PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 91


__ADS_3

Raka mempercepat liburannya, dia tak mau sesuatu terjadi dengan keluarganya. Raka memilih mengajak kembali keluarganya ke kota.


"Kita pulang sekarang sayanh, ada yang harus aku urus" ucap Raka.


Alana mengeryit penasaran. "Ada apa sayang, sepertinya serius" tanya Alana.


Raka memegang kedua bahu istrinya. "Kita di ikuti oleh seseorang sayang, aku belum tahu siapa yang menyuruh mereka mengikuti kita. Lebih baik kuta pulang sekarang sebelum terjadi sesuatu sama anak-anak. Aku berjanji lain kali akan mengajak kalian liburan lagi jika situasinya sudah aman" ucap Raka dengan sorot mata serius.


Alana mengelus rahang kokoh suaminya. "Jangan khawatir, aku akan mengajak anak-anak pulang sekarang juga" sahut Alana.


Raka membawa tubuh ramping istrinya kedalam pelukannya, "terima kasih atas pengertiannya sayang, aku tak akan bisa memaafkan diri ku sendiri jika sampai terjadi sesuatu dengan kali" lirih Raka sambil mengecup puncak kepala istrinya.


"Sekarang lepaskan aku sayang, aku harus berkemas" Pinta Alana namun Raka semakin mengeratkan pelukannya.


"Tapi aku masih kangen sama kamu sayang" ucap Raka manja.


"Jangan ngadi-ngadi deh yang, orang kita liburan bareng kok bisa-bisanya bilang kangen" omel Alana sambil melerai pelukannya.


Raka cengengesan mendengar omelan istrinya. "Kangen tubuhmu yang selalu membuatku candu sayang" bisik Raka di telinga Alana, setelah itu dia langsung lari keluar dari kamar.


"Raka Wijaya......kau sungguh membuatku kesal" pekik Alana lalu lirih di akhir.


Sedangkan di luar kamar Raka sudah tertawa terbahak-bahak mendengar istrinya berteriak. Dia memang suka menggoda istrinya, istrinya itu sangat menggemaskan jika sedang merajuk.


"Kau kenapa ka" tanya Alex yang kebetulan lewat di depan kamar Raka.


Raka mencoba menghentikan tawanya. "Tidak...sudah cepat kita harus berkemas" kilah Raka.


"Baik Ka" sahut Alex.


Raka keluar dari Villa ingin menemui Andre sekalian memanggil anak-anak.

__ADS_1


"Bagaimana Ndre? Apa mereka sudah tertangkap? Tanya Raka mendudukan tubuhnya di sebelah Andre.


Andre menghela nafas panjang. "Beruntung kita cepat bertindak ka, anak buah kita memergoki mereka yang ingin menyabotasi mobil kita, aku tak terbayang jika kita lengah dikit saja pasti semuanya akan berubah" ucap Andre menerawang jauh ke arah laut lepas.


Raka mengetatkan rahangnya. "Kita harus bereskan masalah ini segera Ndre, mereka benar-benar sudah keterlaluan. Aku sangat yakin kalau mereka orang suruhan Jessy." ucap Raka dengan sorot mata yang menyiratkan kemarahan.


"Aku juga berpikir seperti itu ka, bukankah selama Jessy di penjara kita aman-aman saja tidak ada yang menganggu kita, giliran sekarang Jessy keluar ada aja yang mengganggu keluarga kita" jelas Andre.


Raka bangkit dari duduknya. "Ayo kita panggil anak-anak, kita harus segera menemui orang itu, bukankah lebih cepat lebih baik bukan" ajak Raka sambil menepuk bahu Andre.


Raka menghampiri buah hatinya yang sedang membuat istana pasir dengan anak sahabatnya. Raka berjongkok di depan putrinya yang masih serius memasukan pasir kedalam wadah.


"Sayang, sudah ya, kita harus segera pulang ke kota" ucap Raka lembut.


Nayla mengangkat kepalanya melihat wajah papanya. "Kenapa kita halus pulang pa, Nay masih mau di sini, iya kan Ala" protes Nayla dengan wajah merengut.


"Iya om Laka, kita kan balu campai kok cudah mau pulan cih, om Laka ndak acik cekali" protes Ara dengan nada kesal.


Raka tersenyum mendapatkan protes dari anak-anak. "Papa Raka, janji nanti akan ajak kalian liburan lagi" ucap Raka lembut.


"Hai, sejak kapan papa Raka bohong sama kalian hmm" ucap Aka tak terima.


"Belum kali pa, iya kan Ala"


Raka gemas dengan putrinya yang sudah mulai berani memprotes ucapannya, dia langsung mengangkat tubuh mungil putrinya tinggi, lalu menciumi perutnya.


"Ampun papa, geli papa....iya Nay mau pulang" Nay tertawa kegelian.


*


*

__ADS_1


Setelah berkemas mereka langsung kembali ke kota dengan menggunakan dua mobil, Raka ikut gabung dengan mobil Andre, karena mobil Raka sempat di rusak rem nya oleh orang suruhan Jessy.


Tiba di rumah Raka menurunkan keluarganya termasuk Chika dan juga Ara. Setelah itu dia pergi menuju gudang tempat anak buahnya menyekap orang suruhan Jessy.


Tiba di lokasi Raka langsung masuk menemui anak buahnya. "Dimana mereka" tanya Raka dengan nada dingin.


"Mereka ada di dalam tuan," jawab anak buah Raka , lalu memandu Raka masuk kedalam menemui orang tersebut.


Raka dan Andre mengikuti anak buahnya dari belakang. "apa yang kalian temukan" tanya Raka.


Anak buah Raka menunjukkan benda pipih ke pada Raka, "Kita menemukan ponsel ini di saku celananya" jawab anak buah Raka lalu memberika benda tersebut kepada Raka.


Tak lama benda yang di pegang Raka berdering, Raka melihat nomor yang di tertera di layar. Raka mengerutkan dahinya seperti tak asing dengan nomor tersebut. "Jawab, dan pancing tuanmu kesini, atau aku akan membunuh semua keluargamu termasuk istri dan juga anakmu" perintah Raka di certai ancaman.


"Tolong jangan libatkan keluarga kami tuan, kami akan melakukan apa yang tuan mau" ucap salah satu anak buah Jessy dengan tubuh bibir bergetar melihat sosok Raka yang menakutkan.


"Angkat sekarang, jangan sampai mereka curiga" perintah Raka sambil memberikan ponsel ke orang suruhan Jessy.


Orang suruhan Jessy menerima posel dari Raka, dia menerima panggilan Jessy.


"Bagaimana? Apa kalian berhasil menculik anak mereka" tanya Jessy langsung dari sebrang telpon.


Raka yang mendengarpun mengetatkan giginya hingga bunyi gemeletuk.


"Sudah nyonya, kita ada di gudang pinggiran kota" jawab anak buah Jessy tanpa membuat Jessy curiga.


"Kerja bagus, aku akan segera kesana" sahut Jessy langsung mematikan panggilannya sepihak.


Raka mengalihkan pandangan nya ke wajah Andre."Singkirkan mobil kita dari depan gedung Ndre, aku tak ingin Jessy melihat mobil kita" perintah Raka.


"Baik Ka" jawab Andre.

__ADS_1


Bersambung


Happy reading guys🙏


__ADS_2