
" Hem...dasar pria pengecut,hanya berani menyiksa seorang wanita."
" kurang ajar siapa kau,apa kau sudah bosan hidup?"
pria itu berdiri,tampak bibirnya pecah dan pipinya sedikit lebam akibat tamparan dari sein Bu.
" apa kau tidak tau malu?apakah kau tidak memiliki seorang ibu."
" berani kamu menasehati ku anak muda sebaiknya kau rasakan pecut ini."
mucikari itu pun mengayunkan tanganya ke wajah sein Bu, Kembali pecut itu dengan mudah di tangkap oleh sein Bu,dan hanya sedikit tarikan mucikari itu pun Lang sung terikut oleh pecut hingga tubuhnya condong kedepan dan sebuah tendangan di Lesatkan ketubuh mucikari itu.
bug...suara seperti durian jatuh, mucikari itu mendelik perutnya berhasil di hantam oleh kaki sein Bu,sehingga matanya mendelik menahan rasa sakit yang amat sangat.
perutnya sangat mulas,dia pun memegangi perutnya sambil terduduk.
dia tidak percaya anak muda itu mampu menjatuhkannya hanya sekali gebrak saja.
" bagimana rasanya,apakah kamu masih mau merasakan kakiku ini?"
" ampun tuan ampun,saya tobat saya. tidak berani lagi tuan."
" baiklah sebaiknya kamu lepaskan wanita wanita itu,saya yakin kamu adalah germo yang suka menjual wanita wanita muda pada tempat hiburan."
" tetapi tuan,saya tidak berani tuan,saya akan di hukum oleh tuan wang Cong."
" katakan padanya saya yang menyuruhmu."
" ha ha ha..sungguh besar nyalimu anak muda?apakah kamu tidak tau tingginya langit masih ada langit lagi?"
sebuah suara dari salah satu pria pria kasar yang berjumlah tiga orang yang sedang berjalan perlahan mulai mendekati mereka.
mereka adalah pengawal dari rumah bordil milik tuan wang Cong.
walaupun sein Bu mantan komandan pengawal istana,dia tidak pernah sekalipun mengunjungi rumah bordil itu,sehingga para pengawal rumah bordil milik tuan wang Cong tidak mengenali dirinya.
" Hem..siapa lagi mereka?'
sein Bu yang masih memegang kerah jubah pria itu menanyakan siapa yang baru saja datang.
" maaf tuan,mereka adalah para pengawal tuan wang Cong."
__ADS_1
" lepaskan dia anak muda,dan pergilah sebelum kami memberi pelajaran padamu."
" lepaskan pria ini?baiklah ambilah ini."
sein Bu melemparkan mucikari itu bagaikan melemparkan sebuah ranting, sehingga tubuh mucikari itu melayang ke arah mereka.
ketiga pria kasar itu sangat terkejut,karena sein Bu dengan sangat mudah melemparkan tubuh pria itu yang ukuranya lebih besar dari tubuh sein Bu dengan sangat mudah.
ketiga pria itu berusaha menangkap mucikari agar tidak jatuh ketanah.
tetapi karena mungkin sein Bu menggunakan tenaga dalam sedikit membuat mucikari itu meluncur dengan sangat cepat dan ketiga pria kasar itu tidak sanggup menangkapnya sehingga ke-tiga pria itu terjatuh dari kudanya dan tertimpa oleh mucikari itu.
" kurang ajar,ternyata kamu memiliki kemampuan juga anak muda, baiklah anak muda rasakan ini."
salah satu pria itu bangkit dan langsung menendang sein Bu,tetapi tendangannya meleset dan dia pun terjatuh.
membuat temanya yang ada di belakanganya harus menahan tawanya karena jatuhnya sangat lucu,seperti kambing yang sedang menyeruduk lawan.
tidak terima dengan keadaan karena dia telah di permalukan sein Bu,dia pun mencabut goloknya,dan menyerang sein Bu.
golok dengan cepat ingin menghantam tubuh sein Bu,tetapi sein Bu hanya diam saja,saat golok sudah sangat dekat dan akan membelah tubuh sein Bu,golok itu terhenti,ternyata dengan dua jarinya sein Bu menahan golok pria kasar itu.
traakk...
suara golok patah,hanya memiringkan sedikit jari sein Bu golok itu telah patah,membuat pria kasar itu pucat,hanya para pendekar yang mampu berbuat seperti ini.
bahkan temannya yang ada di belakangnya seakan tidak percaya,mereka menyakini kalau di hadapan mereka berdiri seorang pendekar muda yang mereka sendiri tidak mengenalnya.
mereka pun bersujud memohon ampunan dari sein Bu,agar mengampuni nyawa mereka.
