
Setelah semua orang pulang, Raka langsung masuk menemani Alana yang sedang terlelap bersama kedua baby nya. Tadinya Mommy Ella dan Mama Lita maksa ingin menginap namun di larang oleh Raka, dia tidak enak merepotkan orang tua dan juga mertuanya itu. Lagian kalau Mommy nya pada nginep nanti para suami tidak ada yang menemani tidur di rumah.
Tak lama terdengar suara tangisan dari kedua bayi nya, mungkin mereka bangun karena terasa lapar.
Raka mencoba menenangkan kembar namun bayi nya itu tidak mau berhenti nangis. Akhirnya Raka membangunkan Istrinya, sebenarnya Raka tidak tega melihat Istrinya
yang terlihat kelelahanhabis melahirkan tadi.
"Sayang" panggilnya sambil mengusap pipi Alana. Merasa terganggu akhirnya Alana terbangun
"Eummm" Alana membuka matanya.
"Baby nya bangun Sayang, mungkin mereka haus" ucap Raka sambil menggendong Baby Rendra.
"Bawa sini sayang" pinta Alana. Sambil membuka kancing bajunya.
Alana meringis merasa kesakitan dan sesikit perih, mungkin karena ini pengalaman pertama bagi Alana. Sedangkan Raka bergantian menenangkan Baby Nayla.
"Ssss" desis Alana membuat Raka menelan salivanya, karena melihat anaknya menyusu ke aset pribadi milik Istrinya. Ingin rasanya Raka menggantika anaknya itu menyusu.
"Kenapa Sayang" tanya Raka yang melihat Istrinya kesakitan.
"Sakit Sayang" lirihnya.
"Kok kalau aku yang nyusu kamu malah merem melek Sayang" goda Raka sambil tersenyum. Membuat Alana merona
"Ya ampun suami aku doang yang kek gini, ingin rasanya aku tukar tambah sama kang becak" gerutu Alana.
"Hei, kamu mau emang punya Suami kang becak" ucap Raka tidak terima.
"Gak sih, udah paling bener aku menerima kamu yang, soalnya kamu banyak duitnya" sahut Alana. Membuat Raka tercengang dengan jawaban Istrinya.
"Ternyata kamu matre ya" ucap Raka.
"Gak matre sayang, tapi realistis soalnya harga pampers itu mahal, apa lagi anak kamu dua" sahut Alana.
"Kalau kek gitu aku harus kerja keras supaya bisa beli pampers" ucap Raka santai, Alana terbengong, suaminya ini gak sadar atau gimana sih, bahkan uang suaminya aja mungkin cukup buat beli pabrik pampers nya.
"Hei boy, nyusunya pelan pelan, kasihan istri papa Nak" Raka terkekeh. Alana memukul tangan Raka.
"Apa kamu lupa Sayang, istri kamu ini mamanya mereka" ketus Alana. Raka cengengesan.
"Sudah ya sayang, gantian sama adeknya" ucap Raka lalu memberikan baby Nai kepada Alana, sedangkan Baby Rendra ia tidurkan kembali do boks nya.
Raka duduk di sebelah Alana sambil mengelus pipi putrinya itu, sesekali Raka menjahili putrinya. Alhasil dia dapat pukulan dari Alana.
"Sayang, aku ingin" bisik Raka di telingan Alana, membuat Alana merinding mendengarnya.
"Ingat papa, kamu harus puasa selama 40hari" ucap Alana. Raka menghela nafas kasar, kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Alana.
__ADS_1
"Maaf ya, aku jadi gak bisa ngurusin kebutuhan kamu dulu Sayang" ucap Alana sambil mengusap puncak kepala Raka yang ada di bahunya.
"Tak apa Sayang, aku malah yang ingin minta maaf sama kamu, karena melahirkan mereka kamu jadi kesakitan seperti ini" jawab Raka menegakkan duduk nya sambil mengelus kaki putrinya.
"Jangan bilang gitu Sayang, aku rela bertaruh nyawa buat anak-anak ku, aku tidak menjadikan ini sebagai beban, jadi jangan menyalahkan dirimu," sahul Alana mencium ubun-ubun Raka dengan sayang.
"I Love you my wife" ucap Raka sambil mencium bibir Alana.
"bisa-bisanya mencari kesempatan dalam kesempitan" cebik Alana kesel, Raka hanya cuek saja.
