PENDEKAR PULAU ES 2

PENDEKAR PULAU ES 2
ALAM DEWA


__ADS_3

Kembali mereka merasakan tubuh mereka seperti di pukuli sebuah palu besar yang membuat mereka merasakan sakit yang luar biasa.


mereka hanya bisa memandang kepergian dari manusia berbulu itu setelah puasa memukuli.


" Lay suheng..andai kekuatanku kembali,saya akan balas perbuatan makhluk berbulu itu."


" Benar Bu sute,sudah dua kali ini ni kita dia buat tidak berdaya oleh makhluk berbulu itu."


" Mau kemanakah makhluk berbulu itu pergi,kenapa dia tidak kembali ke tempat pohon apel itu?"


" Entahlah sebaiknya kita beristirahat di dekat pohon apel itu Bu sute."


mereka dengan susah payah sambil meringis kesakitan.


selama menjadi pendekar di dunia persilatan baru kali ini Cia tong lay dan Sein Bu mengalami peristiwa seperti ini.


Sein Bu menghempaskan tubuhnya di bawah pohon apel itu,karena hampir semua tubuhnya mengalami sakit akibat pukulan manusia berbulu itu.


Sementara Cia tong lay duduk dengan menyender di pohon apel.


mereka akhirnya tertidur karena kelelahan dengan tubuh babak belur.


lama mereka tertidur mungkin sekitar dua hari dan ketika mereka terbangun,seekor burung membuang kotoran di wajah sein Bu membuat sein Bu meracau tak karuan terhadap burung yang


sudah terbang itu.


" Apa yang terjadi Bu sute,mengapa dirimu tampak geram sekali?"


sein Bu malu untuk mengatakannya,Karena akan menjadi olokan dari kakak seperguruanya."


" Tidak mengapa lay Suheng,saya Mungkin hanya mengigau."


walau Cia tong lay tau Sein Bu berbohong tetapi dia tidak mau mempersalahkan itu.


Mereka lalu berdiri dan memperhatika keadaan,ingin rasanya mereka mengambil buah apel naga yang berada di pohon itu tetapi untuk naik kepohon apel rasanya mustahil.


tetapi mengapa pohon apel yang memiliki buah yang sangat lebat tidak berjatuhan.

__ADS_1


apa yang terjadi pikirnya.


akhirnya mereka memutuskan untuk memanjat pohon apel itu.


tetapi sudah melakukan percobaan beberapa kali mereka selalu saja mengalami kegagalan,karena mereka selalu saja terjatuh entah karena apa.


semakin mereka penasaran semakin mereka mengalami kegagalan untuk naik ke atas pohon apel itu.


entah sudah berapa kali mereka gagal untuk menaiki pohon apel itu,tetapi selalu saja gagal.tetapi inilah semangat para murid dari sin liong,mereka selalu saja berusaha untuk menggapai apa yang mereka inginkan.


mungkin sangking kelelahan ya ,mereka akhirnya berhenti memanjat pohon apel itu,dengan nafas ngos ngosan mereka melihat satu sama lain sambil tersenyum.


saat mereka sedang istirahat untuk menngumpulkan tenaga,mereka di kejutkan dengan suara dari kakek buyut Lung kiang.


" Hem...apa yang kalian lakukan cucuku?di sini bukan untuk tempat bercanda atau bermain main cucuku,sebentar lagi makhluk berbulu akan datang lagi,dengan kondisi seperti ini kalian tidak akan mampu untuk menghadapinya."


" maaf kakek,kenapa kekuatan kami menghilang?"


