PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 88


__ADS_3

Usai makan barbeque para orang tua membawa anaknya masuk ke dalam, karena angin malam sudah muali terasa dingin, dan tidak baik juga untuk kesehatan.


Para wanita membawa anaknya ke kamar masing-masing, mereka menidurkan anaknya terlebih dahulu setelah itu mereka akan menyiapkan barang-barang yang di perlukan untuk liburan besok.


Sedangkan para suami masih di taman belakang ngbrol sambil menghisap rokok dan di temani dengan secangkir kopi buatan Alana.


Raka tidak merokok, semenjak hubungannya dengan Alana dekat Raka sudah meninggalkan rokok hingga sekarang, karena istrinya itu tak suka kalau melihat suaminya merokok, Alana selalu bilang.


"Jangan merokok sayang, karena aku tak mau menjadi janda muda"


begitulah yang selalu Alana katakan ketika dulu sering melihat Raka merokok, padahal masalah umur kita tidak ada yang tahu.


"Ka, sebenarnya istri kita ini besok ingij mengajak kita liburan kemana" tanya Andre yang sebenarnya malas dengan rencana para istri.


"Paling ke pulau seribu, mau kemana lagi orang libur cuma sehari doang" jawab Raka.


"Yang ada mah bikin anak-anak capek besoknya, dan pasti si Ara tidak mau masuk sekolah" kesal Andre.


"Anakmu saja yang pemalas Ndre" sahut Alex.


"Tau, aku juga heran sebenarnya dia itu mengikuti siapa, dia kalau di bangunin sama Chika pastia ada aja alsannya" keluh Andre. Membuat Raka dan Alex tertawa kecil membayangkan keributan di rumah Andre.

__ADS_1


Raka dan Alex cukup tahu tingkah barbar Ara dan juga Chika, jadi mereka bisa membayangkan kalau Andre akan pusing melihat perdebatan istri dan putrinya tiap hari.


"Tak jauh beda lah Ndre, di rumah ku malah Narwndra yang sering membuat ulah, tapi Nay selalu berani membalasnya" ucap Raka.


"Sepertinya anak ku doang yang kalem, di hanya akan memonopoli istriku tiap malam" curhat Alex.


"Ck, masih mending anak kita berarti Lex, biarin saja mereka berulah yang penting kita tetap bisa tidur dengan istri, tidak seperti kau" ledek Andre yang di setujui Raka.


Mereka lebih rela anaknya nakal, dari pada tak bisa tidur dengan istrinya, apa lagi Raka dia tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk Alana.


Para istri kini menghampiri suaminya yang ada di teras belakang rumah.


"Sudah packing nya sayang" tanya Raka kepada Alana, seraya mengulurkan tangannya.


Tanpa malu Alana langsung duduk di pangkuan Raka, sedangkan Raka memeluk Alana dari belakang sambil menaruh dagunya di bahu Alana.


"Cih,, dasar tak tahu malu, apa kalian tidak melihat kita ha" kesal Andre yang jengah melihat kemesraan Raka dengan istrinya itu.


"Kenapa mesti malu, kalian kan juga punya istri kenapa harus marah sih" sahut Raka santai sambil mengecup pipi Alana, membuat Andre semakin panas.


Andre yang panas langsung saja men ci um bibir Chika di hadapan semuanya. Andre menekan tengkuk leher Chika. Semua melongo melihat kelakuan Andre yang tak tahu malu, berbeda Andre yang dulu yang sedikit pemalu.

__ADS_1


Alex memukul kepala Andre, sehingga Andre melepaa tautan di bibir istrinya.


"Dasar tidak punya akhlak" gerutu Alex.


"Ngapain iri, kau bisa ngelakuin juga sama istri kamu" sinis Andre seraya mengusap bibir basah Chika menggunakan ibu jarinya.


Berbeda dengan Andre, muka Chika justru sudah merah menahan malu akibat ulah suaminya itu.


"Ayo honey, lebih baik kita ke kamar dari pada melihat tingkah mesum Andre" Ajak Alex kepada istrinya.


"Bilang saja kau sudah tak kuat ingin menggempur istrimu" ledek Raka. Yang masoh memangku Alana yang sedang memakan cemilan yang ada di atas meja.


"Kalau begitu kita juga harus masuk sayang" ajak Andre kepada Chika.


Andre dan Alex membawa istrinya masuk ke dalam kamar tamu yang ada di rumah Alana. Mereka langsung melakukam adengan dewasa.


Sedang kan Raka masih di teras belakang sambil tangannya sudah merayao kemana mana.


"Ahhhh...jangan di sini sayang" ucap Alana sambil men de sah karena ulah tangan Axel yang mer*mas dadanya.


"Kenapa sayang, bukankah kita belum pernah melakukannya di ruang terbuka" sahut Raka dengan senyum licik.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2