PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 73


__ADS_3

"Kau bisa bilang gitu sayang, tapi nanti di kamar juga kau nurut dan menikmati" ceplos Raka tanpa filter. Alana malu mukanya sudah memerah seperti kepiting rebus, kebiasaan suaminya itu kalau bicara suka asal.


"Sumpah, itu bukan suamiku" ucap Alana yang seolah tak mengakui suaminya. Raka mendelik mendengar penuturan istrinya, sedangkan Andre dan Chika sibuk menahan tawanya supaya tidak pecah.


"Awas aja nanti sampai rumah, aku bakal hukum kamu sampai pagi sayang" ucap Raka dengan senyum mesum nya. Sedangkan Alana hanya menaikan bahu acuh.


"Al, kamu jadi gak melepaskan Jessy" tanya Chika. Raka dan Andre mendengarkan istrinya yang sedang ngobrol.


"Aku gak tau Chik" sahut Alana singkat.


"Menurutku sih jangan Al, orang seperti Jessy itu tak akan jera, yang ada dia malah akan membuat rencana baru untuk balas dendam pada kalian" ucap Chika yang terlihat serius.


"Aku tuh heram Chik, sebenarnya salahku tuh apa padahal aku kenal saja tidak, tapi kenapa dia malah mau mencelakai ku, yang memutuskan dia kan Raka, kenapa dendam nya sama aku" kesal Alana.


"Apa kamu tahu penyebab mereka putus Al" tanya Chika, sedangkan Alana menggeleng. Alana tidak tahu detail mereka putus, Raka cuma bilang kalau Jessy selingkuh gitu saja.


"Kau tanyakan saja pada mereka berdua" ucap Alana sambil menunjuk ke arah Raka dan Andre dengan menggunakan dagunya.


Andre dan Raka yang jadi tersangka pun terlihat salah tingkah, sebenarnya salah mereka dulu tidak membereskan Jessy pada waktu itu juga. Sekarang malah menjadi bumerang buat hidup nya sendiri.


"Apa yang penyebabnya" tanya Chika kepada Andre. Andre menatap Raka meminta persetujuan. Alana dan Chika melihat tingkah mereka yang mencurigakan.


"Ceritakan, atau kamu akan tidur di luar" ancam Chika dengan senyum liciknya. Alana mengangguk tanda dirinya juga setuju dengan ucapa Chika.


Andre dan Raka gelagapan mendengar ancaman istrinya itu, tidur di luar adalah hukuman paling horor bagi mereka, karena mereka tidak akan bisa tidur sambil memeluk istrinya. Mereka menghela nafas kasar.


Mau tak mau akhirnya Andre menceritakan kejadian nya kepada mereka atas persetujuan Raka.


Andre menceritakan dari pertama kali Raka mencurigai Jessy sampai Jessy tercyduk bersama pria lain di sebuah hotel di paris.


Alana dan chika terbengong mendengar cerita dari Andre.


"Ganteng doang, tapi jadi selingkuhan orang ternyata" cibir Alana kepada Raka, Chika juga ikut sneyum mengejek Raka.

__ADS_1


Raka makin kesal, karena tidak bisa mengelak pada kenyataan nya ia di jadikan selingkuhan oleh Jessy, sebelum bersama Raka Jessy sudah menjalin hubungan terlebih dulu dengan Darren.


"Terkadang cinta dan bodoh itu beda tipis Al" ceplos Chika cekikikan.


Raka yang kesal pun memilih mengajak isyrinya pulang, dia gak mau jadi bulan-bulanaan mereka yang di jadikan bahan ejekan. Bisa turun wibawa Raka sebagai seorang Ceo di perusahaan raksasa Wijaya Corp.


...****************...


Sedangkan di rumah Sherli, Alex ikut Sherli masuk ke dalam ia sebenarnya begitu penasaran dengan kehidupan Sherli yang berbanding balik dengan kondisi ekonomi keluarganya yang jauh dari kata mampu.


"Assalamualaikum.."ucap Sherli ketika memasuki rumah.


"Waalaikumsalam, kamu baru pulang" sahut mama nya.


