PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
Istri Kesayangan Tuan Arga


__ADS_3


Promo Novel Othor kisah Arga Wijaya adik Raka Wijaya di Fi*z*


"Maaf saya terlambat tuan Damar" sapa Arga sambil mengulurkan tangannya kepada Damar rekan bisnis Arga.


"Tak masalah tuan Arga,  kami juga belum lama sampai Kok" sahut Damar sambil membalas uluran tangan Arga.


Arga sedang melakukan meeting di sebuah restoran yang berada di salah satu hotel milik keluarga Wijaya. Arga datang kesitu  Sesuai dengan permintaan klien Arga.


Damar menyuruh sekretarisnya untuk mempresentasikan proposal kerjasama yang ia tawarkan kepada Arga.


Damar sengaja menyuruh sekretarisnya berpakaian seksi untuk menggoda Arga. Agar Arga mau menyetujui kerjasama tersebut.


"Bagaimana pendapat anda tentang penawaran dari perusahaan kami tuan" tanya Sekretaris Damar dengan gaya genitnya.


"Tidak,  keuntungan yang anda tawarkan kepada saya terlalu sedikit tuan Damar,  saya meminta 70% keuntungan untuk saya,  bagaimana?" tawar Arga sambil menyilangkan kedua kakinya.


"Bagaimana kalau 60% tuan" Damar mengajak bernegosiasi kepada Arga.


Awalnya ia menawarkan keuntungan masing-masing 50% namun Arga menolaknya, makanya ia menaikkan menjadi 60%.


"Iya atau tidak sama sekali" tegas Arga membuat Damar mengepalkan tangannya.


Arga selalu memperhitungkan keuntungan yang ia dapat, karena  ia tak mau di bodohi oleh rekan bisnisnya.


Lalu Arga mengambil gelas dan meminum minuman yang sudah di sediakan oleh Damar.


Damar tersenyum smirk ketika melihat Arga meminum habis minuman yang sudah ia sediakan.


Lima belas menit berlalu,  Arga mulai gelisah dalam duduknya,  dia merasakan panas pada tubuhnya.


"Anda kenapa tuan" tanya Robby asisten Arga.


"Entahlah Rob,  tiba-tiba tubuhku terasa panas" sahut Arga sambil membuka kedua kancing kemejanya.


Damar yang melihat itu langsung memberi kode pada sekretarisnya untuk mendekati Arga.


Sisil yang tak lain sekretaris Damar pun langsung bangkit dan duduk di sebelah Arga.


"Anda kenapa tuan Arga?  Apa anda membutuhkan bantuanku" tanay Sisil dengan suara dibuat-buat sambil tangannya meraba dada Arga.


Membuat Arga semakin bergairah, Arga tetap mempertahankan kewarasannya.


Brughhh...

__ADS_1


Arga mendorong tubuh sisil hingga terdorong kebelakang.


Arga bangkit dari tempat duduknya,  dia berdiri sambil menatap tajam ke arah Damar.


"Kita batalkan kerjasama ini" tegas Arga


Setelah itu Arga mengalihkan pandangannya ke arah sang asisten.


"Kau urus sisanya Rob, kau tahu apa yang harus kau lakukan" perintah Arga kepada sang asisten.


"Baik tuan" sahut Robby patuh.


Brakk...


Arga keluar dari ruangan itu sambil membanting pintu.


Dengan langkah gontai Arga masuk kedalam lift  dan naik kelantai atas,  dia berjalan sambil berpegangan tembok menuju ke kamar yang biasa ia tempati ketika sedang menginap di hotel tersebut.


Sesampainya di depan kamar Arga langsung mendobrak pintu kamar hotelnya.


Dia sudah tidak tahan dengan kondisi tubuhnya  yang semakin terasa panas,  ia ingin segera mendinginkan tubuhnya.


"Shitt... Sepertinya mereka sengaja memasukkan obat lucnut itu keminumanku" umpat pemuda tersebut.


Namu ketika dia masuk kedalam kamar hotelnya ia justru di suguhkan oleh pemandangan yang membuat gairahnya semakin meningkat.


Arga berjalan dan melangkahkan kakinya menghampiri wankta tersebut sambil melepaskan seluruh pakaiannya, ia hanya menyisakan ****** ******** saja.


