
"Menurut momy sih tidak usah, biarin aja dia kapok di dalam penjara" sinis momy Ella membuat Raka dan juga Daddy nya menggeleng kepala melihat tingkah nya.
"Mending kita istirahat, daripada terus memusingkan si Jessy itu" saran Rudi lalu beranjak dari tempat duduk nya merangkul istrinya.
Raka mengikuti saran dari Daddy nya. Dia merangkul istrinya dan membawanya ke atas menuju kamar nya, Raka tidak peduli dengan masalah Jessy.
"Sayang, apa menurutmu aku jahat jika tak mau melepaa Jessy" tanya Alana setelah berada di kamar nya, sambil merebahkan dirinya menatap wajah suaminya yang tidur di sebelah nya.
"Tidak sayang, dia di penjara karena ulah nya sendiri" tegas Raka. Sambil mengusap pipi Alana lembut.
"Tapi aku kasihan dengan orang tuanya sayang, orang tua mana yang tak sakit melihat anak nya tersiksa di penjara" sahut Alana bimbang.
"Seharus nya jadi orang tua mereka mampu mengajarkan putrinya untuk berprilaku yang baik, bukan malah sibuk dengan dunia nya sendiri" sinis Raka
Raka tau selama ini orang tua Jessy tidak begitu memperhatikan keadaan putrinya, terutama ayah nya. Setelah Jessy memutuskan tinggal sendiri jauh dari orang tuanya, ayah Jessy jarang menemui Jessy. Sedangkan ibu sambung Jessy selalu mendapat penolakan dari putri sambung nya itu.
"Apa kau tak kasihan sayang?, bukankah dulu kau begitu menyukai nya" tanya Alana. Raka menghela nafas sabar
Inilah yang tak di sukai semua laki-laki, terkadang wanita suka menanyakan hal yang konyol, ntar giliran di jawab dia nya ngamukkk, padahal dia sendiri yang menanyakan nya.
"Aku sudah melupakan semua tentang nya sayang, jadi jangan pernah melontarkan pertanyaan konyol itu lagi hmm" sahut Raka sambil mencubit hidup Alana gemas. Alana mendengus kesal.
"Terus aku harus gimana sekarang?, kamu sih menyerahkan keputusan itu kepadaku, bikin susah saja" dumal Alana. Raka terkekh geli melihat nya.
Raka memeluk istrinya begitu erat, sambil menciumi setiap inci wajah istrinya yang menggemaskan.
"Sudah tidur, gak usah mikirin masalah itu, nanti otak kecilmu itu pusing" ucap Raka dengan senyum jenaka.
Alana menuruti ucapan suaminya, dia memeluk tubuhnya ,dan mencari kenyamannan di tubuh suaminya itu.
Tak membutuhkan waktu lama Alana sudha terlelap bersama Raka yang ikut menyusul istrinya
Raka tak mau istrinya terlalu memikirkan masalah Jessy, karena Raka sudah memutuskan tidak akan pernah melepaskan Jessy, dia tidak mau membahayakan keselamatan buah hatinya.
Pagi hari pun tiba, Alana terbangun terlebih dahulu, dia melepaskan tangan Raka yang melilit di perutnya. Dengan perlahan Alana bangit dari tempat tidur nya.
Alana masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, setelah selesai semua dia mengambil baby nya dan membawa nya kedalam kamar nya untuk membangunkan Raka.
__ADS_1
Tangan kecil Baby Narendra menepuk nepuk pipi Raka seolah ingin membangunkan papa nya yang sedang tidur. Rak yang merasa terusik akhirnya membuka matanya. Raka menoleh kesamping dia melihat putranya yang sedang tersenyum kepadanya.
"Kau membangunkan papa boy," ucap Raka sambil menciumi perut buncit baby Narendra.
"Kau usil sekali sudah membangunkan papa pagi-pagi hmm" ujarnya lagi dengan masih menciumi putranya.
"Sudah sayang, nanti dia nangis" cegah Alana.
"Biarin sayang, dia terlalu menggemaskan" sahut Raka.
"lebih baik kamu mandi, nanti telat ke kantor" saran Alana.
