
Hari ini kebetulan weekend, seluruh keluarga Alana berkumpul di rumah mamanya, termasuk Widi adik Lita (mama Alana).
Sherli sudah memberi jawaban kepada Alex, sekarang tinggal menunggu orang tua Alex yang sehabis pulang liburan akan datang ke rumah Sherli.
Alana datang bersama kedua bayi kembarnya dan juga Raka. Karena sudah lama juga Alana tak pulang ke rumah mama nya.
"Assalamualaikum ma,pa" sapa Alana ketika masuk kedalam rumah mamanya. Kedua orang tua Alana langsung menyambut putrinya, mereka sangan rindu dengan putri semata wayangnya, apa lagi dengan kedua cucunya yang sangat menggemaskan itu.
"Waalaikumsalam sayang," sahut Papa Kai.
Alisya dan Raka masuk lalu mencium punggung kedua tangan Alisya dan juga Raka.
"Utuk..utukkk.utukkk, cucu oma kenapa tertawa hmm" goda Lita seraya mengambil baby Narendra dari gendongan Alana.
Lita menciumi pipi serta perut baby Narendra. hingga tawa baby Narendra pecah. Mereka yang berada di ruangan itu juga ikut tertawa melihat kelucuan bayi itu.
"Apa kabar tante" tanya Alana kepada Widi yang duduk di sebelah Sera, sedangkan Sherli sudah merapatkan tubuhnya ke Lita sambil melihat baby Narendra yang menggemaskan.
"Kabar tante baik Al, bagaimana pernikahan kamu dengan Raka nak" tanya Widi yang memang tahu dulu Alana menikah karena perjodohan demi menyelamatkan perusahaan milik Kai.
"Alana dan Raka sudah bahagia sekarang tan, apa lagi dengan kehadiran baby twins di tengah-tengah rumah tangga kita" jawab Alisya dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya.
Sedangkan Raka duduk seraya memangku baby Nay yang tak mau lepas dari gendongannya, Raka ikut mengobrol dengan papa Kai dan juga Jimmy yang membahas tentang perusahaan.
Sera dari tadi matanya tak pernah lepas memandang Raka yang tengah fokus mengobrol.
"****, kenapa dia ganteng sekali, dia lebih ganteng dari Alex dan sepertinya juga lebih kaya dari Alex" batin Sera.
Sera bangkit dari tempat duduknya lalu melangkah mendekati Raka.
"Kak boleh Sera menggendong baby Nay" Tanya Sera dengan sedikit malu-malu. Supaya membuat Raka penasaran dengan dirinya.
"Maaf, dia sedang tak mau lepas dari papanya" Jawab Raka dengan wajah datarnya.
Mungkin feeling baby Nay kuat, kalau ada mak lampir yang mau mendekati Ayahnya, makanya dia tak mau lepas dari ayahnya yang ganteng itu.
Tiap kali Alana ingin mengambil dari tangan Raka dia pasti menangis.
"Maaf Sera, dia memang sedang manja dengan papa nya" sahut Alana.
__ADS_1
Akhirnya Sera kembali ke tempat duduknya tadi di sebelah mamanya, sedangkan Lita dan Sherli tak peduli dengan mereka, ia memilih bermain dengan baby Narendra.
"Al, boleh tante meminta tolong sama kamu? Bukankah Raka itu sahabat Alex, tante minta tolong sama kamu agar Raka mau membujuk Alex untuk menikahi Sera" ucap Widi dengan hati-hati.
Alana menautkan alis nya, ia tak mengerti maksud dari pertanyaan tante Widi nya . Masalah nya ia juga belum tahu kalau Alex menjalin hubungan dengan saudaranya itu.
"Alex siapa tante" tanya Alana yang tak mengerti. Yang Alana tahu kalau Alex teman Raka itu seorang cassanova.
"Alex teman Raka Al, dia kemarin datang ke rumah lalu mengatakan kepada kami kalau dia mau menikahi Sherli" jawab Widi.
"Terus kenapa tante Widi menyuruh Alana untuk minta tolong ke Raka agar membujuk Alex untuk menikahi Sera?" Alana makin puyeng dengan pemikiran tantenya itu.
