
"Cobalah berdamai dengan keadaan Al, ikhlasin kepergian Nessa (adik Aldi) supaya dia tenang di sana, dia akan sedih jika melihat kakak yang di sayanginya justru berubah jahat seperti ini" ucap Raka sambil menepuk pipi Aldi.
Raka memundurkan tubuhnya menjauh dari Aldi, lalu dia berbalik."tinggalkan mereka berdua di sini, aku ingin mereka merenungi kesalahannya." titah Raka.
Bugh
Bugh
Bugh
Raka melampiaskan kemarahannya dengan memukul wajah Aldi terlebih dahulu, sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka.
"Itu semua balasan dariku, karena kamu sudah berniat jahat kepada keluargaku "ucap Raka.
Aldi mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah karena pukulan Raka, Aldi menunduk malu, meskipun mereka sudah berniat jahat kepadanya, tapi dengan baik nya Raka memberikan kesempatan untuk berubah.
"Kenapa kau tak membunuhku saja hah, kenapa kau justru membiarkanku untuk hidup" ucap Aldi dengan setengah berteriak.
Raka menghentikan langkahnya."Karena aku masih menganggapmu temanku"jawab Raka singkat tanpa menoleh ke arah Aldi.
Aldi melihat punggung kekar Raka yang kian menjauh, Aldi tak menyangka Raka masih menganggapnya teman padahal selama ini dirinya sudah berkali-kali ingin menjatuhkan Raka.
__ADS_1
Raka menatap salah satu anak buahnya. "Kalian tetap berjaga di sini, dan jangan lupa kasih mereka makan" perintah Raka.
Setelah itu Raka berlenggang keluar dari gedung tersebut bersama Andre.
"Kenapa kamu tidak menghukum mereka Ka" tanya Andre sambil mulai menyalakan mobilnya.
Raka terdiam sejenak seperti menarik nafas. "Aku masih berharap mereka berubah, terutama Aldi....bagaimana pun juga dia dulu teman baik ku, kalau aku kembali jebloskan Jessy ke penjara pasti Aldi juga akan ikut terseret, karena mereka berdua lah yang merencanakan semuanya" ucap Raka sambil menyandarkan tubuhnya ke jok mobil.
Raka ingin memberikan mereka berdua kesempatan untuk berubah, namun jika mereka tetap kekeuh maka dengan sangat terpaksa Raka akan menghukum mereka dengan caranya sendiri.
Andre mulai menginjak gas mobil, secara perlahan pergi meninggalkan area gedung tersebut. "Kau terlalu baik untuk mereka yang jahat Ka" ujar Andre.
"Bukan begitu Ndre, mungkin kalau mereka berhasil menculik anak ku pasti akan beda cerita" sahut Raka.
Andre tak habis fikir dengan keputusan sahabatnya itu. Bisa-sanya masih memberi kesempatan orang jahat untuk memperbaiki dirinya.
Mobil yang Andre kemudikan mulai memasuki kawasan elit rumah Raka.
Kini mobil Andre sudah berhenti sempurna di depan rumah Raka.
Alana sedang mengobrol bersama Chika, sedangkan Narendra sedang di kamarnya, Ara sedang bermain boneka bersama Nayla.
__ADS_1
"Sayang kamu sudah pulang" ucap Alana. Ketika melihat Raka memasuki rumah.
Raka mencium kening Alana, lalu duduk di sebelah istrinya." sudah sayang"jawab Raka. Sambil menyandarkan kepalanya di bahu Alana.
Alana yang peka langsung menanyakan sesuatu kepada suaminya."Kenapa hmm" tanya Alana.
Raka duduk tegak sambil mengelus pipi lembut Alana lalu menatap intens kedua matanya."Yang berniat mencelakai kita adalah Jessy dan Aldi temanku sayang" jawab Raka. "Aku tak tahu harus memaafkannya atau justru memenjarakannya?" ucap Raka.
Andre sama Chika hanya menonton sambil mendengarkan apa yang sdang sepasang suami istri itu bicarakan.
"Tumben kamu tak langsung mengambil keputusan" sahut Alana dengan dahi mengkerut.
Raka menceritakan awal pertemuannya dengan Aldi hingga terjadi kesalahpahaman dengannya. Raka ingin meminta pendapat istrinya bagaimanapun Aldi pernah menjadi teman baik nya. Dan Aldi hanya tidak bisa menerima kenyataan saja makanya dia ingin menyakiti Raka.
Alana menghela nafas dalam. "Aku tahu pasti tak akan mudah memenjarakan teman sendiri, terlebih permasalahannya hanya karena kesalahpahaman. Tapi apa kau yakin kalau mereka akan benar-benar berubah? Jika kamu tidak yakin mending kamu masukan saja dia ke penjara, biar mereka jera" saran Alana.
"Baiklah, aku akan memastikanya besok" ujar Raka sambil memeluk erat istrinya.
Andre yang kesal langsung melempar bantal sofa ke arah Raka. "Apa kalian pikir kita ini patung hah, seenak nya saja bermesraan di depan kita" dumal Andre.
"Kau ini kenapa? Itu kan ada Chika, tinggal kau peluk saja apa susahnya sih" kesal Raka sambil melerai pelukannya.
__ADS_1
Bersambung.