PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
PERTARUNGAN CIA TONG LAY DAN LAO TUNG SEN BAG II


__ADS_3

" kau..."


Lao tung sen tidak dapat berkata apa apa lagi,dia langsung menyerang cia tong lay.


tapi serangan nya kali harus mengalami pil pahit,karena tiba tiba terhenti,dan darahnya seakan berbalik arah,mata dewa salju ternyata mampu menahan serangan Lao tung sen,tapi itu hanya bertahan beberapa detik,Lao tung sen dapat menghancurkan jurus dari Cia tong lay,tetapi dia harus menguras tenaganya.


walau hanya dapat menahannya beberapa detik,itu sudah dari cukup kini Cia tong lay mulai menggunakan jurus dari kitab surgawi nya.


jurus cahaya surgawi yang di kombinasikan dengan jurus dewa menembus nirwana,membuat Lao tung sen tidak percaya,tubuhnya terhempas sangat jauh,bahkan lebih jauh saat dia menghempaskan cia tong lay,dengan pukulan iblisnya.


tongkat mustika penakluk hewan itupun terlepas,dan dengan cepat cia tong lay menangkapnya.


sayang cia tong lay tidak dapat menggunakanya,sehingga tongkat itu harus di simpan di dalam jubah cia tong lay.


dengan terlepasnya tongkat mustika itu,membuat para binatang buas itu seakan tersadar,mereka bingung apa yang terjadi pada mereka,mengapa mereka bisa berkumpul di satu tempat yang sama.


dengan para binatang dari berbagai daerah,dan begitu banyak mayat mayat dari jenis mereka,kegarangan mereka luntur dan niat untuk bertarung hilang.


para binatang buas itupun seperti di komando perlahan meninggalkan tempat itu dan satu persatu meninggalkan arena perang yang bisa di katakan tidak lajim.


para prajurit juga heran,karena kegarangan para binatang buas itu tidak seperti tadi,mereka layaknya binatang alam liar,yang hanya menyerang bila di ganggu.

__ADS_1


para binatang buas yang sudah di dalam benteng,mulai mencari jalan keluar dan meninggalkan benteng kerajaan tiga negri, membuat gemuruh suara prajurit merayakan kemenangan.


tetapi tidak dengan Cia tong lay yang masih bertarung dengan Lao tung sen,kedua pendekar yang beda tujuan itu kini semakin menegangkan,dimana kedua pendekar sudah menggunakan kemampuan mereka bertarung di tengah tengah kumpulan mayat para binatang buas.


manusia yang di latih dewa dan manusia yang di latih iblis masih bertarung untuk saling merebut kematian.


**


sementara Jao kan dan rombongannya yang merasa penasaran apa yang telah terjadi,keluar dari rombongan pengungsian setelah tau saat ini kerajaan tiga negri sedang di serang dari para binatang buas dari salah satu pengungsi.


" ayah...hendak kemana ayah?"


" Lang ayah penasaran apa yang terjadi,ayah akan pergi ke arah sana dimana kerjaan tiga negri yang saat ini telah di serang oleh para binatang buas."


" benar Lang,tetapi para binatang buas ini pasti sedang di perintah oleh seseorang,karena tidak mungkin puluhan ribu binatang yang ayah dengar sedang menuju kerajaan tiga negri."


" maksud ayah gimana?Lang tidak mengerti ayah."


" Lang..ayah pernah mendengar ada sebuah tongkat ajaib,yang mempu menundukkan para binatang buas,ayah ingin sekali merebut mustika itu,dan dapat memilikinya agar tujuan kita bisa tercapai Lang."


" bukankah itu sangat berbahaya ayah?"

__ADS_1


" Lang kita sudah melangkah sejauh ini,ayah tidak ingin melewati kesempatan emas ini Lang."


" baiklah ayah Lang ikut bersama ayah."


" tapi Lang bagaimana dengan Jim LAN dan gadis itu?"


" Jim LAN aman ayah aman ayah,dia bisa menjaga gadis itu agar tidak kabur."


" baiklah..mari kita pergi,jangan bertindak bodoh Lang tanpa perintah ayah."


" siap ayah."


mereka pun pergi ke arena perang dimana saat ini cia tong lay dan Lao tung sen sedang bertarung mati Matian.


saat Jao kan dan Jao Lang telah sampai di mana cia tong lay dan Lao tung sen bertarung mereka sangat terkejut,karena selalu saja bertemu dengan monster yang menghancurkan perguruan mereka.


" ayah.. bagaimana ini, sepertinya mustika yang ayah maksud telah berada di tangan monster itu ayah."


" benar nak,tapi siapakah lawan monster itu,sepertinya ilmunya dapat mengimbangi monster itu,dan darimana dia mendapatkan mustika itu Lang."


" sebaiknya kita pergi ayah,kita tidak akan menang melawan monster itu yang telah merebut mustika yang ayah inginkan."

__ADS_1


" tidak Lang..kita harus menunggu,sekuat apapun monster itu,tetapi saat ini dia sudah bertarung dengan kekuatannya,Dan sekuat apapun dirinya dia juga manusia,pasti memiliki batas kemampuanya,saat itulah kita menyerang monster itu dan merebut mustika itu bila perlu kita bunuh dia sebagai balas dendam atas perbuatannya yang telah menghancurkan perguruan kita."


Jao Lang dapat memahami maksud dari ayahnya,walau harapan mereka untuk dapat merebut mustika yang di maksud ayahnya hanya beberapa persen,tetapi itu sudah cukup membuat mereka tetap bertahan menunggu kedua nya saling bunuh dan menjadi lemah karena telah menggunakan kekuatan seluruhnya.


__ADS_2