
Sore hari Andre datang ke kediaman Raka, dia mau memberikan beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangan Raka, karena hari ini bos nya itu tidak masuk.
"Sore tante, om" sapa Andre pada orang tua Raka dan orang tua Alana. Mereka tersenyum mengangguk.
"Kamu nyari Raka Ndre" tanya Daddy Rudi.
"Iya Om, Andre mau ngasih berkas ini ke Raka" jawab Andre.
"Naik aja, Raka ada di atas, di kamar nya" ujarnya.
Andre naik keatas menuju kamar Raka.
Tokkk...tokkk.tokk.
Cekklek.
"Kenapa Ndre?" tanya Raka setelah membuka pintu.
"Ini berkas tanda tangani" ketus Andre memberikan beberapa berkas ke tangan Raka.
"Minta di pecat kamu Ndre, sama bos gak ada sopan-sopan nya" kesel Raka.
"Tentu saja tidak, nanti Istri aku mau di kasih makan apa kalu kau memecatmu" sahut Andre. Membuat Raka merotasi bola matanya malas.
"Cih, gak usah berlagak miskin, mau kau aku menghancurkan perusahaan keluargamu itu, lagian istri mana yang mau kau kasih makan" jengah Raka. Membuat Andre menatap tajam Raka, Andre menghela nafas panjang, dah lah tak akan menang kalau harus berdebat sama Raka.
"Minggirlah, aku mau lihat twins" ucap Andre sambil menyingkirkan tubuh Raka yang menghalangi pintu.
"Sialan kau Ndre, ngapain kau masuk ke kamarku hah" umpat Raka.
"Al, tuh lihat suamimu itu mengumpatiku terus, bukan nya terima kasih aku sudah menghandle pekerjaannya, dia malah mengumpatiku" adunya ke Alana.
"Sayang" Panggil Alana menatap Raka seolah meminta penjelasan.
"Gak Sayang" ucap Raka panik.
"Jangan gitu lagi, kasihan Andre nya" ucap Alana. Andre tersenyum penuh kemenangan, karena melihat Raka tak berkutik kalau sudah di depan Istrinya karena Raka akan berubah jadi manis kalau sama Istrinya, sudah benar Andre mengadu sama Alana.
"Iya Sayang" lirinya.
"Awas kau Ndre" ancam Raka dalam hati sambil menatap tajam ke arah Andre.
Gluk
"Mati aku, pasti Singa jantan itu akan balas dendam kepadaku" ucap Andre dalam hati bergidik ngeri.
"Ndre kenalin, ini Sherli sepupuku" Alana mengenalkan Andre ke Sherli, begitu juga sebalik nya.
"Andre" ucap Andre datar tanpa ekpresi sambil menjabat tangan Sherli.
"Sherli kak" ucap Sherli sedikit malu malu.
"Khemm" dehem Raka.
"Sudah kali tatapan tatapan nya" sindir Raka. Mendengar itu Alana langsung mencubit perut Raka.
__ADS_1
"Awww...Sakit Sayang, nanti nunggu 40 hari lagi kalau minta jatah, sabar ya sayangku, cintaku" sahut Raka asal. Alana tercengang dengan penuturan suaminya. Suaminya ini minta di sumpal mulutnya.
"Cih, siapa juga yang minta jatah" ketus Alana.
"Gak usah malu Sayang, biarin mereka iri melihat keromantisan kita" goda Raka.
"Cih, mending kita keluar Sher, nanti otak polosmu bisa tercemar dengan omongan vulgar singa jantan itu" ucap Andre mendegus kesal.
"Iya ka" ucap Sherli.
Mereka pamit meninggalkan kamar Raka.
...****************...
Sebelum kembali ke apartemennya Andre mampir terlebih dahulu ke sebuah minimarket. Dia ingin membeli kebutuhan nya dan beberapa cemilan.
Andre melihat seorang gadis cantik yang sedang berjinjit mengambil sesuatu di rak paling atas namun tidak sampai.
Andre yang melihat gadis itu kesusahan dial langsung berinisiatif menolongnya.
Tiba-tiba Andre mengangkat tubuh gadis itu dari belakang.
