
Sementara Jessy sedang berada di apartement Aldi, mereka selesai melakukan hubungan suami istri, Jessy langsung menelpon anak buahnya yang ia suruh untuk memantau kegiatan Raka dengan keluargany.
"Kita harus segera pergi ke gudang, mereka sudah berhasil menculik anak Raka" ucap Jessy sembari memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai karena ulah Aldi.
Jessy memakai pakaiannya di depan Aldi tanpa rasa malu.
"Bagus, aku sudah tidak sabar melihat Raka yang merengek memohon sambil berlutut di bawah kaki ku" ucap Aldi tersenyum sinis membayangkan keadaan Raka yang tengah hancur karena melihat salah satu anaknya merenggang nyawa di depan matanya.
"Aku tak peduli, yang penting aku bisa mendapatkan Raka kembali" sahut Jessy yang selesai memakai pakaiannya.
Jessy berpikir dengan adanya kejadian seperti ini kepercayaan Raka terhadap istrinya akan menurun, dan Raka akan menceraikan Alana karena tengah di anggap tidak becus mengasuh buah hatinya.
Aldi sudah memakai pakaian lengkap, dia juga memakai jaket kulit untuk melengkapi penampilan."Ayo, jangan sampai Raka lebih dulu menemukan anaknya" ajak Aldi.
Jessy menyambar tasnya yang ada di atas meja, setelah itu mengikuti langkah Aldi meninggalkan apartemen.
"Dimana lokasinya" tanya Aldi sambil mengemudikan mobilnya.
Jessy memberikan ponselnya kepada Aldi, dia mengikuti alamat yang sudah di berikan oleh anak buahnya."Kau ikuti petunjuk jalan ini saja, gudang itu ada di pinggiran kota" jawab Jessy.
Mobil Aldi mulai memasuki area hutan yang sepi dan sepertinya jarang di ada oranv yang lewat. "Kau yakin alamat nya benar Jess?" tanya Aldi mengeryit sambil matanya fokus menatap ke depan.
"Sepertinya benar, kita lurus saja ikuti petunjuknya" saran Jessy.
Aldi melajukan mobilnya lurus ke depan dengan ragu. Mobil Aldi mulai memasuki hutan yang di tumbuhi dengan pohon rimbun di samping kiri dan kananya.
Aldi menajamkan penglihatannya dengan kening berkerut. Aldi melihat satu bangunan kosong seperti bekas pabrik yang di tumbuhi ilalang di samping bangunan. "Itu bukan Jess tempatnya," tanya Aldi sembari menunjuk ke bangunan.
"Mungkin benar, karena di sini hanya ada satu bangunan saja" jawab Jessy dengan tatapan horor menatap gedung kosong tersebut.
Aldi menghentikan mobilnya tepat di depan gedung kosong tersebut.
__ADS_1
"Ayo kita turun" ajak Aldi seraya melepas seatbelt nya begitu juga Jessy.
Mereka turun dari mobilnya. Secara perlahan mereka mulai melangkah memasuki gedung tersebut dengan tatapan waspada.
"Sepertinya ada yang tidak beres Jess" ucap Aldi yang mulai curiga, pasalnya dia tidak melihat anak buahnya terlihat di situ.
"Coba kita masuk lebih dalam lagi, mungkin saja mereka sedang menjaga sanderaanya di suatu ruangan" saran Jessy yang masih berpikir positif.
Aldi jalan lebih dulu yang di ikuti Jessy di belakangnya sambil merangkul lengan Aldi.
Brakkkk
Tiba-tiba pintu depan tertutup membuat Aldi dan jessy terlonjak kaget.
Prokkkk
Prokkk
Prokkk
"Ternyata ini semua rencana kalian" ucap Raka dengan nada dingin tanpa ekpresi.
"Raka..." gumam Jessy
"Ternyata ini hanya jebakan, aku sudah menduganya sejak awal memasuki gedung ini" lirih Aldi yang masih di dengar sampai ke telinga Jessy.
Raka duduk santai di sebuah kursi yang kebetulan ada di situ sambil menyilangkan kakinya.
"Ikat mereka berdua" perintah Raka kepada anak buahnya.
Anak buah Raka maju menarik tubuh Jessy dan juga Aldi.
__ADS_1
Jessy memberontak ketika anak buah Raka mulai mengikat tubuhnya dengan menggunkan tali."Lepas brengsek" bentak Jessy.
"Lepas Raka, kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini" raung Jessy.
"Sebenarnya apa yang inginkan Jess? Apa selama ini hukuman di balik jeruji besi masih kurang untukmu Jess? apa kau ingin aku membunuhmu hmmm" ucap Raka dengan senyum nista di bibirnya. "Sudahi kegilaanmu sebelum kesabaranku habis Jess, terima kenyataan kalau aku memang bukan jodoh terbaik untukmu, lagian semua ini terjadi karena ulahmu sendiri jadi terima kenyataan Jess" lanjutnya.
"Aku mencintaimu Raka, aku sangat mencintaimu" lirih Jessy.
Raka mencengkram rahang Jessy hingga Jessy mengaduh sakit. "Sssttttt.....sakit Raka" ringis Jessy.
"Berhenti mengucapkan kata cinta Jess, pada kenyataan nya kau sendiri yang menghianatiku. Apa yang kau tanam itulah yang akan kau tuai" sengit Raka seraya menghempaskan wajah Jessy kesamping.
Kini Raka beralih mendekati tubuh Aldi yang sudah terikat.
"Lepasin gue sialan, jangan jadi pengecut Raka" marah Aldi terus berontak berusaha melepaskan ikatan di tubuhnya.
"Apa kau bilang? Pengecut? Selama ini aku diam bukan berarti lemah, selama ini aku tidak membalasmu karena aku masih menganggapmu sebagai temanku. Tapi aku tak menyangka kau malah menyuruh orang untuk menculik anak-anak ku." ucap Raka dengan tatapan sendu melihat Aldi.
Bagaimana pun dulu Aldi teman dekatnya ketika dia menempuh pendidikan di luar negeri, Aldi selalu membantunya ketika Raka dalam kesusahan.
"Teman macam apa yang tega membunuh adik teman nya sendiri hah" hardik Aldi emosinya mulai meluap.
"Aku sudah bilang bukan aku pembunuhnya. Aku tidak bisa membalas cinta adikmu karena aku sudah menganggap dia seperti adiku sendiri. Aku tak mungkin menerimanya karena aku tak mempunyai perasaan sedikit pun kepada adikmu, jika aku memaksakan diri untuk menerima dia justru itu akan membuat adikmu jauh menderita." jelas Raka panjang kali lebar agar membuat pikiran Aldi terbuka.
"Kenapa kau hanya menyalahkanku hah, di mana peran kamu sebagai kakak ketika adikmu sedang terpuruk kau malah asik dengan duniamu sendiri dan memilih mengabaikan adikmu itu. Hingga adikmu bunuh diri kau malah menyalahkan orang lain" lanjut Raka.
Aldi tertunduk, dia merasa perkataan Raka benar, dia lebih memilih teman-temannya ketimbang adiknya, padahal adiknya meminta dirinya untuk menemaninya sambil bercerita.
"Cobalah berdamai dengan keadaan Al, ikhlasin kepergian Nessa (adik Aldi) supaya dia tenang di sana, dia akan sedih jika melihat kakak yang di sayanginya justru berubah jahat seperti ini" ucap Raka sambil menepuk pipi Aldi.
Bersambung
__ADS_1
Happy reading guys🙏