PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 95


__ADS_3

Setelah menyelesaikan permasalahan dengan Jessy dan Aldi, Raka dengan kedua sahabatnya memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu restoran langganannya.


Mereka bertiga duduk menunggu makanan sembil berbincang.


"Rencana kalian kedepannya apa" tanya Raka membuka obrolan.


"Tentu saja membuat adik baru buat Ara" seloroh Andre.


"Terus kamu apa Lex?" tanya Raka sambil meneguk minumannya.


"Aku juga ingin membuat adik untuk Sky, tapi aku takut nanti istriku akan di monopoli sama kedua anakku, Sky satu saja sudah membuatku kesal apa lagi dua. Yang ada aku puasa mulu nanti" ujar Alex.


Raka dan Andre tertawa kecil, dia bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Alex yang tidak bisa menyentuh istrinya karena di monopoli sama putranya itu.


"Sama saja Lex, Nay juga lebih sering dekat sama aku ketimbang Alana, berbeda sama Narendra yang lebih suka sama mamanya" ujar Raka.


"Paling enak mah Andre, lebih bebas kek nya." ceplos Alex.


"Tentu saja, tapi jangan lupakan sikap barbar putriku yang selalu membuat emosi ku dan Chika, suka ngeyel kalau di bilangin" sahut Andre.


Andre mengingat putrinya yang selalu berdebat dengan Chika hanya karena masalah kecil.


"Itu sih gen Chika yang lebih dominan di Ara, kau ngga ingat dulu sebelum kau menikahi Chika, kau kan sering di buat kesal sama dia" ucap Alex mengingatkan masa lalu Andre.

__ADS_1


"Siapkan Ara untuk menjadi asisten Narendra nanti Ndre, biar putraku itu sedikit tertular dengan sifat berisik Ara. Narendra terlalu kaku padahal dulu aku tidak seperti itu" kesal Raka kalau mengingat wajah datar putranya.


"Ck, kau tak sadar diri rupanya Ka, wajahmu saja selalu datar jika di hadapan orang lain, makanya orang sering menyebutmu kulkas dua pintu, jadi jangan aneh kalau putramu begitu" cibir Alex. Membuat Raka mencebik kesal.


Dia datar saja banyak ciwi-ciwi yang terpesona, apa lagi kalau dia ramah....yang ada makin menbuat kaum hawa meleleh tiap kali melihatnya.


Andre melempar Raka dengan gulungan tissu karena kesal. "Kamu ini ada-ada aja ka, Ara masih umur tiga tahun sudah di kasih beban berat seperti itu" kesal Andre.


"Kan nanti Ndre, bukan sekarang," balas Raka.


"Itu terserah Ara nanti mau jadi apa, aku tidak bisa memaksanya, aku hanya bisa mengarahkan saja" sahut Andre.


Mereka terus mengobrol di sela-sela makannya, hingga tak terasa makan pun habis dan mereka baru sadar kalau ternyata mereka ngobrol hingga tiga jam.


Mereka pun keluar meninggalkan restoran tersebut. Mereka berpisah di parkiran dan pulang ke rumah masing-masing.


Raka dan Alex sudah di jemput oleh sopir pribadinya, pasalnya tadi mereka hanya menggunakan satu mobil yaitu mobil Andre.


*


*


Sang surya sudah tenggelam beberapa waktu yang lalu, Alana dan keluarga kecil nya baru saja menyelesaikan makannya. Alana memilih duduk di balkon kamarnya sambil menikmati jingga yang menarik hadirnya sang malam.

__ADS_1


Alana menatap langit malam yang begitu gelap, tak ada satupun bintang yang muncul di langit seperti menandakan kalau sebentar lagi akan turun hujan.


Raka masuk kedalam kamarnya, dia merasa terusik dengan keadaan pintu balkonnya yang terbuka. ia segera menegoknya ternyata istrinya sedang berdiri sambil menikmati malam.


Raka memeluk istrinya dari belakang lalu menempelkan dagunya di bahu Alana. "Sedang apa sayang? Kenapa di luar hmm" bisik Raka di telinga istrinya sambil mengecup pipi Alana.


Alana menoleh mengusap pipi suaminya. "Tak terasa kita sudah sama-sama selama kurang lebih enam tahun, banyak ujian yang kita hadapi bersama. Tapi aku bersyukur kita masih bisa mempertahankan pernikahan ini, sekarang juga kita sudah mempunyai twins yang makin hari semakin bertambah umur" ucap Alana dengan pandangan lurus ke depan.


"Terima kasih sudah mau bertahan dengan ku Sayang, dan kelak kita akan menua bersama sehidup semati sayang. I LOVE YOU MY WIfE" lanjut Raka sambil mengeratkan pelukannya.


"I LOVE YOU MY HUSBAND" balas Alana membalikkan badannya menghadap Raka, Alana berjinjit mencium bibir tebal suaminya.


Raka membalas ciuman Alana, dia menyesap bibir Alana, ciuman itu cukup dalam dan lama sehingga membuat mereka berdua larut dalam gairah yang membakar tubuhnya.


Raka mengangkat tubuh Alana seperti koala tanpa melepaskan pangutan di bibirnya. Raka membawa Alana masuk kedalam dan merebahkannya di atas ranjang empuk mereka berdua.


Raka menatap mata sayu istrinya yang sudah berhasrat. Raka menindih tubuh istrinya. Hingga membuat mereka menuntaskan dahaga di dalam tubuhnya yang ingin segera di puaskan.


TAMAT๐Ÿ’•


Terima kasih buat para readers yang sudah setia mengikuti kisah Alana dan Raka. Author juga mengucapkan terima kasih buat kalian semua yang selalu mensupport karya author๐Ÿ™


Sampai bertemu di novel Author yang lain guys๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2