"Eh" gadis itu menengok karena kaget tiba-tiba tubuhnya terangkat.
"Kamuuu, turunin aku cepat" pekik Chika, ternyata yang mengangkat tubuhnya itu Andre si pria menyebalkan di mata Chika.
"Dasar anak Ayam, di tolongin bukan nya makasih malah marah" dengus Andre kesal, kemudian menurunkan Chika.
"Kamu tuh laki-laki mesum yang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan, bisa gak sih langsung ambilin aja, gak usah di angkat akunya" omel Chika.
"Ck, ganteng sih... tapi sayang buta" sindir Chika.
"Apa kamu bilang ha" ucap Andre sambil menatap tajam Chika.
"Apa?, emng kamu buta, bukankah kau lihat aku mau ngambil apa" sahut Chika sinis.
"Jangan terlalu membenci, nanti bucin baru tau rasa" cletuk Andre.
"Gak akan, aku tidak akan mencintai pria macam kau, catat itu!!" tegas Chika.
"Ok, lihat saja nanti, siapa yang akan menyatakan cinta duluan" sahut Andre yang merasa tertantang harga dirinya mendengar ucapan Chika. Dia berlalu meninggalkan Chika yang masih terbengong.
"Duh nih mulut, kalau ngomong suka lancar bener" ucap Chika sambil memukul bibirnya sendiri.
"Sebenarnya ganteng sih, sayang banget kalau di anggurin, tapi dia terlalu menyebalkan, huff" gerutu Chika.
*
*
*
Chika pulang kerumahnya, ternyata kedua orang tuanya beserta abang nya sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Selamat malam semua, princess cantik nya mama pulang" teriak Chika.
__ADS_1
"Onty bicik" sahut keponakan Chika yang bernama Arin.
"Hei, berani ya kau sama onty" ucap Chika langusung menggelitiki Arin.
"hahahha geli Onty " pekik Arin. Namun Chika tidak menghentikanya. Yang lain menggeleng kepala melihat klakuan mereka yang tak pernah akur.
"Papa tolon Alin papa, mama" pekik Arin yang terus berontak dari dekapan Chika.
"Sudah dek, nanti Arin nya ngompol" Aron menghentikan Chika.
Chika akhirnya melepaskan Arin.
"Dari mana kamu Chik" tanya mama Chika.
"Biasa ma, ngeceng" ucap Chika asal yang dapat jitakan dari kaka nya.
"Jawab yang bener napa sih dek, di tanya orang tua juga" kesal Arion.
"Chika dari minimarket kak, aelah" degus Chika kesal.
"Jangan main terus dek, sudah waktunya kamu mencari pasangan" nasihat Arion.
"Tenang kak, tenang semuanya, Chika sudah tahu siapa yang akan jadi suami Chika nanti, Chika sudah dapat bisikan dari Author" seloroh Chika.
Author : Apaan dah Chik, kapan gue ngebisikin lo maemunah.
Chika : Iyain aja napa sih thor, pusing nih di suruh nikah mulu
Author : Sama Chik, gue aja belum nikah nikah.
Balik ke topik guys
"Siapa pria itu dek" desak Arion.
"Doain aja sih ka, adek nya lagi berjuang nih" cebik Chika.
"Onty beli apa" tanya Arin melihat Chika membawa plastik.
"Rahasia" goda Chika membuat Arin memanyunkan bibirnya.
"Huff... Gak boleh pelit Onty, nanti kubulan nya cempit balu tau lasa" sahut Arin kesal. Chika menjatuhkan rahang nya, bisa-bisanya keponakannya ini masih kecil tapi pinter membuat orang mati kutu. Sedangkan yang lain ketawa keras.
"Untung keponakan sendiri, kalau bukan udah Onty karungin kamu" sinis Chika.
"Emang Alin longsokan mau di kalungin" sahut Arin.
"Ngomong "R" dulu baru ngajak gelud" ejek Chika.
"Cilik aja, dasar jomblo hihi" Arin cekikikan, yang lain makin tertawa terbahak mendengar ucapan Arin.
**Berasambung
Jangan lupa like, koment, Vote🙏**
__ADS_1