
Hari yang di tunggu oleh kedua sepasang sejoli pun tiba, hari ini Alex akan mengucap ijab kabul untuk menikahi Sherli.
Di salah satu hotel mewah bintang lima pernikahan Alex akan di langsungkan. Semua keluarga sudah berkumpul kecuali Sera, dia tidak ingin hadir di pernikahan adiknya. Padahal Sherli sangat mengharapkan kedatangan kakak nya.
Sherli sudah sudah memakai gaun dan juga sudah di rias sedemikian rupa, Widi mendampingi putrinya ia sangat menyesal sudah mengabaikan putri bungsunya selama ini.
Terlihat Alex yang grogi dan berkeringat dingin ketika duduk berhadapan dengan Jimmy dan juga penghulu yang ada di depannya.
"Rileks Lex, jangan sampai pernikahanmu gagal" ucap Andre menakuti Alex.
"Aku hanya gugup Ndre" sahut Alex.
"Aku tahu, karena aku pernah di posisimu" ketus Andre.
"Siap" tanya penghulu.
"Siap" jawab Alex yakin.
Jimmy mulai menjabat tangan Alex.
"Saya nikahkan dan kawinkan putri saya yang bernama Sherli putri Erlangga binti Jimmy Erlangga dengan Alexander Damanik bin Damanik dengan mas kawin _(skip) di bayar tunai" ucap Jimmy.
__ADS_1
"Saya terima nikah dan kawinnya Sherli Putri Erlangga binti Jimmy Erlangga dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Alex lantang dengan sati tarikan nafas.
"Bagaimana saksi" tanya penghulu
"SAH" ucap semua para saksi.
Sedangkan di dalam suatu kamar yanga ada di gedung itu, jantung Sherli berdebar kencang.
"Ayo sayang, kita keluar Alex sudah selesai melakukan ijab qabul" ajak Widi yang baru masuk ke dalam kamar Sherli.
"Iya ma" jawab Sherli lalu bangkit dari tempat duduknya.
Dengan langkah perlahan Sherli menuruni anak tangga. Alex tercengang melihat perubahan istrinya itu, Sherli berubah menjadi lebih cantik dari hari biasanya. Karena hari biasnaya Sherli jarang make up, paling hanya menggunakan lipstik saja supaya tidak terlihat pucat.
"Tutup mulutmu Lex, jangan sampai air liurmu menetes" goda Andre. Memang sahabatnya satu itu tak punya akhlak, lagi moment begini masih sempatnya menggoda Alex.
"Diam Ndre, kau ini berisik sekali" kesal Alex membuat Andre cekikikan.
Tak lama mama Widi membawa Sherli duduk di sebelah Alex.
"Tanda tangani berkasnya terlebih dahuly" titah penghulu.
__ADS_1
Alex dan Sherli pun menandatangi berkas pernikahan mereka, setelah itu Alex memakaikan cincin ke jari manis Sherli begitu juga sebaliknya, setelah itu Sherli mencium punggung tangan Alex, kemudian Alex mencium kening Sherli.
Ketika acara ijab qabul selesai kini tinggal acara sungkeman dan resepsi.
Orang tua Alex dan juga Sherli memberi wejangan kepada mereka berdua.
Setelah semua acara selesai tiba- tiba Sera datang dengan wajah merah padam penuh amarah.
"Kak Sera" lirih Sherli.
"Puas kalian semua sudah bersenang- senang dia tas penderitaanku hah" teriak Sera.
Beruntuk semua tamu undangan sudah pada pukang, kini tinggal sisa keluarga inti saja.
"Diam Sera, kamu sendiri yang memutuskan untuk tidak datang ke perniakahan adikmu, lalu kenapa sekarang kamu marah-marah" bentak Jimmy.
"Karena dia kalian semua sudah melupakanku" balas Sera tak mau kalah.
"Tidak ada yang melupakanmu sayang, berubahlah nak sebelum semuanya teelambat, kamu pasti bisa bahagia seperti Sherli dan juga yang lain, jangan selalu menuruti ambisi hawa nafsumu itu. Kami semua sayang sama kamu, kami kangen Sera yang dulu yang ramah dan patuh dengan mama dan papa. Pulang lah nak kita akan mulai semuanya dari awal" ucap Jimmy yang berubah lembut, ia tak mau putri sulungnya semakin menjauh.
Bersambung
__ADS_1