PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 86


__ADS_3

Beda di rumah Raka dan juga Andre sahabatnya, justru di rumah Alex ....Alex lah yang di buat kesal oleh putranya yang bernama Sky.


Di banding dengan anak kedua sahabatnya itu anak Alex lah yang paling kecil, dia masih berusia dua tahun.


Pagi ini Sky tidak mau lepas dari gendongan bundanya. Alex merasa cemburu karena sejak semalam istrinya itu di monopoli putranya.


"Sky, sini sama ayah, jangan sama buda terus kasihan kan bundanya" rayu Alex seraya mengulurkan tangannya supaya anaknya itu melepaskan istrinya.


"Nda mau, Sty mau cama bunda" tolak Sky menepis tangan Alex.


"Hei itu istriku, kamu dari semalam sudah memonopolinya" sungut Alex. Pasalnya semalam anaknya tak melepaskan istrinya sampai dia harus tidur sendiri di kamarnya.


"Sayang sudahlah, kamu ini sama anak sendiri saja cemburu" sela Sherli yang sudah jengah melihat perdebatan mereka.


"Dia ngeselin bund, dari semalam aku belum memelukmu gara-gara dia yang selalu menempel terus sama kamu" rengek Alex.


"Wleee....tacihan nda di peluk bunda" ejek Sky kepada ayahnya. Alex mendelik kesal karena di ejek putranya.


"Awas kamu ya, kalau kamu tidur aku akan menculik istriku" ancam Alex.


"Buda.." rengek sky.


"Sudah ayo sarapan, jangan rebutan bunda terus" Sherli menghentikan mereka.


"Bund, nanti malam di undang Raka untuk makan malam di rumahnya, sekalian kumpul juga sama Andre katanya" ucap Alex.


Mumpung besok weekend, anak-anak tidak sekolah Raka mengajak sahabatnya untuk makan-makan di rumahnya, Raka membuat barbeque untuk mereka.


"Iya sayang" jawab Sherli.


"Tita nanti malam mau ke lumah kak Nay ya ayah" tanya Sky dengan suara cadelnya.


"Iya boy" jawab Alex singkat.


"Atikk....Sty atan beltemu dengan kak Nay yang tantik" sorak Sky.


Mereka mulai memakan makanannya, setelah selesai Sherli dan Sky mengantar Alex hingga ke depan rumah.


"Ayah kerja dulu, jagain bundanya....Awas aja kalau nakal" pamit Alex, sebelum bekerja dia pasti akan memperingati putranya, terkadang putranya itu suka bikin onar.


"Iya ayah, ucap Sky patuh.

__ADS_1


Setelah itu Alex mencium kening istrinya serta putranya.


Mereka melihat mobil Alex yang meninggalkan pekarangan rumah, setelah tak terlihat barulah mereka masuk ke dalam rumah.


"Kita ke rumah nenek yuk" Sherli mengajak anak nya untuk main ke rumah mamanya. Kebetulan hari ini Sherli tidak mempunyai acara apapun.


"Ayo ma, Sty tanen cama Alka ma" jawab Sky.


Arka adalah anak Sera dari hasil pergaulan bebas, orang yang menghamili dia tidak mau bertanggung jawab, jadi Sera memilih untuk tak nikah dan membesarkan putranya seorang diri dengan di bantu oleh kedua orang tuanya.


Sera sudah berubah semenjak dirinya di nyatakan hamil, dia mulai fokus menjalani kehidupannya, dia membantu papanya mengelola perusahaan.


Sera sudah tidak iri dengan kehidupan adiknha itu, ia selama ini berusaha untuk menghilangkan sifat irinya itu dan akhirnya dia bisa. Sekarang hubungan dia dan Sherli sudah baik, tak jarang Arka di bawa Sherli untuk main kerumahnya dengan Sky.


Sedangkan Dimas, dia sudah menikah dengan wanita lain karena perjodohan yang di lakukan oleh orang tuanya, karena orang tuanya sudah lelah melihat Dimas yang tak mau mencari pasangan karena menyesal telah meninggalkan Sherli, alhasil orang tuanya memaksa dia untuk menerima perjodohan.


