PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 82


__ADS_3

"Apa ini tidak terlalu cepat nak? Bukankah kalian baru saja kenal....akan lebih baik kalian tunangan dulu sambil saling mendalami karakter masing-masing" protes Widi dengan cara yang bijak.


"Tidak, keputusan papa sudah final" tegas Jimmy.


"Awas saja aku akan menghancurkan pernikahan kalian. kalian semua sudah bersenang-senang di atas penderitaanku" ancam Sera dalam hati.


"Memangnya om Damanik sudah menyetujui keputusanmu ini Lex" tanya Raka ingin tahu.


Pasalnya sahabatnya itu tak mungkin mengambil keputusan ini atas persetujuan orang tuanya.


"Tentu saja, karena dialah yang menyuruhku untuk mempercepat pernikahanku dengan Sherli" jawab Alex kesal. Kedua orang tuanya itu malah asik menikmati hari tuannya dengan berkeliling dunia, sedangkan dirinya di suruh mengelola perusahaanya seorang diri.


"Terus kenapa wajahmu kesal begitu" tanya Raka merasa aneh, bukankah justru itu kabar bagus buat dirinya. Lantas kenapa wajah sahabatnya itu terlihat kesal.


"Karena dia ingin ikut honeymoon bersamaku. gila kan, hanya pak Damanik saja yang tak mau kalah saing dengan anaknya sendiri" dumal Alex.


Raka dan yang lain tertawa terbahak, apa lagi Jimmy yang sudah tahu watak temannya itu.


Mereka terlibat obrolan yang terlihat begitu akrab, mereka seolah melupakan keberadaan Sera dan juga Widi.


Sedangkan Sherli sudah bersama Alana membawa kue nya kebelakang seraya menyusul mamanya yang ada di taman sedang bermain dengan kedua cucunya.


Tak lama dari depan Rumah terdengar suara berisik mesin mobil. dan ternyata itu Dimas...Dia tadi sudah ke rumah Sera namun penjaga bilang kalau Sera lagi di rumah Alana, makanya dia menyusul Sera ke rumah Alana.


Dimas masuk ke dalam rumah Alana dengan keadaan wajah yang merah padamm seperti tengah menahan amarah.


"Kau menyusulku ke sini sayang" sapa Sera ketika melihat Dimas memasuki rumah Alana. Sera berdiri lalu berjalan mendekati Dimas.


"Berhenti memanggilku dengan sebutan yang menjijikan Sera" ucap Dimas yang masih mengontrol emosinya, bagaimanapun itu di rumah orang, jadi Dimas masih menjaga sopan santun.


"Maksudmu apa sayang? Aku tak mengerti" tanya Sera yang memang tak mengerti dengan kemarahan Dimas.


"Kau akan mengakui sendiri kelakuanmu di belakangku atau aku akan membeberkan semuanya di depan semua keluargamu" ucap Dimas dengan penuh penekanan.


Semua yang ada di situ masih diam saja sambil mencerna permasalahannya.


Tapi tanpa mereka sadari ada satu orang yang tersenyum tipis melihat perdebatan mereka berdua.

__ADS_1


"Katakan yang jelas Dimas, aku tak tahu apa yang kau maksud" sentak Sera yang sudah kesal dengan tuduhan Dimas kepadanya.


Dimas melempar beberapa lembar foto ke wajah Sera.


Widi pun yang merasa penasaranpun mengambil salah satu foto tersebut.


"Maksudnya apa ini nak Dimas" tanya Widi terbata dengan tubuh yang terlihat bergetar.


"Tante bisa tanyakan sama anak tante sendiri" sahut Dimas tanpa mengalihkan wajahnya dari sera dengan tatapan membunuh.


"Jawab mama Sera" tegas Widi.


Sera terdiam terpaku melihat foto dirinya sedang tidur dengan seorang lelaki di dalam kamar hotel dengan keadaan tubuh yang hanya tertutup selimut dan berada di pelukan pria asing itu.


Lidah Sera terasa kelu menjawab pertanyaan mama nya.


