
setelah urusan selesai, sein Bu memaksa mucikari itu untuk mengantarkan para wanita itu kepada keluarganya masing masing.
dengan ancaman yang membuat mucikari itu bereringat dingin.
para wanita itu sangat berterima kasih pada sein Bu,yang hanya membalas senyuman dari para wanita itu.
setelah itu sein Bu melesat meninggalkan mereka.
**
entah mengapa saat ini fang su semakin semangat mengajarkan ilmu silat pada xio wan,yang sangat rajin dan patuh dengan perintah perintah fang su.
hanya beberapa Minggu saja xio wan mengalami kemajuan yang sangat pesat,xio wan anak yang sangat cerdas dengan mudah dia menghapal jurus jurus yang di ajarkan oleh fang su.
" kek...kenapa kakek tidak ingin menjadikanku seorang murid?"
" tuan muda xio, seperti yang saya katakan dahulu kamu tidak akan sanggup mengikuti aku,harapan keluargamu hanya padamu."
" tapi kek,entah mengapa kek saya ingin sekali mengabdikan diri padamu sepertinya keinginan itu timbul begitu saja saat saya bertemu kakek."
" Hem..sudahlah lupakan masalah itu,kamu harus semangat untuk berlatih karena saya tidak bisa lama lama berada di daerah ini."
xio wan hanya mengikuti perkataan fang su,dia sudah tau watak fang su yang tidak suka di bantah.
dengan jurus jurus yang di ajarkan fang su,xio wan memainkan dengan sangat indah.
fang su sengaja merombak semua jurus yang di ajarkan pada xio wan,gerakan gerakan yang menurutnya sangat kejam di rubahnya.
contohnya saat jurus pedang yang di ajarkan,harusnya pedang itu menyerang bagian paling mematikan di daerah kepala kini jurus itu hanya menyerang bagian kaki dan tangan saja.
__ADS_1
semua jurus serangan yang mematikan di ubah menjadi serangan hanya untuk melumpuhkan saja.
hanya hitungan menit saja tubuh xio wan sudah bermandikan keringat.
fang su hanya mendengar gerakan gerakan yang di mainkan oleh xio wan dapat mengetahui gerakan gerakan salah dari xio wan dan segera menegur xio wan.
hari hari xio wan hanya berlatih di bawah bimbingan fang su,walau xio wan selalu bersembunyi dari ibunya,kemajuan xio wan saat ini tidak dapat di remehkan.
sehingga suatu saat ibu xio wan curiga dengan kelakuan anaknya yang semakin aneh,dia pun menyuruh pelayan untuk mengikuti xio wan apa kegiatan sehari hari xio wan.
ketika malam hari tiba,ibu xio wan atau nyonya Cui yin berpura pura tidur,dan setiap malam xio wan akan keluar dengan membawa kudanya.
nyonya Cui yin memperhatikan lewat jendela,saat xio wan pergi meninggalkan rumah menuju gerbang desa.
" Hem..mau kemanakah anak itu?sebaiknya aku akan mengikutinya."
sesampainya di perbatasan nyonya Cui yin kehilangan jejak anaknya,tetapi dia mendengar suara orang yang sedang berbicara,denagan kemampuanya dia mengendap endap di balik pepohonan,kebetulan cuaca gelap sangat mendukung membuat xio wan tidak curiga.
tetapi tidak dengan fang su,sehebat apapun nyonya Cui yin memiliki ilmu meringankan tubuh,fang su dapat mendengar gerakan yang di lakukan nyonya Cui yin.
" tuan muda xio,sepertinya jodoh kita akan berakhir malam ini,pesan saya semoga tuan muda xio dapat mepergunakan ilmu yang saya berikan di jalan yang benar."
" tapi kek,mengapa secepat itu?kek saya harap kakek mau tinggal lebih lama lagi atau ijinkan saya untuk ikut dengan mu kek."
" tuan muda xio,kehidupan kita sangat berbeda,kamu tidak akan sanggup untuk ikut denganku,lihatlah saat ini kedua telapak tanganmu?"
" kenapa kek dengan telapak tanganku?"
fang su hanya bisa diam,dia tidak bisa menjelaskan arti dari garis kedua telapak tangan xio wan,karena itu akan membuat xio wan shok bila fang su menjelaskanya.
__ADS_1
" selamat tinggal tuan muda xio."
fang su bagaikan busur panah yang di lepaskan meluncur dengan cepat tanpa xio wan dapat mengejarnya walau dengan kuda kesayanganya.
xio wan hanya bisa mematung dan memandang kepergian diri fang su,dia terduduk lemas,orang yang selama ini sangat di hormatinya telah meninggalkannya.
hampir saja xio wan menjatuhkan air matanya,tetapi sebuah tangan menyentuh punggungnya.
xio wan tersenyum,karena dia yakin bahwa fang su telah kembali.
tetapi saat di menoleh senyumnya hilang,berganti dengan rasa terkejut karena ibunya telah berada di belakangnya.
" ibu..apa yang ibu lakukan di sini?"
xio wan merasa heran,mengapa iBunya berada di tempat ini malam malam.
" WAN er..kakek itu benar,kamu tidak akan sanggup karena...?" cui yin tidak sanggup untuk mengatakanya,air matanya tidak bisa di bendung lagi,dan mulai menetes dari sela sela matanya dan jatuh ke pipi Cui yin.
" ibu kenapa ibu menangis,ada apa dengan ibu?mengapa ibu tidak melanjutkan kata kata ibu?''
" wan er..sudahlah mari kita pulang,udara di sini sangat dingin."
xio wan akhirnya mengalah,dan kembali bersama ibunya.
sungguh Cui yin kagum pada fang su,dengan meraba telapak tangan xio wan,dia mengetahui bahwa xio wan memiliki penyakit yang tidak dapat di sembuhkan dan umurnya xio wan juga tidak akan berangsur sampai berumur di atas 30thn.
**Maaf buat pendukung PPE 2,saya belum bisa kasih bonus chapter,karena saya juga punya kesibukan pekerjaan.
semoga kita masih di beri kesehatan,salam manis dari PPE 2**.
__ADS_1