Dia langsung merangkak naik ke atas ranjang dan langsung menindih tubuh gadis tersebut.


Arga ******* bibir gadis itu dengan sangat rakus,  Arga yang sudah tidak tahan langsung saja membuka celananya dan langsung melakukan penyatuan.


Gadis itu masih tidak sadarkan diri,  sepertinya gadis tersebut dalam pengaruh obat bius.


******


Pagi hari suara dering ponsel membangunkan Arga yang sedang terlelap sambil memeluk tubuh gadis itu.


Arga meraih ponselnya yang berada di atas nakas.


"Hallo.. Ada apa kau menelponku? " sapa Arga dengan suara serak khas bangun tidur.


"Perusahaan kita yang di Eropa sedang mengalami masalah tuan,  beberapa investor menarik uang investasinya dari perusahaan kita" ucap orang tersebut dari sebarang telpon.


"Bagaimana bisa hah" kaget Arga karena pagi-pagi sudah mendapat kabar buruk yang menimpa perusahaanya.

__ADS_1


"Saya lagi mencari penyebabnya tuan"


"Baik,  kau atasi terlebih dahulu setelah ini aku akan langsung terbang kesana.


Setelah mengucap seperti itu Arga langsung mengakhiri sambungan telponya.


Dengan perlahan Arga bangun dan mendudukan tubuhnya,  ia mElihat kesamping ternyata gadis yang ia tiduri semalam masih saja terlelap.


Arga menyingkap selimutnya,  tanpa di sengaja Arga melihat noda merah yang ada di spreinya.


"Ternyata dia masih perawan" gumam Arga sambil mengusap noda merah itu sambil tersenyum bangga.


Setelah itu Arga berjalan menuju ke kamar mandi dan menghilang di balik pintu.


Arga mulai mengguyur tubuhnya di bawah shower, dia membersihkan tubuhnya dari sisa bekas percintaan semalam.


Setelah di rasa cukup,  Arga keluar dari dalam kamar mandi,  setelah itu dia langsung memakai pakaiannya.


Arga mengambil ponselnya dan menghubungi Robby asistennya.


"Siapkan pesawatku sekarang juga Rob,  kita harus segera terbang ke paris" perintah Arga kepada sang asisten dari sambunga telponnya.


"Baik tuan" sahut Robby, setelah itu langsung mematikan ponselnya.


Arga memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya,  setelah itu dia duduk di tepi ranjang.


Di belainya wajah gadis itu dengan penuh perasaan.


"Maaf,  aku tak bisa menunggumu hingga bangun karena aku harus pergi sekarang juga, aku berharap kamu akan menghubungiku setelah kamu terbangun nanti. Setelah urusanku selesai aku akan langsung mencarimu" ucap Arga sambil menatap wajah gadis itu lalu mencium keningnya.


Sebelum pergi meninggalkan kamar Arga meninggalkan kartu nama serta kalung yang sering ia pakai di atas meja. Tak lupa dia juga meninggalkan pesan tertulis untuk gadis itu.


Arga pergi meninggalkan hotel lalu mengemudikan mobilnya menuju ke bandara untuk terbang langsung ke paris  dia harus segera menyelesaikan masalah di perusahaannya.


*******


Arga termasuk pemuda yang sukses di usia muda,  ia berhasil merintis usahanya sendiri tanpa bantuan orang tuanya.


Awalnya Arga bekerja di perusahaan Wijaya milik keluarganya,  tapi setelah ia mendapatkan cukup ilmu di dunia bisnis,  ia meminta ijin kepada orang tuanya untuk mendirikan perusahaan sendiri.


Arga ingin berdiri di kakinya sendiri tanpa bergantung dengan orang tuanya. Meski tak bisa di pungkiri nama besar ayah serta kakaknya di dunia bisnis tentu sangat memuluskan langkah Arga.


Itu namanya privilege dan Arga mampu memanfaatkan privilege yang ia miliki dari nama besar ayahnya. Arga tak malu mengakuinya karena tak semua orang mempunyai privilege dan mampu memanfaatkan privilage tersebut.


Awalnya Rudi sang ayah melarangnya,  karena dia ingin putra bungsunya itu tetap bekerja dan mengelola perusahaan Wijaya bersama sang kakak yaitu Raka wijaya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2