"Apa benar wanita yang ada di foto itu kamu Sera. Bilang sama mama kalau itu editan Sera" Tanya Widi lagi. Namu dia tak mendapat jawaban dari putri kesayangannya itu


Widi yang sudah tak sabar pun langsung mencengkram kedua bahu Sera lalu berkata lagi.


"Jawab Mama Sera! Apa semua benar kalau yang ada di foto itu kamu ha, hingga kau kini tak mampu menjawab pentanyaan mama" sentak Widi.


"Ada apa ini ma" tanya Sherli kepada mamanya yang terlihat sedang marah sama kakaknya.


"Iya, yang di foto itu memang aku, puas kalian semua....aku melakukan semua ini karena dia" teriak Sera yang malah berganti menyalahkan Sherli.


Plakkk....Widi menampar pipi Sera, dia kecewa dengan putrinya. dia sudah meprioritaskan dirinya lebih dari yang lain tapi kini malah mengecewakan.


Sherli yang bingung pun menunjuk dirinya sendiri seraya berkata."Aku? Memangnya apa salahku" lirih Sherli yang memang tidak tahu apa-apa.


"Iya semua karena kamu, semua orang menyukaimu padahal kau tak lebih cantik dari ku, tapi semua orang lebih memilihmu di banding aku" ucap Sera yang tak berdasar.


Sherli tertawa miris melihat kakaknya yang malah menyalahkan dirinya.


"Apa yang membuat kakak iri padaku?, padahal mama aja lebih memprioritaskan kakak ketimbang aku, apa mama pernah memperhatikanku?, apa mama pernah peduli terhadapku?, bahkan sekedar bertanya sudah makan belum saja mam tidak pernah, terus apa yang membuat kakak iri"


Kalau maslah semua orang menyukaiku, apa itu semua salahku kak? Apa aku bisa mencegah semua orang agar tak menyukaiku? Bukankah aku tak bisa mengatur perasaan seseorang untuk tidak menyukaiku. Bahkan kakak merebut Dimas dariku saja akau tak pernah marah sama kakak. Selama ini aku kecewa bukan karena kakak yang mengambil Dimas dariku, tapi aku marah dan kecewa karena sikap mama terhadapku, kenapa kakak tidak pernah memikirkan itu. Kenapa kaka malah egois dan merampas mama dariku" ucap Sherli dengan berderai air mata, ia mengeluarkan uneg-uneg nya yang selama ini ia pendam.

__ADS_1


Alana merangkul bahu Sherli, ia memberi kekuatan untuk sepupunya itu.


Widi menunduk mendengar curahan hati putri bungsunya itu, ia merasa bersalah karrna selama ini sudah mengabaikannya.


Jimmy langsung menghampiri Sherli lalu memeluknya, ia tak menyangka kalau putrinya telah memendam semua perasaanya.


"Hahahah.....sekarang kalian semua sudah tahu semuanya bukan, lalu apa kalian juga akan menyalahkanku hiks" ucap Sera seperti orang gila yang tertawa lalu menangis secara bersamaan.


Alana berlari memeluk suaminya, ia bingung dengan situasi yang sedang terjadi, pasalnya ia tidak melihatnya dari awal.


*Flasback On*


Setelah Alex pulang dari rumah Sherli waktu itu yang Sera meminta dirinya untuk menikahinya, Alex langsung menyuruh orangnya untuk mencari tahu tentang Sera.


Tak butuh waktu sampai sehari Alex sudah mendapatkan semua bukti tentang kegiatan Sera di luar rumah.


"Kau sudah mendapatkannya" tanya Alex kepada orang suruhannya.


"Sudah bos" jawab orang suruhan Alex yang bernama tian.


"Sekarang kamu kirim semua bukti itu keperusahaan Dimas Adi Jaya" perintahnya.


"Baik bos" jawab Tian.


Keesokan harinya Tian lansung mengirim semua bukti yang ia dapat itu ke perusahaan Dimas.


Karena kesibukan Dimas yang lumayan padat, baru hari ini Dimas barusan sempat membuka amplop yang di kirim oleh orang misterius itu kepadanya.


*Flasback OFF*


Bersambung


Jangan lupa


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Happy reading guys🙏


__ADS_2