
"Huff, apa bagus nya sih manusia plastik itu, gantengan juga bosmu" gerutu Alex yang masih di dengar Sherli.
"Ternyata dia narsis juga, iya sih dia ganteng tapi serem kalau lagi marah" batin Sherli bergidik ngeri ketika mengingat moment Alex waktu marah kepadanya.
Alex sebenarnya menyukai Sherli, dia terlalu gengsi untuk mengungkapkan perasaan nya, selama ini Alex sudah memberi sinyal namun Sherli tak pernah peka dengan sinyal itu.
"Ini kerjakan pekerjaanmu, aku pusing melihat banyak berkas menumpuk di mejaku" ucap Alex uring-uringan.
"Baik pak" sahut Alisya sambil mengambil beberapa berkas yang akan ia bawa ke ruangan nya.
"Mau kemana kamu" tanya Alex yang melihat Sherli hendak keluar dari ruangan nya.
"Tentu saja saya akan kembali ke ruangan saya pak" ketus Sherli, dia pusing memahami sifat Alex yang berubah ubah.
"Siapa yang menyuruhmu kembali keruanganmu hmm" tutur Alex lalu melangkah menghampiri Sherli yang berada di depan pintu.
"Terus saya harus mengerjakan berkas ini dimana pak" sahut Sherli sambil menghela nafas sabar. Ingin rasanya Sherli melempar Alex dari lantai 15 hingga ke bawah.
"Kerjakan di ruangan ini Honey, gak boleh protes! Lakukan yang aku perintahkan" tegas Alex tanpa mau di bantah.
"Huh, gimana bisa kerja jika di liatin terus begitu, dia tuh sebenarnya kenapa sih" kesal Sherli.
Sherli melangkahkan kakinya menuju ke sofa yang ada di ruangan Alex, dia menjatuhkan tubuhnya ke sofa itu.
Sedangkan Alex kembali ke kursi kebesaran nya. Sherli mulai mengerjakan pekerjaan nya dengan begitu serius, ia ingin menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat, dengan begitu ia bisa lepas dari cengkraman Alex.
Sedangkan Alex malah tak bisa fokus dengan pekerjaan nya, ia sesekali melirik ke arah Sherli yang tak sedikitpun peduli dengan keberadaan dirinya.
Waktu mulai menunjukan pukul dua belas siang, aktunya makan siang. Sherli merenggangkan otot tubuh nya yang terasa pegal. Dia memisahkan beberapa berkas yang sudah ia kerjakan sama yang belum ia kerjakan.
"Ini pak berkas yang sudah saya kerjakan, sisanya nanti setelah saya selesai makan siang" ucap Sherli kepada Alex sambil memberikan berkas yang sudah ia kerjakan tersebut.
"Hmmmm" hanya itu yang keluar dari mulut Alex ia masih fokus menatap laptop nya.
Sherli tak memperdulikan Alex, dia memilih keluar dari ruangan itu karena cacing di perutnya sudah minta di isi, apa lagi tadi pagi ia belum sempat sarapan karena terburu buru.
"Mau kemana kamu" tanya Alex ketika melihat Sherli memegang handle pintu.
__ADS_1
"Saya mau makan siang pak, perut saya sudah lapar" sahut Sherli sambil memegangi perutnya.
"Makan di sini saja, sekalian pesankan saja makanan, saya juga sudah lapar" tutur Alex sambil menatap Sherli.
"Tapi pak.." ucapan Sherli terpotong karena Alex.
"gak ada tapi-tapian, apa kamu mau kalau gaji kamu saja potong bulan ini, karena tidak menuruti perintah Bos mu" ucap Alex makin gak jelas, membuat Sherli tercengang dengan tindakan Alex, memang apa yang salah dengan dirinya.pikir Sherli.
