PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
TUDUHAN PENGHIANATAN


__ADS_3

" apa yang terjadi?ini sungguh keterlaluan."


sein Bu meremas surat yang ada di tanganya,bagaimana mungkin mereka sangat licik seakan merekalah yang telah bekerja sama dengan pasukan yang yang akan meruntuhkan dinasti Han.


wajah sein Bu yang memerah karena menahan amarah,sungguh politik para penghianat yang saat ini sangat merugikan bangsanya telah mengfitnah dirinya dan pasukanya.


komandan dang sun yang mendengar kalau istana mengirimkan surat pada komandan sein berlari terburu buru keruangan sein Bu.


" hormat saya komandan sein."


" berdirilah komandan dang,ada apa keruangan saya komandan dang?"


sein Bu yang masih menahan amarah,nadanya pun sedikit ketua pada dang sun.


" maaf komandan sein,kalau saya mengganggu komandan sein,saya hanya mendengar kalau kaisar mengirimkan surat pada komandan sein."


dang sun yang melihat nada bicara sein Bu yang sangat ketus, buru buru minta maaf,karena dia tidak ingin bermasalah dengan sein Bu.


" Hem...maafkan saya komandan dang,saya tidak bisa menahan emosi saya."


" apa yang sebenarnya terjadi komandan sein,mengapa komandan sein semarah ini?"


sein Bu pun memberikan surat yang masih di remasnya pada komandan dang.


" bacalah surat dari kaisar komandan dang."


dang sun yang membaca surat itu mengerutkan keningnya,tanpa sadar dia pun berteriak seakan tidak percaya.


" tidak...tidak mungkin,sungguh ini keterlaluan,apa yang harus kita lakukan komandan sein?''


" saya juga tidak mengerti,waktu kita hanya beberapa hari,sebelum melakukan genjatan senjata atau menyerah dan hukuman mati buat kita komandan dang."


" apakah kita harus melawan komandan sein,dengan mati di cap sebagai penghianat,ini adalah keputusan yang sangat sulit untuk kita."


" Hem...sebaiknya saya akan ke kota raja,berita ini jangan dahulu tersebar karena akan membuat para prajurit shok,dengan tuduhan pihak istana kita telah bekerjasama dengan parajurit tang,dan di cap sebagai penghianat negara."


" apa yang akan komandan sein lakukan?"


" saya akan menyelidiki apa yang telah membuat kaisar menganggap kita sebagai penghianat,dan saya akan mengungkap siapakah penghianat sebenarnya."


" hati hati komandan sein,kami hanya berdoa semoga kebenaran terungkap di sini."


" selamat tinggal komandan dang saya pergi dahulu."

__ADS_1


sein Bu akhirnya meninggalkan benteng sasaka,waktu hanya tiga hari sein Bu harus mengungkap siapa dalang sesunggunya.


dia hanya mengantongi sebuah nama,dan dari sinilah sein Bu akan memulai siapa yang telah berani mengfitnah dirinya.


dengan ilmu yang dimilikinya jarak antara benteng sasaka menempuh ratusan kilo meter, sein Bu yang dapat terbang dengan ilmunya hanya butuh waktu dua hari dengan hanya dua kali istirahat.


sungguh kecepatan yang di luar nalar manusia pada jaman itu,kecepatan tidak di ragukan lagi.


sein Bu sengaja mendaratkan kakinya jauh di luar gerbang kota raja.


untuk menghindari dirinya tidak di kenal,diapun melakukan penyamaran sebagai petani yang ingin membeli alat pertanian di kota raja saat di pemeriksaan oleh penjaga gerbang.


penyamaran sein Bu berjalan sangat mulus,para penjaga yang sudah mengenal sein Bu sebagai salah satu komandan pasukan khusus,sedikitpun tidak mengenal sein Bu atau mencurigainya.


sein Bu Langsung menuju kediaman ayahnya,dia ingin melihat kondisi ayahnya yang sedang sakit.


dengan kemampuanya bagaikan seekor burung sein Bu melompat ke atas tembok setinggi 7 meter,dan langsung ke atap.


dengan gerakan yang sangat gesit,tidak satupun melihat gerakan sein Bu yang sangat gesit.


sein Bu masuk kerumah melalu atap rumah ayahnya,tanpa sedikitpun pun suara saat kakinya menyentuh lantai.


ibu sein Bu yang sedang menunggu ayahnya di kamar terkejut saat melihat sein Bu sudah berada di dalam kamar.


