PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 41


__ADS_3

"Ndre tolong belikan kemauan Alana" titah Raka.


"Kenapa harus aku" tanya Andre.


"Karena Alana mau kamu yang membelikannya langsung. Buruan, aku tak mau nanti anak ku ileran." ucap Raka.


"Ck, anak lo belum lahir saja sudah meresahkan Ka" ucap Andre.


Andre beranjak dari tempat duduknya. Dia menarik Chika untuk menemani dirinya.


Chika menghempaskan tangan Andre.


"Kenapa kau menarik tangan aku sih jamil" kesel Chika.


"Dasar anak Ayam, namaku bukan Jamil asal kau tahu" ucap Andre sambil menyentil jidat Chika.


"Ssshhhhh " desis Chika sambil mengusap dahinya.


"Ini namanya KDRT tahu gak" ucap Chika mencebikkan bibirnya.


"Ngomong ngomong kita belum nikah maemunah."seloroh Andre.


"Dih amit amit gue nikah sama lo" ucap Chika bergidik ngeri.


"Gue juga ogah nikah sama Anak Ayam kek lo" ucap Andre ketus.


"Udah ayo jalan" ajak Andre.


"Kenapa kita gak pake mobil sih ka, Aelah... Panas nih" gerutu Chika sambil jalan kaki mengikuti di belakang Andre.


"Jangan manja, tinggal jalan kaki lima belas menit juga nyampe" ucap Andre.


Chika terus berjalan di pinggr jalan mengikuti Andre sambil terus menggerutu.


Hingga tiba mereka mau nyebrang Chika masih saja ngedumel tanpa memperhatikan jalan.


"Awasssss...." pekik Andre menarik tubuh Chika kepelukanya.


Karena terus mengerutu Chika jadi tidak fokus memperhatikan langkahnya, dia tidak melihat motor yang ngebut dari arah kanan.


Deg


Mereka saling tatap dengan posisi Chika masih dalam pelukan Andre.


Jantung mereka berdetak kencang, Muka Chika sudha mulai merona karena posisi mereka begitu intim.

__ADS_1


"Jantung diam woii, malu maluin saja" cicit Chika dalam hati.


"Eh.." Andre akhirnya tersadar, kemudian melepaskan pelukannya.


"Makanya kalau jalan hati-hati" ucap Andre dengan perasaan canggung tanpa melihat ke arah Chika.


"Maaf ka" ucap Chika menunduk karena malu.


"Udah ayo kita beli baksonya, keburu si jantan itu ngamuk" ajak Andre sambil memegang tangan Chika dengan erat.


Andre menggandeng tangan Chika sambil menyebrang, Andre tidak mau Chika melakukan hal ceroboh lagi, yang bisa membahayakan dirinya.


"Pak bakso lima bungkus" ucap Andre pada penjual bakso.


"Tunggu sebentar ya mas" jawab penjual bakso.


"Banyak amat lima ka" ucap Chika bingung.


"Emang yang mau makan cuma Alana doang, gue juga lapar" ketus Andre.


"Biasa aja dong ka, gue kan nanya nya juga santai" ucap Chika kesel.


"Anak ayam diamlah" titah Andre.


Andre yang gemes langsung memiting kepala Chika.


"Ka lepas sakit, Aelah ntar kepala aku copot gimana" pekik Chika sambil memukul dada Andre. Andre terkekeh geli.


"Makanya gak usah drama" ucap Andre sambil melepaskan pitingannya.


"huh, untung ganteng" gerutu Chika. Namun masih terdengar di kuping Andre, Andre tersenyum tipis tanpa bisa di lihat orang.


"Udah ayo balik" Ajak andre setelah mendapat pesanannya.


Ceklek


Andre dan Chika masuk ke ruangan Raka dengan tangan masih bergandengan.


"Gandeng terooossss, udah kek mau nyebrang aja" sindir Alex, Raka dan Alana tersenyum melihatnya.


"Eh" ucap Andre tersadar melihat tanganya masih menggenggam tangan Chika. Chika menunduk malu.


"Gak usah malu Chik, siapa tahun jodoh ye kan" ledek Alana. Raka yang gemes langsung mencium gemas pipi istrinya yang semakin berisi.


"Udah Sayang, jangan di ledekin Chikanya. Ntar mukanya memerah kek kepiting rebus" ucap Raka malam membuat Chika semakin malu.

__ADS_1


Mereka akhirnya makan dengan lahap.


Setelah makan Alana pamit pulang bersama Chika, Raka tidak bisa mengantarnya karena masih ada beberapa pekerjaan.


"Aku pulang dulu Sayang" pamit Alana pada Suaminya.


"Hati hati di jalan Sayang, maaf tak bisa mengantarmu" ucap Raka.


"Tak apa Sayang, aku kan sama Chika" jawab Alana tersenyum tulus.


"Nanti kalau sudah sampai rumah kabari ya" ucap Raka sambil mencium kening Alana, dan mengecup singkat bibirnya.


"Khemmm" dehem Andra dan Alex.


"Masih ada orang woy, maen cium cium aja" sindir Alex.


"Iri, bilang bos" jawab Raka cuek. Alana pergi meninggalkan kantor Raka.


Kini mereka mulai bicara serius tentang kejadian Jessy kemarin.


"Kau harus berhati hati dengan Jessy ka" ucap Andre memperingati Raka.


"Iya, aku takut Jessy akan mecelakai Alana, apa lagi sekarang Alana masih dalam keadaan hamil. Kalau tidak hamil mungkin aku tidak begitu khawatir, karena Alana pasti bisa melawan Jessy" ucap Raka.


"Bagaimana bisa" tanya Alex mengerutkan dahinya.


"Kau tidak tahu aja Alana pandai berkelahi" ucap Raka santai.


"Serius kamu ka" sahut mereka bersamaan.


"Alana pernah melawan pencuri pas lagi di jogja waktu itu" jawab Raka sambil menaikan bahunya.


"Sungguh mengesankan Istrimu ka" ucap Alex dengan kagum.


"Ndre kau suruh seseorang untuk mengetahui pergerakan Jessy, aku takut kecolongan, aku tidak mau nyawa anak dan istriku dalam bahaya.


"Baik, nanti aku akan menyuruh beberapa orang untuk mengawasi Jessy dan juga menjaga Istrimu itu." jawab Andre tegas.


"Aku serahkan semuanya kepadamu" ucap Raka.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote


Hapy reading guys🙏

__ADS_1


__ADS_2