PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 78


__ADS_3

"Pa bukan Sera yang mengambil Dimas dari Sherli, tapi Dimasnya sendiri yang mendekati Sera" ucap Sera membela diri.


"Jangan kau kira papa tidak mengetahui semuanya Sera, papa tahu kalau kamulah yang merayu Dimas" tegas Jimmy yang sudah muak dengan tingkah putri sulungnya.


Sera terdiam terpaku mendengar ucapan papanya, ia selama ini tak tahu kalau papanya sudah mengetahui perbuatannya.


"Selama ini papa diam bukan karena papa tidak tahu, papa memang sengaja membiarkan semuanya. Papa bersyukur Sherli tidak mendapatkan pria brengsek seperti Dimas....Kalau Dimas pria yang baik tidak mungkin dia akan tergoda dengan rayuanmu itu" imbuhnya.


Sera masih belum mau menyerah gitu saja, dia tetap kekeh dengan keinginannya.


"Sekarang Sera akan kembalikan Dimas kepada Sherli pa, dan Sera yang akan menikah dengan Alex." kekeh Sera tak mau kalah.


"Memang kaka pikir Sherli mau memungut barang bekas kakak" sinis Sherli. Untuk sekarang Sherli tidak akan mengalah lagi


dengan kakaknya itu, ia akan mempertahankan miliknya...terlebih sekarang papanya ada di pihaknya.


"Ingat, saya bukan barang yang bisa kau atur sesuka hatimu, dan saya juga bukan Dimas yang akan tertarik dengan bujuk rayumu! Saya tetap akan mempertahankan Sherli sekalipun kamu menghalanginya." tegas Alex dengan sorot mata tajam menatap Sera.


Gluk


Sera menelan ludahnya secara kasar, ia merasa takut dengan aura yang di keluarkan Alex. Lidah nya terasa kelu untuk membalas ucapan Alex.


"Permisi om, Alex akan pulang terlebih dahulu....Alex berharap om bisa menyelesaikan masalah keluarga om" pamit Alex seraya mengelus rambut panjang Sherli.


"Aku pulang dulu, aku akan menunggu jawaban darimu" bisik Alex di telinga Sherli. Sherli merasa merinding ketika nafas Alex menerpa kupingnya. Sherli mengangguk seperti terhipnotis oleh ucapan Alex.


Sera semakin panas melihat perlakuan Alex yang teelihat romantis kepada Sherli.


Setelah itu Alex pergi meninggalkan rumah keluarga Sherli, dia terlalu muak mendengar ocehan Sera yang tak masuk akal. Ia memberi ruang untuk keluarga itu untuk menyelesaikan masalahnya.


Terlihat Jimmy memijat pelipisnya yang terasa berdenyut, ia pusing dengan kelakuan Sera.

__ADS_1


Kini ia menegakkan tubuhnya seraya menatap putrinya satu persatu serta istrinya, sudah waktunya ia sebagai seorang kepala keluarga akan bertindak tegas.


"Nak, apa kamu bisa merelakan Alex untuk kakakmu?, mama yakin kamu pasti masih mencintai Dimas. Kembalilah dengan Dimas dan biarkan nak Alex menikahi kakakmu" pinta Widi yang masih berat sebelah, ia tak menyadari jika tindakannya itu akan menyakiti putrinya yang lain.


"Maaf ma, kali ini Sherli tidak akan mengalah dari kaka, Sherli akan mempertahan milik Sherli" tegas Sherli setelah itu ia pergi ke kamarnya. Ia sakit dengan perlakuan mamanya yang pilih kasih. Ia menjaga perasaan Sera tapi tidak pernah mau tahu tentang perasaan putri bungsunya.


"Sialan, Dia sudah berani menentang mama rupanya" umpat Sera.


"Cukup ma! Papa tidak suka mama membedakan putri mama antara satu dengan yang lain. Apa mama sadar apa yang mama ucapkan? Apa mama tahu kalau Sherli selama ini menahan sakit atas perlakuan mama terhadapnya ha? Mama tidak pernah memikirkan perasaan putri mama yang lain. Dan sekarang mama lihat putri yang selama ini mama manjakan dan mama bela mati-matian ternyata tak lebih dari seorang wanita murahan"


"Ia dulu dengan tega merampas Dimas dari Sherli hanya karena dia iri dengan Sherli, dan setelah Sherli mengikhlaskan Dimas dia kembali berulah akan meminta Alex dari Sherli. Lantas jika Sherli bisa mendapatkan pria yang lebih dari Alex apa dia akan memintanya kembali" ucap Jimmy dengan tegas dan penuh penekanan.


