
Setelah usai mengobrol dengan Andre, Raka masuk kembali ke ruang Alana.
"Kalian pulang saja Mom, ma, biar Raka yang menjaga Alana di sini" pinta Raka kepada orang tua dan juga mertuanya.
"Mommy pengen menemani menantu Mommy Sayang" sahut Mommy Ella yang belum rela meninggalkan menantunya itu.
"Mom" ucap Raka memohon. Mommy Ella menghela nafas pelan.
Raka tidak mau melihat orang tuanya kecapekan, biarin dirinya yang jaga Istrinya sendiri.
"Ok, Mommy akan pulang, kamu jangan lupa makan" ucap Mommy Ella mengingatkan Putranya.
" Iya nanti Raka akan menyuruh Andre untuk membeli makanan" sahut Raka membuat Mommy nya lega.
"Sayang, mama sama papa pulang dulu ya, besok mama kesini lagi untuk menjegukmu" pamit Mama Lita pada Putrinya.
"Iya mam, hati hati" ucap Alana sambil tersenyum seolah tidak terjadi apapun, supaya mama nya tidak begitu khawatir.
"Kamu banyak istirahat ya, supaya nanti cepat sembuh" ucap Papa Kai sambil mencium pucuk kepala Alana.
"Mommy dan Daddy juga pulang dulu Sayang" pamit Mommy Ella dan Daddy Rudy, kemudian bergantian mencium kening menantunya.
Kini di kamar tinggal lah berdua Raka dan Alana.
"Kamu mau sesuatu Sayang" tanya Raka lembut dengan penuh kasih sayang.
"Aku mau apel Sayang" pinta Alana manja.
"Emm" Raka mengangguk
Raka mengupas apel untuk Alana, usai di potong Raka langsung menyuapi Alana.
"Kamu makan dulu Sayang. Jangan sampai kamu sakit, nanti tidak ada yang menjagaku Sayang" ucap Alana menasihati Raka.
"Setelah ini aku akan makan Sayang" jawab Raka. Dia langsung mengirim pesan ke Andre untuk membelikan makanan.
"Kamu masih ada yang sakit gak Sayang" tanya Raka, takut nya Alana menutupi keadaanya supaya dirinya tidak khawatir.
"Aku baik baik saja Sayang" jawab Alana dengan yakin. Raka mengelus perut buncit Alana dan menciuminya.
"Selamat malam anak anak papa. Kalian hebat papa bangga sama kalian, jadilah anak anak papa yang kuat Sayang, papa sangat mencintai mama kalian, nanti setelah kalian lahir kalian juga harus menyayangi mama" ucap Raka di perut Alana.
Alana tersentuh dengan ucapan Suaminya. Dia terharu karena akhirnya Suaminya itu begitu sangat menyayangi dirinya.
Alana mengusap puncak kepala Raka yang berada di perutnya.
"Sini Sayang, tidur lah di sampingku" pinta Alana.
"Nanti kamu sempit Sayang" ucap Raka.
"Tapi Baby minta di peluk papa nya" rengek Alana. Padahal yang minta di peluk dirinya sendiri, namun anak anaknya lah yang ia jadikan alasan.
"Twins apa mamanya yang minta peluk" goda Raka sambil menaik turunkan alisnya. Wajah Alana langsung merona katena di goda Suaminya.
"Aku kangen Sayang" cicit Alana sambil menunduk malu menyembunyikan mukanya yang memerah.
Raka tertawa kecil melihat Istrinya yang malu-malu.
"Baiklah, suami akan memeluknya" ucap Raka sambil naik ke brankar Alana.
Alana tidur sambil membelakangi Raka, dia takut kalau perutnya ke gencet.
__ADS_1
Raka memeluk Alana dari belakang sambil, tangan kanan nya ia gunakan untuk bantal kepala Alana, sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk mengusap perut Alana.
"Tidurlah" titah Raka.
Tak butuh lama terdengar dengkuran halus dari Alana, menandakan Istrinya itu sudah tenggelam menyelami mimpinya.
"Aku menyayangimu Sayang, aku akan selalu berada di sampingmu dan akan selalu menjagamu.Tidur yang nyenyak Istriku" ucap Raka kemudian mencium kepala Alana.
Ceklek
Andre masuk membawa makanan pesanan Raka.
"Suuuttttt" desis Raka lirih sambil meletakkan jarinya di bibir.