Akhirnya Sherli mengurungkan niat nya untuk makan di kantin perusahaan dengan teman nya yang lain, terpaksa dia makan di ruangan Alex karena Sherli takut nanti gaji nya di potong. Masalah nya Sherli sudah tidak mendapatkan jatah uang dari keluarga nya karena ulah dari kaka nya yang selalu iri kepadanya.
"Bapak mau makan apa" tanya Sherli mencoba melihat beberapa menu yang ada di apliaksinya.
"Samakan saja denganmu" jawab Alex singkat.
Sherli memesan makanan lewat aplikasi online. Hampir setengah jam Sherli menunggunya namun makanan yang ia pesan tak kunjung datang.
Sherli ketiduran sambil memegangi perutnya yang sudah sangat lapar sekali.
Tak lama makanan yang ia pesan datang, Alex meletakan beberapa menu makanan di meja. Alex mencoba membangunkan Sherli.
"Bangun Honey" ucap Alex lembut sambil menepuk pipi Sherli pelan.
"Maaf pak, saya ketiduran" ucap Sherli.
"Tak masalah, besok lagi jangan nonton drakor lagi, biar siang nya kamu tak merasa ngantuk" saran Alex. Sherli hanya mengangguk, dia sudah malas meladeni Alex, perutnya sudah terlalu lapar kalau masih harus menunda makan lagi.
Sherli mulai menyantap makanan nya tanpa memperdulikan Alex yang terus menatapnya.
"Nih cewek tidak ada jaim-jaim nya sama sekali, biasa cewek lain pasti akan lemah lembut di depan cowok lain." batin Alex.
Tapi jujur Alex lebih menyukai perempuan yang seperti Sherli, dia tidak menutup nutupi dirjnya di depan orang lain, dia akan melakukan apa yang menurut dia nyaman saja.
Sherli melirik ke arah Alex yang masih bengong belum menyentuh makanan nya sama sekali.
"Kenapa bapak tidak makan" tanya Sherli mengerutkan dahinya.
"Iya ini saya akan memakan nya" sahut Alex langsung memasukan nasi nya kedalam mulut dengan menggunakan sendok.
__ADS_1
Mereka makan dengan tenang, tidak ada yang berbicara sebelum selesai makan.
Akhirnya makanan mereka ludes tak tersisa Sherli sedikit menyandarkan tubunya ke sandaran sofa, dia merasa lega karena perutnya sudah terisi.
*
*
*
Sedangkan di bandara sepasang penganting baru baru turun dari pesawat, mereka adalah Andre dan Chika yang baru pulang dari honeymoon.
"Sayang kita akan pulang kemana" tanya Chika sambil merangkul lengan Andre.
"Tentu saja ke mansion kita sayang" jawab Andre.
"Memangnya sudah bisa di tempati" ujarnya.
"Sudah sayang, Raka telah memberikan kita Mansion beserta isinya" terang Andre.
Chika begitu kagum sosok Raka yang royal kepada Asisten nya itu, meskipun karena sebuah taruhan, namun dia tak main-main memberikan mansion mewah dan juga mobil sport keluaran terbaru. Chika tidak bisa membayangkan kekayaan milik Raka suami dari sahabatnya itu.
Andre dan Chika memasuki mobil jemputan yang di kendarai oleh sopir keluarganya.
"Ke mansion yang baru ya pak maman" ucap Andre memberikan tujuan nya kepada sang sopir.
"Baik den" jawab pak maman.
Mereka pergi meninggalkan bandara, Chika memilih menyandarkan kepala ke bahu Andre, dia merasa begitu lelah setelah melewati perjalanan yang lumayan jauh.
Perjalanan memkan waktu sekitar satu jam, akhirnya mobil yang mereka tumpangi tiba di plataran mansion.
Andre membangunka Chika terlebih dahulu.
"Bangun sayang, kita sudah sampai" ucap Andre sambil menepuk lengan Chika yang sedang memeluk lengan nya.
**Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, vote🙏
Happy reading guys🙏**