"Jangan khawatir sayang, kan aku bos nya" jawab Raka begitu pongah. Alana menatap tajam mata Raka, membuat Raka bergidik ngeri.
"Iya sayang, aku akan mandi tapi kamu jangan memandangku seperti itu, kau terlalu menakutkan sayang" ujarnya.
Akhirnya Raka memilih mandi terlebih dahulu, dia tidak mau mendapat amukan dari singa betina nya. Bisa gawat kalau dia tidak mendapat jatah malam.
*
*
*
Hari ini Sherli telat masuk kantor dengan alasan telat bangun. Tentu hal itu membuat Alex kesal, pasal nya hari ini ada meeting dan Alex harus menyelesaikan bahan meeting itu sendirian, biasanya dia hanya terima beres saja.
Sepuluh menit lagi meeting akan di mulai, namun Sherli tak kunjung datang juga. Alex melihat benda mewah yang menempel di lengan kirinya sambil mendengus kesal.
Akhirnya Alex sudah menyelesaikan bahan meeting nya, dia merapihkan berkas nya lalu meninggalkan ruangan nya, ia pergi menuju ruang meeting, tiba di ruangan itu Alex langsung di sambut oleh kolega nya.
Meeting pun akhirnya di mulai tanpa Sherli yang seharusnya ikut mendampingi Alex.
Setelah satu jam akhirnya meeting selesai, meeting berakhir dengan begitu cepat, karena tidak adanya pembahasan yang alot dari kedua belah pihak. Klien Alex sudah pergi terlebih dahulu meninggalkan perusahaan Mananta, yaitu perusahaan milik keluarga Alex.
Pukul jam setegah sepuluh pagi Sherli tiba di perusahaan milik Alex tempat ia bekerja. Dia memilih menghadap Alex terlebih dahulu, setelah itu dia akan masuk ke ruangan nya.
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
"Masukk" terdengar sahutan dari dalam ruangan Alex.
Ceklek.... Sherli membuka pintu ruangan Alex dnegan tangan yang bergetar, dia takut jena hukuman seperti waktu itu.
"Pagi pak, maaf saya terlambat" ucap Sherli dengan penuh sesal, dia menunduk karena takut melihat mata Alex yang sudah menatapnya tajam.
Alex beranjak dari kursi kebesaranya, dia menghampiri Sherli yang berdiri di depan meja nya.
"Enak sekali kau bilang maaf, emang kau pikir ini perusahaan keluargamu apa, kau seenak nya saja jam segini baru masuk kantor" omel Alex yang berdiri di depan sherli sambil berkacak pinggang.
"Tadi saya kan sudah ijin pak, kalau saya kesiangan" sahut Sherli membela diri.
"Memangnya kamu habis ngapain saja semalam, sampai kamu tidak bisa bangun pagi hm" ucap Alex kepo.
"Apa sih maksud dia, kenapa di jadi ingin tahu apa yang semalam aku lakukan" gerutu Sherli dalam hati.
"Dia ajak bicara itu jawab, jangan diam saja" ujar nya lagi.
"Duh jawab apa ya, ya kali aku jawab karena habis nonton drakor" batin Sherli.
"Anu pak.." Sherli menghentikan ucapan nya. Dia ragu mengatakan yang sebenarnya.
"Katakan yang jelas, jangan anu anu saja" kesal Alex yang sudah penasaran dengan jawaban Alex.
Sebenarnya Alex tidak marah dengan keterlambatan Sherli, dia marah karena perasaan nya kesal kalau dia berjauhan dengan nya.
"Anu pak, saya kesiangan karena marathon nonton drakor" lirih Sherli sambil menunduk malu. Alex membelalakan matanya, segitu bucinkah sama drakor, sampai ia bela-belain begadang hanya untuk menonton drakor yang unfaedah, pikir Alex.
"Huff, apa bagus nya sih manusia plastik itu, gantengan juga bosmu" gerutu Alex yang kesal dengan jawaban Sherli.
**Bersambung
Happy reading guys🙏
__ADS_1
Maaf udah 2 hari gak up, othor lagi sibuk jadi panitia dangdut😂**