Raka mengambil Baby Nai dari pangkuan Alana dan meletakkan di boks.
"Tidurlah, Sayang," titah Raka sambil mengusap puncak kepala Alana. Setelah memastikan Istri dan anaknya tertidur, Raka merebahkan tubuhnya di Sofa dan ikut terlelap.
...****************...
Pagi Hari Raka dan Alana terbagun, Alana menyenderkan tubuhnya di headboard ranjang.
"Kamu mau kerja Sayang" tanya Alana yang melihat Raka sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
"Aku akan ke kantor setelah mama datang Sayang, nanti setelah meeting aku langsung pulang lagi" jawab Raka.
"Tak apa kan aku tinggal sebentar?" lanjutnya.
"Tak apa Sayang, anak kamu dua jadi kamu harus semangat bekerja" jawab Alana tersenyum sambil memeluk pinggang suaminya.
"Tenang Sayang, masa depan mereka sudah terjamin" sahut Raka mengelus punggung istrinya. Alana menduselkan mukanya di perut Raka.
"Kamu nya sih, jadi bawaanya pengen peluk mulu" goda Alana.
"sejak kapan istriku ini jadi tukang gombal" ucap Raka.
"Sejak aku mencintaimu Sayang" kekeh Alana.
"Kamu meresahkan banget sih yang" gemes Raka.
Ceklek..
Pintu terbuka ternyata Mommy dan mertua Raka datang secara bersamaan.
"Pagi Sayang" sapa mereka berdua.
"Pagi Mom, Ma" jawab Raka dan Alana.
"Kamu sudha mau berangkan Nak" tanya Mommy Ella.
"Iya Mom, Raka titip Alana dulu sebentar" jawab Raka.
"Berangkatlah, kita akan menjaganya untukmu" jawab Mommy Ella, setelah itu Raka mencium punggung tangan Mommy dan mertuanya bergantian kemudian mencium dahi Alana, serta kedua bayinya.
__ADS_1
"Papa tinggal dulu Sayang, kalian jangan rewel ya, kasihan mama" Ucap Raka.
Raka beranjak meninggalkan ruang inap Alana. Setelah Raka pergi twins terbangun.
"Uh, cucu oma sudah pada bangun ternyata" ucap mama Lita.
"Anak kamu mirip Raka semua Sayang" ucap Momy Ella.
"Iya Mom, untung papanya tampan" ucap Alana sambil membayangkan wajah suaminya. san semuanya membenarkan.
"Kamu makan dulu nak, biar ASI kamu lancar" pinta mama Lita.
"Iya mama" ucap Alana.
*
*
*
Siang hari Chika dan Juna beserta kekasih Juna datang menjenguk Alana.
Chika begitu takjub melihat wajah kedua bayi Alana. Bener-bener bibit premium.
"Anakmu tampan dan canti Al" ucap Chika sambil menggendong Baby Rendra.
"Kau jangan lupakan Mama dan papa nya Chik" sahut Alana dengan percaya diri.
"Cih, lihat saja nanti, anakku akan menjadi saingan baby twins" decih Chika.
"Jangan halu Chik, makanya buruan nikah" cletuk Juna.
"Lo gak ngaca ya Jun, anak orang tuh niakhin, jangan di pacarin mulu" seloroh Chika.
"Doain ka, dua bulan lagi kami akan melangsungkan pernikahan" sahut Eva kekasih Juna tiba-tiba, Alana dan Chika tercengang mendengarnya.
"Serius?, kau tidak menghamili Eva duluan kan Jun" ucap Alana asal.
"Heh Maryati, jangan sembarangan kalau bicara, gimana caranya hamil, unboxing saja belum" jawab Juna membuat Eva malu.
"mampus lo Chik, di langkahin sama Juna" ejek Alana.
"Tenang-tenang semua guys, aku lagi menunggu pangeran kuda putih yang akan melamarku" ucap Chika menghalu, membuat semua yang mendengar kesal.
"Ck, mana ada kuda putih, yang ada mah odong-odong" sahut Juna.
"Iyain aja napa sih Jun, membuat orang bahagian itu dapat pahala" ujar Chika kesal, cuma hanya menaikan bahu acuh, Juna sama Eva sedang fokus melihat Baby Nayla.
**Bersambung
__ADS_1
Happy reading guys🙏**
"