PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
PERTEMUAN DI KOTA LANGSEN BAG II


__ADS_3

" Pendekar mata satu,apa yang kau lakukan di sini,apakah kau ingin menjadi mata mata?"


" mata mata?apa maksudmu pendekar pedang halimun,jangan kau pikir sekarang kau telah menjadi seorang patriak sekte gunung halimun kau seenaknya menuduh aku menjadi mata mata."


" ha ha ha...bukankah memang kebiasaan kalian selalu ingin mengetahui urusan orang lain."


" Hem...urusan orang lain?apakah aku tidak salah bukan kah kalian yang selalu ingin mencampuri urusan kami?"


kedua pendekar tua yang beda golongan saling tuding,entah siapa yang duluan mulai,kini mereka bukan beradu mulut saja.


keduanya kini telah mencabut senjata masing masing.


" sudah lama aku mendengar kehebatan ilmu pedangmu,ingin rasanya aku menjajal kehebatan pedang halimun."


" baiklah,kalau itu yang kamu mau bersiaplah menemui ajalmu."


hiat.....teriakan dari patriak long menggetarkan suasana yang lagi memanas,dengan jurus pedangnya dia langsung menggebrak pertahanan dari pendekar mata satu.


pertarungan semakin sengit,keduanya berusaha saling ingin menjatuhkan dan keluar sebagai pemenang.

__ADS_1


tampak debu di sekitar mulai berterbangan akibat keduanya saling serang.


semakin lama pertarungan pun membuat keduanya menggunakan jurus andalan masing masing,Beratus kali pedang saling beradu membuat percikan api dan Kilauan cahaya menyelimuti arena pertarungan.


walau sudah puluhan jurus mereka bertarung,tidak satupun senjata mereka mampu melukai tubuh lawan.


tampak butiran butiran keringat mulau membasahi kening mereka.


kemampuan mereka ternyata seimbang,hingga akhirnya patriak long menggunakan jurus pedang halimun membuat pendekar mata satu mulai tampak kebingungan.


patriak long menggunakan jurus halimun membuat pedangnya berubah seperti hanya bayanganya saja.


sehingga pendekar mata satu semakin bingung,karena tanpa dia tidak ketahui kini sekujur tubuhnya penuh luka sayatan pedang membuat darah mengalir dari luka pedang halimun.


cras...kembali sayatan pedang halimun membuat pendekar mata satu berteriak sangat keras,karena kali ini luka sayatan pedang halaman min begitu lebar membuat dia harus segera mentok jalan darahnya agar luka akibat sayatan pedang halimun berhenti mengeluarkan darah.


" bertobatlah pendekar mata satu,kali ini dirimu akan tewas di tanganku."


dengan senyum lebar patriak long mulai mengejek pendekar mata satu yang masih meraung kesakitan akibat luka yang sangat lebar di tahun buhnya.

__ADS_1


" jangan mimpi kamu pendekar pedang halimun,ini hanya luka kecil aku tidak akan kalah darimu."


pendekar mata satu mulai mengeluarkan jurus andalannya,tutup mata yang selama ini menjadi penutup matanya di buang begitu saja,tampak sebuah mutiara yang sangat menyilaukan mata membuat harus menyipitkan matanya karena cahaya yang keluar dari mutiara itu sangat-sangat menyilaukan matanya.


" pendekar pedang halimun,kau sangat beruntung hari ini,sebelum kematianmu tiba kau dapat melihat mata saktiku."


" mata sakti?"


patriak long sangat terkejut dengan apa yang barusan di lihatnya,tetapi keterkjutanya itu hanya hitungan detik saja,karena mutiara yang ada di mata pendekar mata satu kini mengeluarkan seperti sinar laser yang berwarna kehijauan membuat patriak long harus melompat ke atas untuk menghindari sinar yang keluar dari mutiara itu.


duar....sebuah pohon besar,yang ukuranya tiga kali pelukan lelaki dewasa hancur berkeping keping saat sinar laser itu mengenai pohon itu.


jantung patriak long hampir saja berhenti saat masih di atas udara,dia melihat bagaimana hanya sebuah sinar dapat menghancurkan sebuah pohon yang ukuranya sangat besar.


sebelum kakinya menjejakan tanah,kembali sebuah sinar laser keluar dari mutiara yang ada di mata pendekar mata satu,langsung mengarah ke tubuhnya.


patriak long terkejut setengah mati,serangan yang tidak di duga kini mengarah kepadanya membuat dia hanya pasrah karena kali ini dia tidak dapat menghindar dari sinar laser itu.


tetapi saat ajal yang hanya tinggal hitungan detik yang mungkin membuat tubuhnya hancur berkeping keping seperti Pohon besar itu,sebuah cahaya yang tidak kalah menyilaukan mata berhasil meredam sinar laser itu membuat tubuh patriak long selamat dari serangan mata sakti pendekar mata satu.

__ADS_1


patriak long memeriksa tubuhnya,dia merasa sangat lega karena terhindar dari maut yang akan menjemputnya,walau dia tidak melihat siapa yang berhasil menolongnya tetapi dia dapat melihat dengan jelas,saat sinar laser itu akan mengenai tubuhnya sebuah bola es sebesar bola kasti berhasil menahan sinar laser itu membuat bola es itu yang hancur terkena jurus mata sakti pendekar mata satu.


walau dengan masih sangat waspada menunggu serangan berikutnya patriak long berusaha melihat kekanan ke kiri untuk mengetahui siapa yang menolongnya,dia sangat yakin bahwa penolongnya ilmunya sudah sangat tinggi,bahkan jauh lebih tinggi dari dirinya dan pendekar mata satu.


__ADS_2