PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
Lupa dengan janji


__ADS_3

Disebuah kamar di rumah yang mewah Ara sedang bersiap siap untuk pemotretan pagi ini dengan sebuah perusahaan kecantikan.


kringg kring bunyi smartphone Ara dan dia langsung mengambil smartphone untuk melihat siapa nama dari yang meneleponnya


" Tidak ada namanya, siapa ya kira kira " ucap Ara begitu mengetahui ternyata ada nomor asing yang menghubunginya.


" Tidak usah diangkat deh " Dan Ara memutuskan untuk tidak menjawabnya karena dia pikir tidak penting.


Dan nomor itupun trus menghubunginya karena dia sudah keluar kamar nya dan smartphone miliknya didalam tas dalam keadaan diam sehingga dia tidak mendengarnya. Dan diapun sudah berada di meja makan buat sarapan sebelum sarapan.


" Pagi kak " Ucap Ara


" Pagi " Balas Stiven sang kakak dengan senyuman dari wajah tampannya


Dan diapun sarapan ditemani dengan roti diolesi dengan rasa coklat dan segelas susu putih hangat


" Oh iya kak , Papa dimana kok ga keliatan? " Tanya Ara karena merasa tidak mendapati sang papa dimeja makan


" Papa udah berangakat dari tadi pagi jadi ga ikut sarapan bareng kita "


" Kamu mau kemana? " Tanya sang kakak


" Biasa kak aku ada pemotretan dengan sebuah perusahaan kecantikan "


" Yaudah kalo gitu aku berangkat ya kak udah telat nih " ucap Ara karena melihat jam tangan Rolex miliknya sudah menunjukan jam 8.20


" Yaudah kita sama aja keluarnya kakak juga udah mau berangkat ke kantor udah telat juga" ucap sang kakak


Sesampainya didepan pintu mereka sama sama masuk ke mobil mereka masing masing. Ara dengan mobil Toyota Alphard miliknya Dan Stiven dengan mobil Lamborghini Aventador miliknya merekapun pergi dengan Ara ke sebelah kiri dan Stiven ke sebelah kanan sebelum berpisah mereka sama sama membunyikan klaksonnya masing masing .


Ditengah jalan smartphone milik Ara terus berdering karena sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal yang sedari terus menghubunginya hanya saja Ara tak mendengarnya.


Sementara itu disebuah Perusahaan yang paling besar di negara itupun dilantai 30 seorang Ceo sedang mengamuk karena mendapati nomor yang di telfon tidak mengangkat panggilan darinya. Ya dia adalah Xavier Ethan Smith pemilik perusahaan S.M Corp


" Berani sekali gadis ini tidak mengangkat telfon dari diriku. Sedang apa dia sehingga tidak mengangkat panggilan dariku " ucap Xavier


Dan diapun menelpon sang asisten dengan menggunakan telefon kantor yang ada diruangannya


" Keruanganku sekarang" Ucap si tuan muda


dan didepan pintu ruangannya sudah berdiri sang asisten yang sedang mengetuk pintu


" Masuk " Ucap Xavier


" Anda memanggil saya tuan " ucap soni sang asisten dengan sedikit membungkukan badannya

__ADS_1


" Ya. Kau cari tau gadis itu sedang apa dia sekarang sehingga tidak mengangkat panggilan dariku berani sekali gadis itu " Jawab Xavier


" Baik tuan muda saya akan menyuruh seseorang buat mencari taunya " Ucap Soni


" Ya sepuluh menit waktu yang kau perlu lewat dari situ kau akan tau konsekuensinya " Ucap si tuan muda dengan nada ancaman


Apaaa sepuluh menit??? yang benar saja tuan muda fikir saya bisa mencari taunya dengan telepati sehingga secepat itu. Jika bukan boss ku mungkin aku sudah membuat dia tinggal nama. ucap soni di dalam hatinya


" Cepatlah buat apa kau masih ada disini " ucap Xavier


" Baik tuan muda saya permisi dulu "


Sesampainya di luar ruangan Soni mendial nomor sang anak buah nya.


" Halo ada tugas buatmu. Cari tau seorang gadis bernama Arabella Cornelia Tanuwijaya berada dimana sekarang dan dia sedang apa , cepatlah waktumu hanya sepuluh menit aku akan mengirimkan fotonya kepadamu " ucap Soni setelah itu dia mematikan telfonnya


Sementara itu di sebuah perusahaan kecantikan seorang model terkenal dinegeri sedang melakukan sebuah pemotretan Handbody lotion milik perusahaan tersebut.


" Kepala nya sedikit ke kiri Ara " Ucap sang photografer


" Ya oke 1,2,3 "


JEPRET JEPRET bunyi sebuah kamera yang sedang memotret Ara


" Ya oke mantap. Sekali lagi ya "


" Bagaimana apa kau sudah mendapatkan informasinya "


" Sudah tuan muda nona Ara sedang melakukan pemotretan dengan sebuah perusahaan kecantikan saat ini"


" Berani sekali gadis itu. Apa dia lupa dengan janji di sebuah cafe xx . Lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan dirinya karena sudah berani tidak mengangkat panggilan dariku dan melupakan janji itu " ucap sang tuan muda dengan nada yang geram.


