PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 59


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, mobil Andre tiba di pekarangan rumah Chika. Rumah mewah bergaya Eropa modern itu terlihat sepi dari luar, hanya ada penjaga gerbang depan saja.


Chika keluar dari mobil Andre, kemudian di ikuti Andre keluar juga dari mobil nya.


"Ngapain kamu ikut keluar" tanya Chika mengeryit.


"Mau ketemu mama mertua" Jawab Andre santai. Chika menepung kening nya, dia mengira Andre hanya becanda saja. Tapi kenapa sekarang jadi terlihat serius.


Tak lama ada sebuah mobil porsche hitam masuk kedalam pekarangan rumah Chika.


"Ada tamu kenapa gak di ajak masuk dek" sapa Arion. Setelah keluar dari dalam mobil beserta Istri dan juga putrinya Arin.


"Mana mobil mu dek" tanya nya lagi.Arion melihat sekitar tapi dia tidak menemukan mobil adek nya terparkir di depan Rumah.


"Mobil aku kempes Ka di jalan, maka nya aku di anterin dia" jawab Chika sambil menunjuk ke arah Andre.


"Malam bang, kenalin nama Aku Andre calon suaminya Chika" Sapa Andre yang segaja memperkenalkan dirinya sebagai calon Suaminya Chika.


Arion tercengang mendengarnya, Otak Arion langsung nglag, bukankah Adek nya ini jomblo, kenapa adek nya tiba-tiba punya Calon suami.


Sedangkan Chika jangan di tanya, dia udah malu dan was was pasti akan di sidang oleh keluarga nya.


"Jelaskan di dalam dek" tegas Arion.


Mereka semua berjalan mengikuti Arion masuk kedalam Rumah.


"Assalamualaikum Ma, Pa" Sapa Arion mewakili.


"Waalaikum salam Sayang" Sahut kedua orang tua Chika.


"Arin sama mama dulu kedalam ya" pinta Arion kepada putrinya.


"No papa, Alin mau liat om danteng" ucap Arin tanpa mata nya di bantah. Chika merotasi bola matanya malas.


"Sudah biarin Arin di sini Nak" ucap Mama Chika.


"Eh, silahkan duduk Nak" Sapa mama Chika ketika melihat Andre yang masih berdiri. Andre mengangguk lalu mendudukan dirinya di sofa yang masih kosong.


"Perkenalkan dirimu Nak" titah papa Chika.

__ADS_1


"Perkenalkan saya Andre Bastian, saya adalah calon suami Chika tante. Jika om dan tante berkenan seminggu lagi saya akan membawa orang tua saya untuk datang kemari" ucap Andre gentle.


"Apa kah kamu serius nak?, kenapa mendadak? atau jangan-jangan kamu sudah menghamili anak tante?" cerocos mama Chika, pasal nya dia kaget, mama Chika tidak pernah melihat Chika jalan sama pria, kenapa tiba-tiba ada seorang pria yang datang kerumah dan bilang akan menikahi putrinya itu.


"Bukan begitu tante, bahkan saya sama Chika belum pacaran tante, bukankah niat baik itu harus di segerakan" ucap Andre menutupi kepanikan nya.


"Benar begitu Chika" tanya papa Chika tegas.


"Pa Chika memang gak hamil, orang ciuman aja belum gimana hamil sih" Cletuk Chika tanpa sensor, Chika yang tersdar langsung merutuki mulutnya yang asal ceplos. Keluarga Chika menggeleng kepala, sedangkan Andre melipat bibir nya ke dalam menahan tawa.


"Minggu depan bawa kedua orang tuamu kesini nak" titah papah Chika, Andre mengangguk.


"Pah kan Chika belum bilang nrima dia, kenapa papa langsung menyuruh orang tuanya kesini" protes Chika.


"Memang kamu tidak mau dek di nikahi Andre" tanya Arion memicing sambil menatap Adek nya itu.


"Ya mau lah, masak gak, ya kali cowok ganteng mau di anggurin. Mubazir kan" gumam Chika.


