PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 37


__ADS_3

Pagi hari terdengar suara perempuan yang sedang mual-mual di dalam kamar mandi.


Raka terbangun karena mendengar Istrinya yang sedang muntah.


"Sayang" Panik Raka langsung berlari ke kamar mandi menyusul Istrinya.


Hoeekkkk


Alana memuntahkan seluruh isi yang ada di dalam perutnya. Raka membantu memijat tengkuk Alana.


Alana yang lemas hampir saja badan nya limbung mau terjatuh, namun brsyukur ada Raka yang menahan nya. Alana lemes karena banyak cairan yang keluar.


Ia membersihkan mulut Alana karena bekas muntahan, Raka membersihkan tanpa ada rasa jijik.


Raka menggendong Alana dan membaringkanya di tempat tidur. Raka mengecek dahi Alana tapi ternyata maaih sama, dahi Alana tidak panas.


"Hei, kamu kenapa Sayang? kita ke dokter ya" tanya Raka khawatir. Tapi Alana menggeleg tidak mau di bawa ke dokter.


"Mungkin cuma masuk angin saja Sayang, nanti juga sembuh sendiri." cicitnya liri.


"Tapi kalau sampai siang tidak sembuh, mau tidak mau aku akan membawamu ke dokter, ok" ucap Raka tegas, Alana mengangguk.


"Aku bikinkan teh hangat dulu ke bawah" ucap Raka pada Alana.


"Bi, tolong bikinin Raka teh hangat ya buat Alana" pinta Raka setelah sudah sampai ke dapur.


"Nona Alana kenapa Den" tanya bibi karena tumben Raka turun sendiri ke dapur minta di buatin teh buat Istrinya, biasanya Alana sendiri yang akan turun ke bawah.


"Lagi gak enak badan bi, mungkin masuk angin" ucap Raka lesu.


"Ini Den teh nya" ucap bibi sambil memberikan teh hangat kepada anak majikan nya itu.


"Makasih bi, nanti bawain sarapan Alana ke atas ya bi" pinta Raka lalu meninggalkan dapur.


Raka masuk ke kamarnya.


"Ini Sayang minum dulu teh nya" titah Raka sambil membantu Alana untuk bangun, dan menyenderkan tubuh nya di headboard ranjang. Alana pun meminum teh nya, setelah itu Raka merebahkan tubuh Alana kembali.


"Makasih Sayang" ucap Alana.


"Kamu gak ke kantor Sayang" tanya Alana yang melihat Suaminya belum siap-siap.


"Aku tak yakin bisa meninggalkanmu Sayang" Raka tak tenang meninggalkan Alana di rumah dengan kondisi yang tidak baik baik saja.


"Tak apa, kan ada Mommy" ucap Alana lemah.


"Ya sudah, aku siap siap dulu, nanti siang aku usahain pulang" ucap Raka mengelus lembut kepala Istrinya. Alana mengangguk.


Raka bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Ketika dia keluar dari kamar mandi ia melihat Istrinya kembali terlelap.


Setelah selesai berpakaian dengan rapih, Raka turun ke bawah dengan membawa tas kerjanya.

__ADS_1


Raka menuruni tangga, ternyata keluarganya sudah berkumpul di meja makan.


"Alana mana Sayang" tanya Mommy. karena putranya turun sendirian, biasanya Raka akan turun dengan Alana.


"Alana lagi gak enak badan Mom, tadi Raka sudah menyuruh bibi buat bawain makan Alana ke kamar." jawab Raka.


Kemudia Mereka makan dengan tenang, tanpa ada yang berbicara satupun.


"Mom Raka berangkat dulu ya, Raka nitip Alana Mom, nanti kalau ada apa-apa segera hubungi Raka Mom" pinta Raka lembut kepada Mommy nya.


"Iya, Mommy aka menjaga Istri cantikmu itu" jawab Mommy tersenyum


Raka merasa lega karena sudah menitipkan Alana ke Momny nya, meskipun masih khawatir namun tak apa, setidaknya masih ada yang menemani Istrinya itu.


Mobil Raka sudah meninggalkan mansion, ia pergi ke kantor bersama sopir nya, karena pagi ini Raka masih merasa ngantuk akibat permintaan semalam Istrinya itu.


Sampai kantor Andre sudah menyambutnya di lobbh.


