
Kini Alana sudah berada di Mall, setelah dia mennyerahkan tugas kampusnya, dia langsung pergi ke Mall untuk mengembalikan mood Chika. Bodyguard Alana masih setia mengikuti Nyonya nya dari jarak 3 meter.
"Kita ngapain dulu nih Chik" tanya Alana sambil melihat lihat sekitar.
"Kita belanja saja terlebih dahulu Al" Aja Chika memasuki kesebuah toko barang branded.
Alana melihat lihat Tas, dia melihat satu tas yang limited adition. Ia mencoba mengambilnya, namun sebelum tangan Alana menyentuh tas itu, ada tangan seseorang lebih dulu menyerobot tas tersebut.
"Hei, itu punyaku, aku yang terlebih dulu melihatnya" pekik Alana, namun wanita itu masih berdiri membelakanginya.
Alana yang sudah geram langsung saja menarik bahunya kemudian langsung membaliknya.
"Kamu" pekik mereka bersamaan.
Chika yang sedang melihat tas di rak lain pun merasa terusik dengan perdebatan mereka. Chika langsung saja menghampiri Alana, dia takut terjadi sesuatu dengan kandungan sahabatnya itu.
"Apa ha" Ucap Jessy nyolot di samping Darren.
"Itu tas ku Nona, aku yang melihanya terlebih dahulu" sahut Alana tidak mau ngalah.
"Siapa cepat siapa dapat" Ucap Jessy angkuh sambil tersenyum sinis ke arah Alana.
"Sayang aku mau tas ini" ucap Jessy sambil bergelayut manja di tangan Darren.
"Apapun untukmu Sayang" ucap Darren sambil mengecup pipi Jessy.
"Dasar pasangan tidak tau malu, di tempat umum pun masih melakukan hal mesum" cibir Alana.
"Apa kau bilang" bentak Jessy sambil mengangkat tangan nya. namun sebelum menampar Alana tangan Jessy sudha terlebih dahulu di tahan sama Chika.
"Jangan berani berani nya kamu bermain tangan dengan sahabatku, atau aku akan patahkan tanganmu ini" ucap Chika dengan penuh penekanan, dia menatap tajam mata Jessy lalu menghempaskan tangan Jessy kasar.
Akhirnya Chika ada lawan untuk melampiaskan mood nya yang sedang buruk.
Chika menyerobot tas itu dari tangan Jessy, namun Jessy masih kekeh mempertahankan Tas itu, hingga akhirnya tali tas itu putus.
Chika melepaskan tas itu.
"Cih, sana ambil, temanku sudah tidak butuh dengan tas itu" ucap Chika sambil membalikkan diri menghadap Alana.
__ADS_1
"Ayo Chik, kita cari di toko lain saja, aku sudah tidak mood di sini" ucap Alana berniat meninggalkan toko namun sebelum melangkah sudha di tahan oleh Jessy.
"Kalian tidak bisa pergi, kau harus membayar tas ini" ucap Jessy.
"kami sudah tidak menginginkanya" ucap Chika cuek.
"Tapi kamu sudah merusak tas ini" ucap Jessy mengetatkan rahang nya karna emosi.Chika cuma menaikkan bahunya acuh.
Jessy meletakan tas itu di rak nya kembali. Namun tiba tiba pelayan toko datang menghampirinya.
"Kau harus bertanggung jawab Nona, karena Nona sudah merusak tas ini, merusak beraryi sama saja membeli" ucap pelayan toko tegas.
"Bukan saya yang merusak nya, tapi dia" sentak Jessy kesal sambil menunjuk ke arah Chika dan Alana. Mereka berdua hanya merotasi bola matanya malas.
"Tapi tas ini dari tadi ada di tangan anda Nona, saya tidak mau tahun Nona harus membayar tas ini" ucap pelayan.
Darren yang sudah malu karena di lihatin banyak pengunjung akhirnya memilih mengalah untuk membayar tas itu.
"Sudahlah Sayang, kita bayar aja tas itu, malu di lihatin banyak orang" bisik Darren di telinga Jessy.
Sedangkan Alana dan Chika tersenyum mengejek ke arah Jessy.
Chika dan Alana pergi meninggalkan toko tersebut, mereka sudah tidak mood belanja lagi, mereka memilih untuk makan siang di salah satu restoran korea.
*
*
Di perusahaan Wijaya Crop. Raka sedang fokus mengerjakan beberapa email. Tiba toba Andre masuk ke ruangan dengan tergesa.
"Tuan Nona Alana sedang berantem dengan Jessy di sebuah toko yang ada di Mall Xx" ucap Andre ngos ngosan, setelah mendengar kabat dari anak buah nya dia langsung berlari ke ruangan Raka.
"Sialan, wanita itu tidak ada kapok nya rupanya" ucap Raka setelah menghentikan pekerjaanya, dia langsung bangkit dari kursi kebesaranya dan berjalan cepat pergi meninggalkan perusahaanya.
Dia tidak mau terjadi sesuatu dengan Alana, yang ada nanti dia bisa di coret dari KK kalau menantu kesayangan Mommy nya celaka.
"Cepat Ndre kita langsung ke Mall" titah Raka yang sudah masuk ke dalam mobilnya. Andre langsung menancap pedal gas dengan kecepatan penuh.
******
__ADS_1
Andre dan Raka tiba di Mall, mereka langsung menuju ke tempat dimana Alana berada.
"Sayang" panggil Raka langsung saja memeluk tubuh Alana.
Alana masih terbengong, di belum sadar kalau yang memeluk itu suaminya. Bukankah suaminya itu masih di kantor, kenapa tiba tiba ada suara Suaminya dimari.
"Hei Sayang" panggil Raka sekali lagi. Baru Alana tersadar.
"iya sayang" jawab Alana
"Kau tidak apa apa Sayang" tanya Raka sambil mengamati setiap inchi tubuh Istrinya.
"Masih ada kita di sini boss, berasa nyamuk apa kita" sindir Chika menghentikan kebUcinan Raka.
"Makanya jangan jomblo mulu, truk aja gandengan masak kamu tidak" bukan Raka yang menjawab namun Andre yang menimpali perkataan Chika.
"Sadar diri Jamil, emang di sini gue doang yang jomblo, lo aja jomblo bahkan hampir jadi bujang lapuk" mulut pedas Chika dalam mode On.
Raka sama Alana tidak peduli dengan perdebatan mereka, Alana sedang sibuk menyuapi Raka yang sedang manja.
"Bujang lapuk gini masih bisa bikin kau mendesah nona" ucap Andre tersenyum devil.
"Dasar Jomblo mesum," pekik Chika sambil memukul bahu Andre yang duduk di sebelahnya.
Di meja lain sedang ada yang mengamati kemesraan antara Raka dan Alana tanpa sepengetahuan mereka.
"Brengsek, kita jalankan rencana kita sekarang Sayang" titah Jessy sambil tersenyum smirk ke arah mereka.
"Baik Sayang" ucap Darren menurut. Darren menghubungi seseorang untuk menjalankan tugasnya.
"siap siaplah kau akan menangis melihat Istrimu terbujur kaku di hadapanmu Raka" gumam Jessy sambil tersenyum jahat.
Promo Novel Baru
***Bersambung
jangan lupa like, koment, vote🙏***
__ADS_1