" Kau kirim anak buah kesana menjemputnya jika dia tidak mau ikut seret saja dia secara paksa atau bius dia sekalian biar dia menurut dan bawa dia kehadapanku segera" Sambung sang tuan muda


" Baik tuan muda kalau begitu saya permisi dulu " ucap soni dengan sedikit membungkukan badannya


Dan Ara yang masih menjalani pemotretanpun tidak tau bahwa sebentar lagi dia akan dihadapkan dengan kemarahan sang tuan muda.


Dan anak buah yang sudah dikirim oleh Soni pun sudah sampai di sebuah ruangan yang sedang melakukan pemotretan tersebut.


" Oke Ara bagus,saya puas dengan hasil pemotretan kamu. Terimakasih sudah bekerja sama dengan saya " Ucap sang photografer


" Sama sama pak " ucap Ara


" Kalau begitu saya permisi dulu buat mengganti pakaian saya " Sambung Ara

__ADS_1


" Ya ya ya silahkan silahkan "


Sesudah dia kembali dari kamar mandi dia bertemu dengan anak buah yang soni kirimkan.


" Nona Ara silahkan ikut kami karena tuan muda sudah menunggu " ucap salah satu dari anak buah tersebut


" Siapa kalian saya tidak mengenal kalian " ucap Ara yang masih belom sadar dengan situasi yang dia hadapi


" Mari nona Ara ikut kami "


" Siapa kalian sebenarnya saya tidak mengenal kalian dan tuan muda kalian " ucap Ara yang belom ingat sama sekali dengan perjanjian tersebut.


" Lepaskan saya "


dan merekapun terpaksa membius Ara sesuai perintah yang diberikan Xavier dan mereka membawanya melalui jalan belakang gedung tersebut agar tidak ada yang curiga. Dan mereka memasukan Ara kedalam mobil mereka untuk membawa Ara menemui Xavier.


Sesampainya di sebuah perusahaan S.M Corp Ara sudah ada dalam gendongan anak buah tersebut dia menggendong Ara seperti karung beras dan mereka masih menggunakan jalan belakang agar tidak ada yang curiga. Dan kini mereka sudah berada diruangan Xavier .


" Tuan muda ini saya membawa nona Ara sesuai perintah tuan muda " ucap pemimpin dari anak buah nya tersebut


" Kerja bagus . Sekarang kalian boleh pergi nanti saya akan mentransfer bayaran kalian " ucap Xavier


Sepeninggalnya anak buah Xavier tersebutpun Ara masih belum kunjung sadar dari obat bius tersebut dia tertidur pulas layaknya manusia yang belum tidur selama 3 hari .


Ya selama tiga hari Ara memang sangat susah buat tidur karena memikirkan masalah pernikahan bisnis yang sebentar lagi akan dia laksanakan dengan Xavier dan selama itu pula dia terpaksa menggunakan obat tidur dengan dosis tinggi. Sehingga Kantung mata nya terlihat jelas walaupun dia sudah menyembunyikannya dengan foundation.


Perlahan lahan mata cantik tersebut sudah mengerjap ngerjap menandakan sang pemiliknya sudah bangun


" Aku ada dimana? " tanya Ara pada dirinya sendiri


Dan Ara mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan untuk mengetahui dia ada dimana sekarang. Dia sama sekali tidak tau dia ada dimana sekarang yang dia tau dia ada disebuah ruangan dengan tempat tidur yang mewah dan empuk dan bisa dia yakini dia sekarang ada di ruang peristirahatan tapi ruang peristirahatan siapa dia tidak tau. Ruangan tersebut dilengkapi dengan sebuah mini bar dengan kulkas kecil dan ada juga rak buku disitu dan matanya tidak sengaja menangkap sebuah foto pemuda tampan di foto tersebut pemuda itu memakai sebuah tuxedo dipadukan dengan dasi warna hitam dan jas hitam pemuda itu memegang piala penghargaan dengan senyuman menawannya yang sangat jarang diperlihatkan kehadapan publik ramai. Dan disamping foto tersebut ada sebuah rak yang menyimpan banyak sekali piala penghargaan.


Dan seketika ingatannya kembali kepada perjanjiannya dengan Xavier jika mereka akan bertemu hari ini di sebuah cafe xx di dekat perusahaan Xavier .


" Ssshh aku lupa lagi dengan janji itu. Mampus aku" ucap Ara


" Dia mau ngapain ya kira kira membawaku kemari dengan cara mengirim orang untuk membiusku supaya dibawa kemari kan dia bisa saja menelfonku " Sambung Ara


Dan ingatannya kembali lagi dengan nomor tidak dikenal sedari tadi tiada henti menelfonnya


" Apa jangan jangan nomor asing itu adalah nomor Xavier? " Tanya Ara pada dirinya sendiri


dan ketika sedang asik dengan lamunannya pintu ruangan rahasia tersebutpun seketika terbuka memunculkan seorang pemuda tampan dengan tuxedo warna hitam miliknya.


Hmmm kira kira si tuan muda mau melakukan apa ya dengan Ara 😌

__ADS_1


Hayo tungguin ya cerita selanjutnya πŸ‘. Like dan koment ya πŸ˜‰


Ig : tinahtb_


__ADS_2