" ampuni kami tuan pendekar,jangan bunuh kami.'
" baiklah..saya akan mengampuni nyawa kalian,asalkan wanita wanita itu kalian lepaskan."
" tetapi tuan,kami tidak ada hak untuk melepaskan wanita wanita itu,kami hanyalah pengawal dan bekerja demi anak istri kami tuan.''
sein Bu memegang dagunya,dia memandang keempat pria itu,mereka berlutut dengan wajah penuh ketakutan.
" panggil majikan kalian,saya akan meminta dirinya untuk melepaskan mereka."
" saya di sini,apa kamu tidak mengenal dengan keluarga bangsawan Wang?''
__ADS_1
seorang lelaki tambun dengan tubuh yang besar memakai jubah yang sangat mewah sedang menunggang kudanya dan di ikuti oleh beberapa pengawal kerajaan.
wajah yang sangat garang tiba tiba tersenyum kemunafikan saat melihat anak muda itu adalan sein Bu.
" komandan Sein maaf saya tidak melihat anda,ini hanya salah paham."
sein Bu yang mengenal tuan wang salah satu bangsawan di kekaisaran Han yang di segani.
sein Bu sering bertemu dengan tuan wang,karena tuan wang salah satu sumber keuangan istana.
" tuan wang,saya tidak menyangka tuan wang memiliki bisnis sekotor ini."
" komandan sein, ingat saya sudah menghormati komandan sein sebagai penegak hukum,jangan lupa keluarga saya turut andil dalam kemajuan dinasti Han ini."
" tuan wang,ingat saya bukan lagi seorang prajurit?apapun yang saya lakukan tidak lagi berhubungan dengan seorang prajurit."
wajah tuan wang berubah,dia baru menyadari kalau sein Bu bukan lagi seorang prajurit, kali ini dia kena batunya,selama ini dengan kebesaran keluarga bangsawanya dia mampu bertindak sesuka hatinya melakukan bisnis ilegal tanpa larangan dari kaisar.
tetapi yang di hadapinya saat ini adalah anak dari jendral sein ji,mungkin hanya sebagian saja yang mengetahui kalau sein Bu adalah pendekar serat jiwa di dalam istana.
termasuk tuan Wang,walau dengan gelar keluarga bangsawan,dirinya tidak akan berlaku di hadapan pendekar serat jiwa atau sein Bu.
dirinya pun mencari akal agar dapat berdamai dengan sein Bu.
" baiklah koman..maaf tuan sein,kali ini saya mengikuti apa kemauan mu."
tuan Wang mencoba mengalah,,karena dia tau pendekar seperti sein Bu sulit di hadapi apa lagi saat ini nama sein Bu sedang naik daun dengan berhasil mengungkap penghianatan permaisuri dengan perdana Mentri yan.
" tuan Wang,saya harap tuan Wang melepaskan wanita wanita itu, sepertinya mereka di paksa bekerja di tempat hiburan yang tuan miliki,bukan keinginan mereka.''
" baiklah tuan sein,saya akan langsung menanyakan pada mereka,apakah mereka di paksa atau kemauan mereka sendiri,bila memang benar saya kan memecat mucikari itu."
tuan Wang pun mendekati para wanita itu,yang masih ketakutan akibat siksaan dari mucikari.
wajah tuan Wang memerah saat para wanita itu dengan jujur menjawab kalau mereka di paksa oleh para mucikari untuk bekerja di kota raja.
akhirnya tuan Wang memerintahkan para anak buahnya untuk melepaskan para wanita wanita itu dan mengembalikan pada keluarganya,walau ini hanya sandiwara tuan Wang,tetapi dia manaruh rasa dendam pada sein Bu.
" suatu saat kamu akan mendapat pelajaran dariku bocah ingusan."
tuan Wang kembali ke kota raja setelah permasalahan telah di anggap selesai,tetapi rasa dendamnya masih membara di hatinya.
__ADS_1