" kekuatan kalian tidak menghilang cucuku,tetapi kekuatan kalian di sini belum berarti apa apa,cobalah untuk lebih giat lagi berlatih,baiklah sebentar lagi apel itu akan jatuh sebuah,segera makan dan segera tinggalkan tempat itu karena manusia berbulu itu akan datang untuk mengambilnya."


suara kakek buyut Lung kian pun menghilang,tidak berapa lama apel jatuh tepat di hadapan mereka.


kini mereka mengerti,ternyata buah apel ini dapat menambah tenaga mereka,pantas makhluk berbulu itu melindungi pohon apel ini dari mereka.


akhirnya mereka pun meninggalkan tempat itu.


mereka mengelilingi rumah dewa itu,tempatnya sangat luas,ternyata di tempat itu terdapat sebuah telaga yang airnya sangat jernih.jarak dari pohon apel juga sungguh jauh.mereka pun memutuskan untuk membersihkan tubuh mereka di telaga itu tetapi kali ini hampir saja jantung mereka mau copot dan ingin berhenti berdetak.


sebuah makhluk yang tingginya hampir tiga kali lipat tubuh mereka,memandang mereka seakan ingin menelan mereka hidup hidup.


matanya yang merah menyalah membuat wajah yang penuh bulu menjadi sangat menakutkan.


" Mau apa kalian kemari manusia?"


" Maaf kami hanya ingin membersihkan tubuh kami."


" Lancang....tidak taukah kamu ini adalah telaga arak dewa,kalian ingin mengotori telaga arak dewa dengan tubuh kalian?baiklah sebelum itu kalian harus langkahi dulu mayatku."

__ADS_1


makhluk berbulu itu lebih tinggi dan besar dari mahkluk penjaga apel,tetapi gerakannya sedikit lambat tetapi jangan salah pukulanya mengandung tenaga dalam yang sangat besar membuat cia tong lay dan sein Bu harus merasakan angin yang begitu menyakitkan terkena Sambaran pukulan dari makhluk itu.


" Bu sute,sebaiknya kita tinggalkan tempat ini jangan layani mahkluk itu dia bukan tandingan kita dengan kekuatan seperti ini."


" baik lay Suheng."


mereka pun tidak terpancing untuk melawan makhluk berbulu itu,mereka berusaha menghindari serangan makhluk berbulu itu dan sekuat tenaga untuk berlari meninggalkan tempat itu.


sungguh apel ajaib,dengan memakan sedikit saja mereka mampu untuk berlari di alam gravitasi yang sangat tinggi.


walaupun larinya sangat lambat tetapi mereka berhasil menghindari makhluk berbulu itu.


mereka terus berlari akhirnya sampai di sebuah kebun Bungan yang sangat indah,sein Bu dan Cia tong lay terpana melihat keindahan kebun bunga yang ada di tempat itu.


dengan keharuman yang sangat sulit di lukiskan mereka menghirup udara yang sangat harum,kini mereka melupakan kejadian yang baru saja akan merenggut jiwa mereka.


saat mereka sedang menghirup udara yang sangat harum akibat kebun bunga yang luasnya tidak terhingga seorang wanita menegur mereka.


Cia tong lay dan Sein Bu menoleh ke arah wanita itu,mereka sangat terpesona dengan kecantikan wanita itu yang tersenyum kepada mereka.


" Sepertinya kalian berdua manusia tersesat kemari?apa yang kalian lakukan di alam dewa ini?"


" alam dewa..?"


Sein Bu dan Cia tong lay terperanjat kaget,bukankah ini rumah dewa?


" kenapa kalian berdua?apakah kalian baru mendengar alam dewa?"


" benar nona?apakah kamu salah satu dewa ataubdewi di alam ini?"


" saya bukan dewa ataupun Dewi wahai manusia.saya hanyalah pelayan di alam ini."


" pelayan?"


" benar,saya hanyalah pelayan mungkin kalian juga sudah bertemu dengan kakak kakak saya."


Sein Bu dan Cia tong lay saling berpandangan,apakah yang di maksud kakak wanita ini makhluk berbulu itu.?

__ADS_1


" benar manusia"


Sein Bu dan Cia tong lay kembali kaget,ternyata wanita ini bisa membaca pikiran mereka.


__ADS_2