
para gerombolan berbaju merah yang mengepung sein Bu tergeletak tanpa nyawa.
seorang pria tua dengan berjalan merangkak mendekat sein Bu.
dia berjalan seperti merangkak mendekati sein Bu yang sedang memperhatikan mayat yang baru saja di bunuhnya.
" tuan pendekar..tolong saya...!!"
sein Bu menoleh,seorang pria tua yang sedang merangkak meminta tolong kepadanya.
sein Bu pun medekati pria itu.
" apa tuan terluka?"
sein Bu segera memeriksa luka akibat golok gerombolan berbaju merah di pinggangnya.
sein Bu pun mengeluarkan pil,dan menghancurkannya menjadi bubuk dan di taburkan ke luka pria itu.
pria itu meringis menahan pedih yang sangat luar biasa,tidak lama kemudian darah dari luka itupun berhenti serta rasa perih pun menghilang.
" terima kasih tuan pendekar,tetapi tolong selamatkan anak gadis saya tuan pendekar."
" anak gadis tuan?dimanakah anak gadis tuan?
sein Bu lalu memandang keadaan di sekitar,tetapi dia tidak menemukan anak gadis pria tua itu.
" tuan pendekar,anak gadis saya sedang di bawa kerumah itu oleh salah satu gerombolan mereka,mungkin dia adalah pimpinan mereka."
" baiklah tuan,saya akan menyelamatkan anak gadis tuan,bertahanlah."
sein Bu pun dengan secepat kilat berlari menuju rumah yang di tunjuk oleh pria tua itu.
terdengar suara jeritan wanita dari dalam rumah,dan tanpa pikir panjang lagi sein Bu langsung mendobrak pintu rumah itu.
seorang pria yang wajahnya penuh di tumbuhi brewok sedang berusaha memperkosa seorang gadis,keadaan gadis itu nyaris saja hampir bugil karena pakaianya telah di robek oleah pria brewok itu.
saat pintu terbuka pria brewok itu terkejut,dia memandang ke arah pintu tampak seorang anak muda berdiri di depan pintu sambil memandangnya dengan tatapan yang sangat dingin.
__ADS_1
" kurang ajar,berani kau mengganggu kesenanganku,matilah kau.."
pria brewok itu melemparkan goloknya kearah sein Bu,walupun pria brewok itu melempar tanpa menoleh kearah sein Bu.
tetapi golok itu meluncur begitu cepat ke tubuh sein Bu.
dengan sangat mudah sein Bu menangkap golok itu.
" manusia biadap,lepaskan gadis itu!!!"
sein Bu masih tetap tenang dia tidak ingin menyerang pria brewok itu karena dia sedang menyandra seorang gadis.
pria itu menoleh pada sein Bu,dia masih terkejut karena goloknya tidak dapat membunuh atau melukainya.
" Hem..ternyata kamu hebat juga,baiklah saya akan membereskan kamu dulu.!!
tunggu ya manis,saya akan membereskan pemuda itu dahulu."
pria brewok itu yang tersenyum pada gadis itu dan langsung melompat menhadap sein Bu.
" jangan sombong dulu kamu anak muda,baru saja kamu berhasil menghindar dari golokku,kau sudah besar kepala.
terimalah ini.."
pria brewok itu pun langsung menerjang sein Bu,tetapi alangkah terkejutnya dirinya saat kakinya yang menghantam tubuh sein bu tubuhnya malah terpelanting.
sein Bu sengaja menerima tendangan pria brewok itu,dan langsung menggunakan teknik melontarkan lawan dengan sedikit tenaga dalamnya membuat pria brewok itu terpelanting sampai menabrak tembok rumah.
pria brewok itu merasakan kakinya keram,dan kepalanya pusing akibat menghantam tembok.
" kau..."
pria brewok itu tidak dapat melanjutkan kata katanya,akibat rasa sakit yang di deritanya.
" pergilah..sebelum kesabaranku berubah."
sein Bu sengaja membiarkan pria brewok itu pergi untuk melaporkan kepada pimpinanya agar datang kedesa itu.
__ADS_1
" tunggu pembalasanku.."
pria brewok itu dengan jalan terpincang pincang keluar dari rumah itu,sat dia keluar dirinya sangat terkejut karena teman temanya telah tewas dengan wajah sangat pucat.
itulah kehebatan pukulan inti es yang di gunakan sein Bu untuk mebunuh para gerombolan baju merah.
dengan menahan rasa sakit,pria brewok itu terus berlari,kini dirinya merasa ketakutan saat melihat teman temanya tewas dengan cara yang mengenaskan.
pria brewok itu akhirnya sampai di sebuah rumah yang sangat besar,rumah itu baru beberapa hari mereka rebut secara paksa dan membunuh pemilik rumah serta keluarganya.
" dimana ketua?"
pria brewok itu,langsung bertanya kepada temanya yang tidak ikut menyerang desa.
" apa yang terjadi,mengapa kamu pulang sendirian?"
" kami di serang oleh pendekar yang sangat sakti,teman teman telah tewas hanya sayalah yang berhasil lolos."
" tungulah sebentar,saya akan melaporkan kepada ketua."
pria itupun masuk kedalam rumah,meninggalkan pria brewok yang masih menahan rasa sakit di pergelangan kakinya.
tidak lama berselang pria itu kembali dengan seorang lelaki jangkung,tubuhnya sangat kurus dengan janggut seperti janggut kambing.
" apa yang terjadi dengan kalian?siapakah orang yang berani membunuh anggota sekte merah darah?"
" ampun ketua,saya tidak mengenalnya dirinya begitu sangat muda dan telah membunuh teman saya semua."
" seorang anak muda?
" benar ketua."
" segera kumpulkan anggota kita yang tersisa,hari ini kita habisi pemuda itu."
" baik ketua.."
pria brewok dan temannya segera mengumpulkan anggota sekte merah darah yang tersisa untuk kembali kedesa dan membunuh pemuda yang telah membunuh anggota sekte merah darah.
__ADS_1