"Karena Sera menyukai Alex kak" jawab Sera tanpa ragu. Alana sebelumnya tak tahu kalau Sera tengah mengambil mantan kekasih Sherli, karena jujur saja Alana tak terlalu dekat dengan mereka.
"Kenapa kamu menyukai calon suami adikmu sendiri" tanya Alana yang masih santai.
"Karena Sera yakin kalau Sherli bisa mendapatkan yang lebih dari Alex" jawab Sera dengan tak tahu diri. Alana menggelengkan kepalanya.
Alana menatap kearah suaminya seraya bertanya.
"Sayang, apa benar Alex akan menikahi Sherli" tanya Alana Kepada suaminya. Raka menegok melihat ke arah istrinya.
"Sepertinya iya, kemarin dia sudah menyuruh om Damanik pulang dari acara keliling dunianya" jawab Raka.
"Kenapa aku harus mengatakannya kepadamu sayang, biarin saja itu urusan mereka berdua" balas Raka cuek. Memang dia tak tertarik dengan rencana Alex, Raka hanya memperingati Alex agar tak menyakiti Sherli.
Alana mendengus kesal dengan jawaban suaminya itu. Raka terkekeh kecil melihat istrinya tengah merajuk, Raka menarik kepala istrinya lalu menciumi pipi Alana di depan keluarganya. Alana menduselkan wajahnya ke ketiak Raka karena malu.
"Mereka sangat romantis, membuatku iri saja" batin Sera meronta ronta.
Kedua orang tua Alana tertawa kecil melihat wajah malu-malu putrinya, padahal ia sudah mempunyai dua anak.
"Hai nyonya muda, kau ngapain ngumpet di ketiak hmm" goda Raka.
"Malu di lihatin papa sayang" lirih Alana. papa Kai memang duduk tepat di hadapan mereka. Mereka tergelak mendengar ucapan Alana.
Papa Kai bersyukur kalau Raka akhirnya bisa memperlakukan putrinya dengan sangat baik dan penuh kasih sayang.
"Sudah jangan seperti ini, ngga malu apa di lihatin anaknya" ejek Raka, baby Nay memang dari tadi melihat Alana.
__ADS_1
Tangan baby Nay ingin meraih rambut Alana yang mendusel di tubuh papanya. ia seolah ingin berkata "awas jangan mendekati papaku" ๐
Baby Nay kerap kali memonopoli Raka, hingga terkadang Alana cemburu dengan putrinya sendiri.
Alana menegakkan tubuhnya kembali.
"Sherli, benar kau mau menikah dengan Alex? Apa benar kamu sudah mencintainya" Tanya Alana.
"Iya Kak, Sherli sudah menerima pinangan dari kak Alex" jawab Sherli.
"Terus kenapa mama kamu meminta tolong kepada kakak, supaya kaka Raka membujuk Alex untuk menikahi Sera" ucap Alana polos, ia malah membeberkan kelakuan Widi di depan keluarganya.
"Apa benar begitu" tanya Lita
Yang jawab bukan Sherli melainkan Lita mama Alana.
"Mbak, aku tak bermaksud...." ucapan Widi terpotong.
"Kau berniat mengorbankan putri bungsumu demi kebahagiaan putri sulungmu, begitu hah" Lita marah kepada adiknya itu.
"Terus kau bela dan manjakan putri sulungmu itu, tapi kau jangan pernah menyesal jika Sherli kelak tak mengakuimu sebagai ibu" telak Lita. Lita sebenarnya dari dulu sudah menegur sikap adiknya, namun adiknya tak pernah sadar.
"Tapi Widi hanya tak mau Sera kembali sakit-sakitan mbak" jawab Widi.
"Apa selama ini Sera sakit ha, bahkan dia sangat sehat dan bugar" sinis Lita.
"Terserah mama saja, Sherli kecewa sama mama, Sherli sudah menerima pinangan kak Alex dan jika semua itu batal berarti karena mama, dan jangan sampai mama mengakui Sherli sebagai putri mama lagi" ucap Sherli setelah itu ia pergi meninggalkan rumah Alana, ia sudah sangat kecewa dengan sikap mamanya yang sudah keterlaluan.
Bersambung.
Happy reading guys๐
Jangan lupa
like
Koment
Vote
__ADS_1
Biar othornya semangat untuk up
Terima kasih buat para readers yang sudah mendukung karya othor๐๐