"Iya ma" jawab singkat Sherli.


Sherli melihat Sera sedang bersama Dimas kekasih Sera hasil merampas dari Sherli.


"Ck, mana ada kerja jam segini baru pulang, bilang saja kamu habis pulang main kan" sela Sera mulai mengompori mama nya.


"Siapa yang main sih ka, Sherli memang habis pulang kerja, tadi nunggu angkot lama gak datang-datang, akhirnya Sherli di antar sama bos Sherli, kalau mama tidak percaya tanya langsung saja sama bos Sherli" ucap Sherli sambil menggeser tubuhnya dan memperlihatkan Alex ke pada keluarganya.


"****, ternyata bos dia lebih ganteng dari Dimas," umpat Sera dalam hati.


"Apa benar begitu nak" tanya mama Sherli.


"Kenapa anda tidak percaya dengan putri anda sendiri nyonya, memangnya apa bedanya Sherli dengan dia, bukankah sama-sama anak kamu Nyonya" jawab Alex pedas sambil menunjuk ke arah Sera. Membuat mama Sherli menunduk, ia selama ini lebih memihak ke Sera, karena kondisi tubuh Sera terlalu lemah, dia gampang jatuh sakit di banding Sherli.


"Saya hanya tak ingin putri saya terjerumus ke pergaulan bebas, itu saja tidak lebih" sahut mama Sherli.


"Anda salah kalau mencurigai Sherli, yang perlu anda curigai seharusnya dia" sarkas Alex. Alex memang belum pernah bertemu sama sekali dengan Sera. Namun sebagai seorang pembisnis tentu dia bisa membaca karakter seseorang lewat wajah dan tutur kata dia ketika berbicara.


"Anda jangan sembarangan menuduh kekasih saya tuan" hardik Dimas tak terima jika Alex menjelekan Sera, meskipun yang di ucapkan Alex benar, tapi Alex tak berhak menilai kekasihnya. Pikir Dimas.

__ADS_1


"Santai bung, aku juga tidak ada niat menuduh dia, tapi jika dia merasa itu akan lebih bagus" ucap Alex dengan senyum jenaka.


"Kenapa kamu bicara seperti itu hiks, aku hanya khawatir dengan Sherli, aku tak ada niat mefitnah dia, tapi anda begitu kejam menuduhku hiks, ucap Sera yang memulai drama nya untuk mencari simpati lawan bicaranya.


Sherli jengah melihat drama yang biasa kakak nya mainkan, sedangkan Alex juga merasa kesal, Alex tak akan termakan dengan air mata buaya itu. Dia sudah terbiasa bertemu dengan wanita ular seperti Sera.


"Sudah Sher bawa tamu kamu ke dalam, dan bikinkan dia minum" titah mama Sherli,


Sherli membawa Alex ke ruang tengah, ia tak mau bergabung dengan kakak nya dan juga mantan kekasihnya dulu.


"Kenapa kau tak melawan kakakmu" tanya Alex setelah duduk di sofa yang ada di ruang tengah.


"Percuma, orang tuaku juga tak akan mempercayaiku, mereka lebih percaya dengan kakak ku yang suka drama itu, bukankah bapak sudah liat sendiri drama yang ia perankan" jawab Sherli santai sambil membawa minuman soda untuk Alex.


"Aku memilih diam dari pada harus ikut gila seperti dia" imbuhnya sambil meminum minumannya.


"Terus kenapa kamu bekerja di perusahaan ku, bukankah orang tuamu mempunyai perusahaan, aku tak percaya dengan alasanmu saat melamar di perusahaanku waktu itu" cecar Alex.


"Tentu saja karena semua fasilitasku di tarik, karena aku ketahuan melukis, itu pun karena aduan dari kakak ku makanya aku ketahuan sama orang tuaku" jawab Sherli kesal kalau mengingat kejadian itu.


"Kenapa orang tuamu tak memperbolehkan kamu melukis" tanya Alex sambil mengerutkan dahinya.


**Bersambung


Jangan lupa


Like


Koment


Vote


Happy reading guys🙏**

__ADS_1


__ADS_2