"Ya terus kenapa kamu protes" sahut mama Chika.


"Kan biar kek di novel novel gitu ma, jual mahal dikit gitu kan, ya kali langsung nrima" jawab Chika. Orang tua Chika menghela nafas pelan, sungguh anak gadis nya ini tidak bisa di ajak serius.


"Aelah kak, jangan di tanyain lagi, nanti kalau dia sadar kan yang ada gak jadi nikahin Chika" sela Chika. Andre tersenyum tipis, sungguh calon istrinya ini begitu unik dan menggemaskan ceunah.


"Ya kak, sepertinya akan seru kak menikahi wanita seperti Chika, dia akan membuat hidupku akan lebih berwarna" sahut Andre ngikutin becandaan Arion. Kaka Chika berdecih kesal, sepertinya sama aja seperti adek nya itu.


"Sebental sebental, tenapa dali tadi tidak ada yang belbicala cama Alin" Arin menginterupsi mereka semua sambil melipat kedua tangan nua di depan dada.


"Emang kenapa Sayang" tanya Arion penasaran, semua orang fokus menatap Arin, mereka menunggu jawaban Arin.


"Benal Onty Chika mau nikah cama Om danteng tu" tanya Arin sambil menunjuk ke Andre.


"Iya benar, terua kenapa" tanya Chika, pasti bocil satu ini kan berbuat ulah.pikir Chika.


"Tidak boleh, Om danteng cuma milikna Alin" ucap Arin sambil memasang ekpresi muka marah.yang lain terbengong mendengarnya, terlebih Arion, kenapa anak nya sudah dewasa sebelum waktunya.


"Om ganteng cuma milik Onty Chika, bukan milik Arin. Arin nyari sendiri aja" sinis Chika.


"Om Andle, janan mau nikah cama Onty Chika ya, plisss....Om Andle yang danteng halus nikah cama Arin" ucap Arin dengan gaya centil nya yang menggemaskan, sambil matanya berkedip kedip.

__ADS_1


"Hei bisa-bisanya kau anak kecil mau jadi pelakor" sungut Chika kesal.


"Onty bicik" tegas Arin, Arion diam saja melihat tingkah anak nya itu, Arin minta turun dari pangkuan papa nya kemudian menghampiri Andre.


"Hai bocil, kamu mau ngapain" seru Chika.


"Diam Chika ah" sahut mama Chika.


"Mama tapi kan itu calon Suami Chika, masak di pegang pegang bocil itu" rengek Chika.


"Gak usah drama Dek, ya kali kamu cemburu sama ponakan sendiri." sahut Arion.


"Gak tau aja anakmu centil Kak" gerutu Chika.


"Om Andle janan mau ya nikah cama Onty Chika, Onty Chika jelek, galak, dan judha cuka nanis, Om danteng cama Alin aja yang cantik ucap Arin menjelekan Chika. Andre membawa Arin ke atas pangkuan nya.


"Arin masih kecil Sayang, tidak boleh bicara seperti itu ya" Andre menasihatinya dengan lembut, Keluarga Andre tersenyum bahagia, melihat Andre yang lembut dan terlihat Sayang dengan anak kecil.


"Alin cudah besal om" kesal Arin memanyunkan bibir nya.


"Kalau sudah besar kenapa manyun"ledek Andre.


"Alin nda like sama om" Arin marah lalu turun dari pangkuan Andre, Chika cekikikan.


"Celalu caja di bilangna macih tencil telus, cebel...cebel...cebel." gerutu Arin sambil menghampiri orang tauanya.


Semua yang ada di situ sekuat tenaga menahan tawa.


"Ayo mama, Alin nantuk mau tidul" ajak Arin kepada mamanya.


"Pamit dulu sama semuanya" titah mama Arin.


"Cemua nya Alin tidul dulu ya, om danteng Alin mau tidul dulu ya" pamit Arin.


"Iya Sayang" sahut Andre tersenyum


**Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote🙏**

__ADS_1


"


__ADS_2