" ssttt..maaf ibu saya datang bagaikan seorang pencuri ibu."


" Bu er..apa yang terjadi?"


" tenang ibu,jangan panik dulu,bagaimana keadaan ayah ibu?"


" beginilah keadaan ayahmu nak,sudah beberapa hari ini ayahmu tidak sadarkan diri."


" kenapa ibu,apa penyakit ayah bertambah parah?"


" tidak nak,ayahmu terkejut saat pejabat istana datang memberi surat ini pada ayahmu."


nyonya Cong Li pun memberikan sebuah surat yang di simpanya di dalam lemari.


sein Bu pun membaca isi surat itu,kembali wajanya memerah menahan amarah.


surat itu juga itu juga di sobek,dia sudah tidak perduli walau surat itu telah di beri cap kerajaan.


" Bu er...apa yang sebenarnya terjadi,mengapa mereka menuduhku sebagai penghianat?"

__ADS_1


" ibu saya di fitnah,dan mereka sengaja memberitahukan pada ayah agar ayah menjadi shok dan penyakitnya menjadi tambah parah."


" Bu er...Bu er...kami sudah datang."


tiba tiba jendaral sein ji yang sudah beberapa hari ini tidak siuman akibat membaca isi surat tentang penghianatan anak kesayangannya.


" ayah..ayah.." sein Bu mendekati ayahnya.


" Bu er...kenapa kamu menjadi lemah seperti ini?kuatkanlah hatimu nak,ayah yakin kamu tidak bersalah."


" terima kasih ayah."


" Bu er...harapan ayah tinggal kamu nak,ayah sangat yakin kamu mampu menyelesaikan masalahmu nak,maafkan ayah nak,ayah tidak bisa membantumu dengan kondisi ayah seperti ini."


" ayah terima kasih ayah telah memberikan semangat pada ku,ayah masih mempercayai ku."


" kamu adalah pendekar serat jiwa pembela kaum lemah yang terkenal di dunia persilatan sedangkan gurumu pamanmu sendiri pendekar naga langit yang banyak jasanya bagi negri ini,mana mungkin kamu berkhianat pada negri ini,ayah sanagt percaya padamu kamu anak yang cerdas kamu pasti dapat mengungkap pelaku sesungguhnya.


" baiklah ayah..saya sudah mengantongi sebuah nama,dan saya akan memulai awal dari dirinya ayah."


" bagus nak,buktikan kalau kamu telah di fitnah,bawa penghianat negara sesungguhnya ke tiang gantungan."


sein Bu mengangguk,dirinya sangat bahagia ternyata ayahnya masih percaya dan memberikan dukungan sangat besar.


waktunya tinggal satu hari mengungkap penghianatan sebenarnya.


sein Bu pun dengan bantuan para abdi setia ayah ya dengan mudah memasuki kediaman seorng pejabat yang tak lain tuan wa Tao.


**


" apa kabar tuan? sepertinya tuan masih ingat dengan ku?"


" Hem..siapakah kau,beraninya kau masuk ketempat pejabat negara?apakah kau ingin mati?"


" kenapa harus mengancam ku seperti itu tuan?baiklah saya akan pergi tetapi saya pergi akan membawa nyawa tuan bersama saya."


" kurang ajar,beranibkau mengancam di tempatku?"


" kenapa tidak tuan?"


" peng..."


saat pejabat itu akan memanggil pengawal,sein Bu dengan gerakan yang sangat cepat langsung menyergap dan menotok jalan darah pejabat itu sehingga dia hanya diam mematung seakan tidak percaya di hadapanya adalah sein Bu atau anak jendral sein ji.

__ADS_1


__ADS_2