PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 68


__ADS_3

Alana masih berada di kantor Raka dengan kedua buah hati nya, Raka tak mengijinkan istri dan anak nya pulang terlebih dahulu. Raka menyuruh Alana menunggunya sampai pekerjaan nya beres.


Raka tengah fokus mengerjakan berkas-berkas yang menggunung di meja nya.


"Sayang, ada yang bisa aku bantu tidak" tanya Alana kasihan melihat pekerjaan suaminya begitu banyak.


Raka mendongak menatap wajah teduh istrinya.


"Tidak usah sayang, kamu jaga twins aja" sahut Raka sambil tersenyum mengelus pipi Alana.


"Tapi aku bosan, twins sedang tidur" rajuk Alana karena suaminya tidak memperbolehkan ia bekerja.


"Bukankah istriku ini juga bisa ikut mereka tidur, aku tidak mau otak kecil istriku ini pusing karena mengerjakan berkas sialan ini" ucap Raka.


"Terus apa gunanya aku kuliah, jiak aku tak di perbolehkan bekerja" gerutu Alana sambil berjalan menghentak hentakan kakinya menuju ke sofa.


Raka tertawa kecil melihat tingkah istrinya itu, terkadang istrinya itu masih bersikap selayak nya anak kecil, Alana suka tidak menyadari kalau dirinya sudah menjadi seorang ibu dari dua bayi mungil itu.


Alana menghempaskan tubuh nya ke sofa, dia memilih memainkan game yang ada di ponselnya sambil rebahan.


Raka sesekali melirik istrinya yang begitu asik memainkan posel nya.


Selang tiga puluh menit Raka tidak mendengar lagi suara istrinya, Raka melihat ke arah istrinya, ternyata Alana tidur menyusul buah hati nya yang sudah dari tadi terlelap.


"Akhirnya tidur juga, dari tadi membuatku tak fokus karena mendengar celotehan nya" gumam Raka.


Raka larut dalam pekerjaan nya, tak terasa waktu menunjukan pukul lima sore. Raka menghentikan aktivitasnya, dia menghampiri Istrinya untuk membangunkan nya.


"Sayang bangun" panggil Raka sambil menepuk pipi Alana pelan.


"Eughhhh....Jam berapa sayang" tanya Alana dengan muka bantal nya.


"Sudah jam lima, Ayo pulang kasihan twins" ajak Raka, kebetulan dua bayi itu juga ikut membuka mata nya.


"Hai boy, kau sudah bangun juga rupanya" sapa Raka kepada putranya, Baby Narendra diam dengan mata yang berkedip kedip.


"Anak papa lucu sekali, kenapa wajahmu datar sekali boy, papa jarang melihatmu tersenyum" keluh Raka melihat Baby Narendra yang selalu stay cool sejak bayi.


"Gak usah ngeluh sayang, dia begitu karena menuruni sifatmu yang datar kek jalan tol" sindir Alana.

__ADS_1


"Tak masalah di bilang kek jalan tol, yang penting kamu bucin sama aku sayang, bahkan aku pergi kerja pun kau mengikutiku" ucap Raka tanpa rasa bersalah sama sekali.


Sungguh Raka mempunyai rasa percaya diri yang patut di acungi jempol, Alana tercengang dengan ucapan suaminya itu.


"Mohon maap tuan Raka yang terhormat, bukankah kau yang lebih dulu bucin kepadaku. Bahkan siang tadi kau memintaku datang kemari, bisa-bisanya kamu bilang aku yang mengikutimu" Sahut Alana tak terima.


Ucapan Alana membuat suaminya tak berkutik, dia lupa dengan mulut barbar istrinya.


"Iya Nyonya, hamba meminta maaf ibunda ratu" pasrah Raka, daripada urusan nya semakin panjang ye kan.


"Ya, saya maafkan, sekarang kau harus membawa kami pulang ke rumah" titah Alana dengan sedikit congak. Membuat Raka mencebik.