Perlahan Raka melepaskan diri dari Alana, dia turun dengan gerakan yang begitu pelan agar tidak membangunkan Istrinya.
"Kau sudah makan Ndre" tanya Raka pelan.
"Sudah Ka" jawab Andre sambil meletakkan makanan di meja yang ada di ruangan Alana.
"Pulanglah, besok pagi kau jemput aku di sini" titah Raka. Andre mengangguk lalu beranjak dari ruangan tersebut.
Raka membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, setelah selesai ia langsung makan.
Usai makan Raka mengerjakan pekerjaan nya yang tertunda.
Pukul satu malam Raka menyudahi pekerjaannya, kemudian dia naik menyusul Alana.
Mereka tertidur lelap dengan saling berpelukan. Ruangan Alana Vip jadi ranjangnya tidak begitu sempit.
*
*
*
"Pagi Sayang, Anak mama sudah bangun ternyata" Sapa Mama Lita sambil mencium kening Alana.
"Pagi ma, Raka mana Ma" tanya Alana.
"Raka tadi sudah pamit sama mama mau ke kantor Sayang" jawab Mama Lita tersenyum melihat Putrinya yang cemberut.
"Raka tadi tidak mau mengganggu istirahat kamu Sayang" lanjutnya lagi.
"Iya ma" sahut Alana lesu.
"Mama akan mengelap badanmu Sayang" ucap Mama lita.
Mama Lita dengan telaten mengelap tubuh Alana dengan menggunakan handuk yang di basahi dengan air hangat, setelah selesai Mama Lita mengganti baju Alana.
"Sudah, sekarang kamu sarapan dulu ya" ucap Mama Lita. Alana pun menurut tanpa membantah.
Mama Lita menyuapi Alana bubur yang sudah di sediakan dari rumah sakit.
"Ma nanti antar Alana nengokkin Chika ya" pinta Alana.
"Iya sayang, selesaikan dulu makananmu setelah itu mama akan mengantarmu" ucap mama Lita. Alana mengangguk.
Sedangkan di lokasi lain. Raka dan Andre menuju ke sebuah gudang tempat dimana pelaku di sekap.
"Dimana orang itu" tanya Raka dingin.
__ADS_1
"Mereka ada di dalam tuan" jawab anak buah Raka.
Raka dan Andre memasuki sebuah ruangan yang di gunakan untuk menyekap mereka.
"Bagaimana kondisinya" tanya Raka setelah masuk kedalam ruangan.
"Mereka pingsan tuan" jawab anak buah Raka.
"Siram mereka pakai air" perintah Raka kepada anak buahnya. Tidak ada yang bisa lolos dari cengkraman Raka, apalagi orang itu sudah berani mengusik istri kesayangan nya.
Byurrr
Anak buah Raka menyiramkan air satu ember ke muka dua pelaku yang menabrak istrinya itu.
Kedua pelaku itu tersadar, mereka gelagapan karena wajahnya habis di siram pake air.
"Katakan!!" titah Raka dingin, sambil mencengkram rahang salah satu orang itu.
"....."
Orang itu masih bungkam, belum mau mengatakan yang sejujurnya.
"Katakan, atau aku akan melakukan sesuatu yang akan merugikan mu" ucap Raka dengan tatapan tajam yang siap menghunus kedalam jantung lawannya.
"Ampun tuan" pelaku itu memohon.
"Siapa yang menyuruhmu menabrak istriku ha" Bentak Raka sambil menghempaskan rahangnya dengan kasar, sampai membuat muka orang itu menoleh ke samping.
"Tidak ada yang menyuruh kami Tuan" ujarnya dengan nada bergetar.
Raka yang sudah tidak sabar langsung saja memukulnya, dia tidak suka orang yang terlalu berbelit belit.
Bug
Bug
Bug
"Katakan atau aku akan membunuh keluarga kalian" ucap Raka sambil mencengkram baju pelaku.
"Ampun tuan, jangan sakiti keluarga saya" pelaku itu memohon dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya.
"Kita hanya di suruh tuan" lanjutnya.
"Siapa yang menyuruhmu" tanya Raka dengan nada membentak.
"Tu-an Darren dan no-na Jessy tuan" ucapnya dengan bibir bergetar.
"Brengsek!!!" umpat Raka
Bug
Bug
Bug
"Sudah ka, kau bisa membunuhnya, ingat bayi yang ada di kandungan Alana.
**Bersambung
Bayar author pake komentar guys ya🙏
__ADS_1
Happy reading semua🙏**