fang su tidak bergerak dia hanya menggerakan kedua tanganya untuk menangkis semua serangan dari pemuda itu.


Des....


sebuah pukulan langsung mengenai dada pemuda itu membuat tubuhnya seperti ranting kering terlempar sangat jauh dan menghantam dinding restoran.


darah membasahi bibir pemuda itu,tubuhnya susah untuk bangkit karena tulangnya remuk di hantam pukulan dari dong fang su.


tiba tiba tubuh pemuda itu mengejang dan tewas seketika dengan warna kulitnya menghitam.

__ADS_1


para penduduk yang melihat itu menjadi ketakutan,ternyata pendekar yang ingin mereka saksikan telah membunuh salah satu jawara kota jangsuan.


dong fang su tidak banyak bicara,dia pun meninggalkan tempat itu seoalah tidak terjadi apa apa.


dong fang su berjalan ketengah kota dia melihat rumah pelacuran yang ada di kota itu tampak megah.


sudah lama dia tidak bermain dengan bunga bunga malam membuat hasrat untuk mengunjungi rumah pelacuran itu sangat besar.


dong fang su di sambut dengan senyum manis oleh wanita setengah baya,atau di sebut mucikari tempat itu.


" silahkan tuan,kami menyediakan wanita wanita muda kelas 1 di kota ini."


dong fang su menatap wanita itu dan mengalihkan matanya ke wanita wanita muda dan cantik dengan senyum yang sangat lebar,mengarah kepadanya.


pandanganya berhenti saat melihat wanita yang memakai gaun berwarna hijau,yang sepertinya baru saja keluar dari kamar dengan seorang pria paruh baya dengan wajah memancarkan senyum kepuasan.


" nyonya saya ingin wanita itu"


dong fang su menunjuk waniat yang baru saja keluar dengan seorang pria paruh baya tadi.


" maaf tuan,dia baru saja melayani pelanggan kami,karena kami punya peraturan hanya melayani pelanggan hanya sekali dalam sehari."


" saya tidak perduli,dengan peraturan kalian yang saya inginkan wanita itu."


dong fang su melemparkan sekantung keping emas kepada wanita mucikari itu.


mucikari itu menangkap sekantung keping emas itu dan langung tersenyum melihat kepungan emas murni yang ada di tanganya.


maaf saya baru bisa,buat satu chapter karena konsentrasi saya agak terpecah dengan rasa sakit yang ada di jantung saya.

__ADS_1


mohon doanya agar saya dapat sembuh dari penyakit saya.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2