"Pagi tuan" sapa Andre, Raka cuma mengangguk dengan wajah datarnya.


"Dasar balok es" umpat Andre kesel, karena bos pus sahabatnya itu susah untuk tersenyum, kecuali sama istrinya baru dia bucin akut, namun Andre cuma beraani mengumpati bos nya dalam hati.


*


*


*


tok...tok....tok


"Kamu kenapa Ka"tanya Andre.


"Gue pusing dengan perubahan tingkah Alana Ndre" keluh Raka sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.


"Emang ada apa dengan Istrimu itu" sahut Andre penasaran. Raka mendengus kesal.


"Dia semalam menyuruhku memasak nasi goreng, kalau tidak di turuti dia menangis, dan dia jadi malas mandi" ucap Raka menceritakan keanehan Istrinya.


"Hahahhaha..Aku tak bisa membayangkan seorang CEO mau aja di suruh Istrinya masak" ledek Andre.


"Sialan lo" kesel Raka sambil melempar kertas yang di kepal ke arah Andre.


"Coba lo bawa dia ke dokter, kali aja Istrimu itu gegar otak" ucap Andre santai, Raka tak habis pikir dengan pikiran Asisten nya itu, bisa-bisanya mengatai Istrinya gegar otak.


"Enak aja mengatai Istriku gegar otak. Yang ada lo yang cacat otak" ucap Raka tidak trima.


"Yeeee, kan bisa aja istrimu teebebtur terus gegar otak, dan menyebabkan ia bertingkah aneh" sungut Andre tak mau kalah.


"Udah mana berkas yang mesti di tanda tangani, gue mau pulang cepat" ucap Raka.


"Mana bisa gitu" protes Andre.

__ADS_1


"Suka-suka gue lah, di sini kan gue yang jadi bosnya" ucap Raka yang begitu menyebalkan di mata Andre, pasalnya dia pasti akan lembur lagi.


"Gimana mau punya pacar, kalau di suruh lembur terus, dasar bos tidak punya berperikemanusiaan" ucap Andre mencebikkan bibirnya.


"gak usah drama Ndre, keluar sana" usir Raka.


Andre pun keluar dari ruangan bos lucnut nya itu.


*


*


*


Siang hari Raka tiba di kediamannya, dia langsung naik melihat keadaan Istrinya, sedari di kantor dia tidak bisa berhenti memikirkan Istrinya yang sakit.


"Gimana Mom" tanya Raka yang melihat Mommy nya lagi menyuapi Alana.


"Bawa ke rumah sakit saja Nak, Alana dari tadi muntah terus, ini baru bisa masuk nasi" ungkap Mommy tentang keadaan menantunya.


"Ya sudah Raka akan bawa Alana ke arumah sakit dulu Mom" ucap Raka langsung membantu Alana memakai jaketnya, setelah itu Raka menggendongnya menuju mobil


"Hati hati Sayang" ucap Mommy, Raka mengangguk.


"Kita ke rumah sakit pak" titah Raka pada Sopirnya. mobil berjalan menuju rumah sakit


Satu jam perjalanan akhirnya mobil tiba di rumah sakit.


Raka mengambil kursi roda rumah sakit, lalu menurunkan tubuh Alana ke kursi roda tersebut.


Raka mengantri di poli umum, tak lama nama Alana di panggil oleh suster.


"Selamat siang, tuan ,Nyonya silahkan duduk" sapa dokter ramah.


"Terima kasih dok" ucap Raka mewakili istrinya.


"Keluhanya apa tuan" tanya dokter dan Raka menceritakan semua keluhan yang di alami Istrinya.


Lalu dokter menyuruh Alana rebahan di brankar. dokter mulai memriksa tubuh Alana mulai dari denyut nadi dan seterusnya.


Setelah selesai dokter menanyakan sesuatu pada Alana.


"Kapan Nyonya terakhir haid" tanya dokter.


"gak tau dok, saya lupa" ucap Alana malu.


"Saya sarankan tuan membawa Nyonya ke dokter kandungan, prekdisi saya Nyonya hamil tuan" ucap dokter senyum.


Bersambung


***Selamat Alana semoga hamil beneran.

__ADS_1


Jangn lupa like, koment, vote🙏


Happy reading guys🙏***


__ADS_2