
Cia tong lay yang terkena pukulan makhluk berbulu itu merasakan tubuhnya seperti hancur,dia berusaha untuk bangkit.
tetapi tubuhnya seperti lengket di lantai.
dengan susah payah dia berusaha bangkit,di lihatnya Sein Bu yang jauh di belakangnya juga kondisinya juga tidak lebih baik darinya.
sein Bu beberapa kali mencoba bangkit akhirnya terjatuh kembali.
beberapa kali terjatuh akhirnya usahanya untuk bangkit berhasil juga.
" Lay Suheng bagaimana keadaanmu?apakah kamu terluka?"
" sssttttt..."
Cia tong lay tidak menjawab,dia hanya memberikan kode pada sein Bu dengan jari telunjuk di bibir.
Sein Bu pun mengerti apa yang di maksud dengan kakak seperguruanya.
Cia tong lay perlahan mendekati pohon apel itu,dia ingin mengambil buah apel yang baru saja terjatuh,karena filingnya mengatakan ada sesuatu di buah apel itu.
dengan susah payah dia melangkahkan kakinya di pohon apel itu,walau tubuhnya merasakan sakit,tetapi rasa penasaran ingin mengambil buah apel itu membuatnya harus,,,walau bahaya makhluk berbulu itu akan mengancam jiwanya.
jantungnya hampir saja berhenti berdetak saat makhluk berbulu itu bergerak,seakan makhluk berbulu ituterbangun.
Cia tong lay merasa lega,ternyata makhluk berbulu itu hanya mengganti posisi tidurnya agar lebih nyaman.
walau di dunia persilatan Cia tong lay sangat di segani dan memiliki kemampuan yang sulit di ukur,tetapi di rumah dewa ini kemampuanya seakan lenyap,ilmu meringankan tubuhnya yang dapat melayang di udara tidak dapat di gunakan karena gaya gravitasi di rumah dewa puluhan kali lipat atau bisa jadi ratusan kali lipat.
untuk berjalan saja mereka sudah mengerahkan semua tenaga dalam agar kakinya terangkat dan tidak lengket.
Cia tong lay berusaha menggapai apel yang ada di dekat makhluk berbulu itu.
dengan usaha yang sabar,akhirnya Cia tong lay berhasil mendapatkan buah apel itu.
tetapi dirinya sangat terkejut,karena buah apel tidak sama seperti biasanya,walau ukurannya sama tetapi beratnya puluhan kali lipat,apa lagi di tambah beban gravitasi membuat cia tong lay harus ekstra menggunakan tenaga dalamnya.
dia pun menjauh dari pohon apel itu dan mulai mendekati sein Bu yang berdiri mematung memperhatikan kakak seperguruanya sedang berusaha mengambil buah apel.
__ADS_1
'' lay Suheng,apa yang kamu lakukan mengapa lay Suheng menantang bahaya dengan kondisi kita seperti ini?"
" Tenang Bu sute,saya hanya penasaran dengan buah apel ini?sepertinya makhluk itu tidak suka kita berada di dekat buah apel itu.
dan saya kira mungkin ada sesuatu di buah apel atau pohon itu."
" bukankah lajim seekor monyet seprti dia selalu ingin mengusahi tempat tempat seperti itu lay Suheng?"
" Apa yang kamu katakan ada benarnya Bu sute,tetapi filing saya mengatakan ada sesuatu di buah apel ini,kalau Bu sute Ingin mencobanya silahkan Bu sute ambil ini."
Cia tong lay memberikam buah apel yang ada di tanganya dan di berikan pada sein Bu.
sein Bu yang mengira buah apel itu seperti buah apel biasa lalu menerima buah apel itu,tetapi alangkah terkejutnya dirinya saat buah apel sudah berada di tangannya.
buah apel itu terlepas dan jatuh,karena dia tidak menyangka buah apel yang kecil itu bisa seberat itu.
" Lay suheng benarkah ini buah apel?"
sein Bu masih tidak percaya apa yang di lihatnya.
" Kan sudah saya katakan Bu sute?ini bukan buah apel biasa."
" Lay Suheng maafkan saya."
" sudahlah Bu sute,saya jadi penasaran ingin mencicipi buah apel ini,sepertinya harumnya menggoda perut saya yang belum makan dari kemarin"
" tunggu dulu lay Suheng,kemanakah pedang naga langitku?"
sein Bu baru sadar pedang naga langitnya tidak berada di punggungnya.
baru saja Cia tong lay yang dengan susah payah mengambil buah apel yang terjatuh harus menjatuhkan buah apel itu lagi saat melihat sein Bu yang sedikit panik.
" Bu er..apa yang kau risaukan,pedang naga langit tidak akan jatuh ketangan orang lain dia pasti akan kembali padamu."
sein Bu pun kembali mengambil apel yang terjatuh itu.
lalu cia tong lay kembali mengambil buah apel itu,dan langsung mengigit ya.
__ADS_1
Cia tong lay sampai memejamkan matanya,saat merasakan buah apel yang begitu manis.
baru pertama kali dia merasakan buah apel yang begitu manis,membuat dirinya Sampai memejamkan matanya.
sein Bu hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kakak seperguruanya dengan ekspresi yang sangat lebay saat memakan buah apel itu.
Cia tong lay sangat menikmati buah apel itu sehingga dia lupa untuk membaginya pada sein Bu,yang sejak tadi menahan air liurnya melihat kakak seperguruanya menikmati buah apel sambil memejamkan mata.
hampir saja Cia tong lay menghabiskan buah apel itu sendiri,kalau tidak suara sein Bu dengan pelan setengah berbisik.
" Lay Suheng bisakah saya minta sedikit?"
Cia tong lay membuka matanya,dia tersenyum sendiri dan buah apel yang tinggal seperempat di bagi pada sein Bu sambil tersenyum senyum sendiri.
dengan sedikit memasang wajah masam sein Bu menerima buah apel yang tinggal sedikit,dia pun memakan buah apel itu.
apa yang di rasakan cia tong lay,kini di rasakan oleh sein Bu,matanya juga meram melek menikmati rasa manis buah apel itu.
hanya hitungan detik,cia tong lay dan sein Bu setelah memakan buah apel itu merasakan hal yang luar biasa,tenaganya bertambah.
kaki mereka pun tidak seberat tadi,mereka mencoba untuk melompat walau sedikit.tetapi ini membuat mereka sangat senang.
saat mereka sedang melompat lompat seperti anak kecil,makhluk berbulu itu bangun,dan melihat sisa apel yang berada di dekat mereka menjadi sangat marah sekali.
" Kalian telah mencuri apel dewaku?kalian harus di beri pelajaran."
sein Bu dan Cia tong lay juga terkejut saat makhluk aneh itu marah dan hendak menyerang mereka.
Cia tong lay dan Sein Bu yang sudah merasakan kemampuan makhluk aneh itu pun berhati hati.
serangan makhluk berbulu itu yang sangat cepat tidak dapat di hindari mereka.
Cia tong lay dan Sein Bu harus menjadi bulan bulanan pukulan dari makhluk berbulu itu.
walau tidak sesakit serangan pertama tadi,karena mereka telah memakan buah apel dewa tetapi karena mereka menerima beberapa kali pukulan dari makhluk aneh itu membuat tubuh mereka menjadi seperti hancur.
kedua murid dari Sin liong hanya melihat makhluk berbulu itu pergi meninggalkan mereka setelah puas memukuli Sein Bu dan Cia tong lay.
__ADS_1