Sedangkan Juna setelah menikah dengan Eva dia pindah keluar negeri untuk meneruskan usaha orang tuanya, jadi dia sudah jarang kumpul bareng lagi bersama Chika dan Alana.


*


*


*


"Kalian sudah datang rupanya" sambut Raka yang baru saja menuruni tangga.


"Tentu saja, bukankah kau tak suka jika kami telat" sahut Andre mewakilkan.


"Tentu saja, karena itu akan membuatku kesal" balas Raka.


Raka mengedarkan pandangan nya mencari anak-anak, namun tak melihatnya di ruangan itu, dia hanya melihat para istri yang sedang mengobrol bersama.


"Mana anak kalian" tanya Raka kepada sahabatnya, seraya mencium puncak kepala istrinya. Andre menghela nafas


"Kamu kenapa Ndre" tanya Alex.


"Tentu saja putriku sedang menganggu putranya si Raka, kenapa putriku berbeda" keluh Andre di sambut tawa oleh yang lain.


Mereka tahu kalau Ara agak sedikit genit dan bar-bar, berbeda dengan Nay yang kalem, tapi dia akan langsung bereaksi kalo Narendra yang menganggunya.


"Bang Nalen, atuh cantik nda" tanya Ara dengan wajah genitnya sambil berputar memperlihatkan penampilannya. Dia memakai atasan kaos dan bawahan rok payung dengan rambut di kuncir dua.

__ADS_1


"Cih, apanya yang cantik...aneh begitu" cibir Narendra membuat mata Ara berkaca-kaca.


"Bang nda boleh begitu, Nay aduin sama mama balu tahu lasa" kesal Nay pada kembarannya yang memiliki mulut yang pedas.


Ara yang kesal lansung menyerang Narendra dengan menjambak rambutnya.


"Papa....tolong Naren papa" teriak Narendra yang kesakitan.


"Lasakan tamu, ciapa culuh ejek-ejek Ala" ucap Ara yang masih menjambak rambut Narendra.


"Ayo teluskan Ala, buat lambut abang botak, bial gak nakal lagi sama kita" sorak Nay sambil bertepuk tangan menyemangati Ara, sedangkan Arka yang tak tahu gak paham pun cuma ikutan tepuk tangan mengikuti Nay.


Orang tua yang sedang ngbrol pun langsung menepuk keningnya ketika mendengar teriakan dari Narendra, mereka sudah tahu pelakunya kalau tidak berantem sama Nay ya sama Ara.


Para orang tua semuanya bangkit dari tempat duduknya, mereka langsung menuju ke belakang di mana anak-anaknya sedang bermain.


Mereka semua tercengang melihat Ara yang menjambak rambut Narendra.


"Papa mama....tolong Naren ini," pekik Narendra meminta bantuan pada orang tuanya, bisa saja dia membalas Ara, namun Raka mengajarkan kalau seorang laki-laki tak boleh memukul wanita.


"Calahna Cendili bilang Ala nda tantik, bilang tantik dulu balu Ala lepacin lambutnya" ucap Ara maksa.


"Kamu memang nda cantik, kenapa maksa sih" kesal Narendra.


Andre yang melihat putrinya tak mau kalahpun langsung mengangkat tubuh kecil Ara, supaya melepaskan jambakannya dari rambut Narendra.


"Tulunin Ala papi tulunin, bial Ala kacih pelajalan abang" raung Ara di gendongan Andre.


"Sudah sayang, kamu ini perempuan kenapa ngga ada anggun-anggunnya sih" gerutu Andre.


"Awas tamu, talau Ala cudah glow up selela Ala butan tamu lagi" ancam Ara menatap tajam Narendra.


"Aku juga nda suka sama cewek barbar kek kamu" sahut Narendra sambil merapihkan rambutnya kembali.


Alana dan Chika miris melihat Narendra yang di jambak Ara. Chika menggeleng kepala melihat kelakuan putrinya yang barbar.


"Al, kenapa putriku berbeda ya" keluh Chika sambil melihat putrinya yang terus memberontak di gendongan papinya.


"Tidak beda jauh sama kamu lah Chik" sahut Alana membuat Chika mendengus kesal.


Chika akui kalau dirinya sebelum nikah memang agak sedikit bar-bar sih.

__ADS_1


**Bersambung


Happy reading guys🙏**


__ADS_2