Raka mendorong Stroller kedua bayinya, sedangkan Alana berjalan sambil merangkul lengan suaminya. Banyak karyawan yang memperhatikan mereka. Mereka terkagum kagum degan keluarga kecil itu, Bos nya itu terlihat begitu menyayangi istrinya dan juga buah hatinya.


Banyak karyawan Raka yang menyapa mereka, Alana selalu membalasnya dengan senyum ramah kepada karyawan Raka, banyak karyawan Raka yang menyuka Alana karena sifat ramah nya. Alna tidak sombong meskipun memiliki suami seorang CEO.


Sopir Raka sudah menunggu bos nya itu di depan.


tiba di depan Raka dan Alana langsung masuk ke mobil begitu juga dengan twins.


Sopir menjalankan mobilnya menuju mansion keluarga Wijaya dengan kecepatan sedang.


Terkadang mama nya yang datang menegok Alana di mansion Wijaya, tapi ini udah hamoir dua minggu mama nya tak kunjung menengok Alana, paling hanya mengabari lewat telpon saja.


"Iya sayang, aku juga khawatir sama mama, tumben sudah dua minggu belum juga main ke rumah, katanya tante tinggal sementara di rumah mama" sahut Alisya. Iya tante yang tak lain adalah ibu Sherli adik dari mama Alana. Dulu mereka sempat berantem karena permasalahan warisan.


"Gimana kalau weekend nanti kita main ke rumah mama sayang" saran Raka sambil memangku putrinya.


"Boleh sayang" sahut Alana sambil menyandarkan kepalanya di bahu Raka.


Satu jam perjalanan mobil Raka tiba di pekarangan keluarga Wijaya.


Alana dan Raka memasuki rumah langsung di sambut oleh kedua orang tuanya dan juga adek nya.


"Utukkkk...utuukkkk.utuukkkk... CucU oma ikut papa bekerja ya" ucap Mommy Ella sambil mengambil Baby Nay dari tangan Raka. Baby Nay tersenyum di goda sang oma.


"Kau murah senyum sekali sayang, tidak ssperti kakamu yang selalu datar" cicit oma Ella.


"Meskipun datar kelak dia yang akan mewarisi harta mu Mom" seloroh Raka membuat Mommy Ella mendengus.

__ADS_1


"Jangan kau lupakan anakku nantinya kak" sahut Arga tak mau kalah.


"Ah itu mah masih lama, bahkan kekasih saja kau belum punya" ejek Raka. Semua menggeleng melihat tingkah kaka beradik itu yang saling ejek tak mau kalah.


*


*


*


Malam hari setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga. Suasana semakin rame kala terdengan suara tawa dari twins.


Ketika semua sedang becanda, mereka di kejutkan dengan kedatang pelayan.


"Tuan ada tamu di depan" ucap pelayan.


"Siapa bi" tanya Mommy Ella.


"Saya tidak tahu nyonya, mereka sepasang suami istri paruh baya nyonya" jawab pelayan.


"Baik bi, nanti kita akan kesana" sahut Momy Ella. Pelayan pergi dari hadapan mereka.


"Ayo Dad kita datangi orang itu, momy penasaran sepertinya momy tidak memiliki janji dengan siapapun" cerocos momy Ella.


Daddy Rudi bangkit dari tempat duduk nya, dia berjalan beriringan dengan istrinya menemui orang itu di ruang tamu.


Tiba di ruang tamu Daddy rudi dan momy Ella mengeryit melihat siapa yang datang bertamu malam-malam. Mereka merasa tak asing dengan wajah kedua paruh baya itu.


Momy Ella mendudukan tubuhnya di sofa kosong do hadapan mereka dan di ikuti suaminya yang duduk di sebelahnya.


"Maaf, kalau boleh tau kalian siapa? Ada kepentingan apa kalian datang ke rumah saya malam-malam begini" tanya momy Ella.


"Perkenalkan Nyonya, saya orang tua Jessy kekasih putra anda" jawab papa Jessy dengan penuh percaya diri.


**Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote🙏


Happy reading guys🙏**

__ADS_1


__ADS_2