"Pa ! Tega kamu mengatai putrimu sendiri seperti wanita murahan. Mama yakin Sherli akan bisa mendapatkan kembali pria yang lebih dari Alex" ucap Widi tak terima dengan ucapan suaminya.


"Dia memang putriku. Tapi apa sebutan yang pantas untuk seorang wanita yang berani merayu kekasih adiknya sendiri hm? Bahkan dia bercumbu di ruang tamu, jangan mama kira kalau papa tidak tahu semua kebusukannya.


"Dan apa kamu yakin jika putrimu itu tidak akan memintanya kembali jika Sherli bisa mendapatkan yang lebih dari Alex ha" sentak Jimmy.


Dia tak mengerti dengan jalan pikiran istrinya, Sera memang lemah tapi dia bukan wanita berpenyakitan yang mesti di bela, dia hanya memiliki daya tahan tubuh yang sedikit lemah tapi jika Sera bisa menjaga aktivitas dan kesehatan tubuhnya ia yakin sakit putrinya tidak akan kambuh. Buktinya setelah dewasa Sera sudah tidak sakit-sakitan lagi.


*Flasback*


Ketika itu hari minggu Dimas akan menjemput Sherli untuk mengajaknya jalan-jalan seperti biasa, karena kalau hari biasa Dimas sibuk dengan urusan kantornya.


Menjelang siang Dimas datang ke rumah Sherli.


Sherli yang mendengar suara mesin mobil pun keluar dari rumahnya untuk memastikan siapa yang datang, dan ternyata yang datang Dimas.


Dimas keluar dari mobilnya dengan senyum lembut seraya menatap Sherli yang berdiri di pan pintu rumahnya.


"Kau sudah datang ka, kaka masuk dulu ya Sherli akan berganti baju teelebih dahulu" ucap Sherli seraya mempersilahkan Dimas untuk duduk, setelah itu Sherli ke kamar nya membiarkan Dimas yang duduk sendiri di ruang tamu.

__ADS_1


Tak lama Sera datang dengan pakaian seksinya menghampiri Dimas seraya berkata "Hai Dim aku sedang menunggu Sherli ya" tnaya Sera basa basi seraya duduk di sebelah Dimas.


"Iya ka" cuek Dimas.


"Sabar ya Dim, Sherli kalau ganti baju memang suka lama" ucap Sera dengan nada menggoda. Seraya menempelkan tubuhnya ketubuh Dimas.


Dimas sebagai seorang pria normal pun tergoda dengan tingkah Sera, terlebih dia selama pacaran dengan Sherli tak pernah kontak fisik selain bergandengan tangan, selebihnya yang menjorok ke hal yang lebih intim ia tidak pernah melakukannya dengan Sherli, karena Sherli selalu menolak kemauannya.


Sera sengaja membusungkan dadanya supaya Dimas tergoda, Dimas yang sudah tidak tahan pun akhirnya menarik tubuh Sera kemudian ******* bibir Sera dengan rakus.


Tanpa mereka sadari Sherli melihat adegan yang di lakukan oleh mereka berdua.


Dada Sherli merasa sesak seperti tertimpa batu yang begitu besar di dadanya. melihat kakak yang selama ini iya sayangi malah menusuknya dari belakang, tanpa sadar Sherli meneteskan air matanya dan ia berbalik kembali ke kamarnya dengan air mata yang berderai.


Jimmy yang kebetulan lewat pun penasaran melihat Sherli yang seperti menangis. Ia menengok ke ruang tamu dari posisi Sherli berdiri tadi.


Jimmy merasa sangat kecewa dengan kelakuan putri sulungnya yang begitu tega menghianati adiknya sendiri.


Sera memang selama ini iri dengan yang Sherli miliki, Sherli dulu merupakan wanita yang begitu riang di depan semua temannya, jadi dia memiliki banyak teman dan banyak pria yang mendekatinya. Sedangkan Sera tak banyak memiliki teman karena sifatnya yang arogan dan sombong.


*Flasback Off*


Berasambung


Hapoy reading guys🙏


Jangan lupa


Like


Koment

__ADS_1


Vote


Follow🙏💕


__ADS_2