
"Kenapa orang tuamu tak memperbolehkan kamu melukis" tanya Alex sambil mengerutkan dahinya.
Sherli menghela nafas pelan, kemudian ia berkata. "Entahlah, aku juga tidak tahu yang jelas orang tuaku selalu menuntutku untuk bisa menggantikan posisi papa mengurus perusahaan, karena Kak Sera tak pernah mau kalau di suruh kerja" jawab Sherli.
"Apa keluarga Alana tahu" tanya Alex.
"Aunty Lita tak pernah tahu mengenai keadaan keluarga kami, meskipun mama adik dari Aunty Lita, tapi mama selalu memainkan dramanya di depan Aunty Lita, jadi Aunty Lita tidak tahu sama sekali" sahut Sherli menggelengkan kepala.
"Kenapa kau tak keluar dari rumah saja, kau bisa hidup sendiri sambil mengembangkan bakat melukismu itu" saran Alex.
"Aku tak mau kak Sera semakin semena-mena, jujur saja aku gak tau harus melakukan apa" balas Sherli menghela nafas sabar.
Sherli bisa saja keluar dari rumah, tapi bagaimana dengan orang tuanya yang ada Sera makin menjadi ketika tidak ada dirinya, Sherli tak pernah membenci orang tuanya, karena mereka juga termasuk korban dari keegoisan Sera.
Alex memilih pamit pulang, ia tak akan memaksakan Sherli, Alex tau posisi Sherli pasti dia sulit jika harus meninggalkan orang tua kandungnya.
"Sudah malam, aku pulang terlebih dahulu besok aku akan menjemputmu supaya kau tak telat lagi masuk kantor" ucap Alex sambil berdiri.
"Tak usah, aku bisa berangkat sendiri pak, aku janji besok tak akan telat lagi" ujarnya, Sherli gak enak nanti di lihat karyawan yang lain.
"Tak ada bantahan, besok pagi aku akan kesini menjemputmu" tegas Alex.
Alex ke depan seraya berpamitan dengan orang tua Sherli.
"Saya pulang dulu Nyonya, besok pagi saya kesini lagi untuk menjemput Sherli berangkat ke kantor, saya tak suka karyawan saya telat hanya karena terlalu lama menunggu angkot" sindis Axel dengan tatapan sinis.
"Iya nak hati-hati" sahut mama Sherli kikuk dengan sindiran Alex.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan tuan, besok pagi sekalian saja sarapan di sini tuan, saya akan memasak buat ke kasih saya sekalian" ucap Sera lalu menawarkan sarapan pada Alex untuk besok pagi. Alex menatap jengah Sera.
"Tak perlu, saya tak kekurangan uang untuk sekedar membeli sarapan" sahut Alex setelah itu melangkahkan kaki nya keluar dari rumah itu, ia sudah jengah melihat tingkah laku Sera yang menjijikan.
Sherli mengantar Alex kedepan, hingga mobil Alex sudah tak terlihat, barulah Sherli masuk ke dalam rumahnya.
"Nak mama mau bicara" pinta mama Sherli.
"Maaf ma, Sherli capek mau istirahat" tolak Sherli, dia malas ngobrol sama mama nya kalau ada kakaknya, terlebih Dimas juga belum pulang.
"Sebegitu bencikah kau kepada mama nak, hingga kau menghindari mama, maafkan mama nak, bukan maksdu mama mengabaikanmu tapi mama tak mau kakakmu sakit lagi" bati mama Sherli.
Dulu semasa kecil Sera sering keluar masuk Rumah sakit, karena daya tahan tubuh Sera lemah di banding anak yang lain.
Sherli dan Sera hanya selisih umur 1th saja, dari bayi Sherli sudah sering di tinggal karena mamanya lebih sering menemani Sera keluar masuk rumah sakit.
Karena seringnya kebiasaan itu akhirnya Sera ngelunjak, Sera sering mengalihkan kesalahan nya ke Sherli, alhasil mama nya sering memarahi Sherli.
*
*
*
Bip
Bip
__ADS_1
Bip
Pagi hari sudah terdengar suara klakson mobil dari luar rumah Sherli, Sherli mengintip sedikit dari jendela kamarnya yang ada di atas. Alex malas masuk ke dalam rumah Sherli, dia begitu malas ketemu manusia penuh kepalsuan seperti Sera.
"Haiss..pagi-pagi sudah bikin gaduh di rumah orang" dumal Sherli melihat mobil Alex yang sudah standbye di depan rumahnya.
"Ma itu mobil siapa sih? Kenapa berisik sekali" keluh Sera yang sudah duduk di meja makan.
Belum sempat mamanya menjawab, terlihat Sherli turun dari tangga dengan pakaian rapih yang siap berangkat ke kantor.
"Sarapan dulu nak" tawar mama Sherli yang bernama widi.
"Maaf, Sherli terburu-buru bosa Sherli sudah ada di depan" sahut Sherli cuek. Dia langsung ngeluyur pergi meninggalkan mereka.
"Tunggu" pekik Sera.
Sherli menghentikan langkahnya, lalu berbalik sambil berkata " Ada apa?" tanya Sherli dnegan wajah datar.
Sera merasa kikuk dengan tatapan yang di tujukan Sherli kepadanya."Lebih baik kamu naik mobil sendiri saja, bukankah kamu merasa tak enak jika harus di antar jemput begitu" ucap Sera penuh maksud.
"Bukan urusanmu, toh yang minta jemput bukan aku tapi dia sendiri yang menawarinya" ketus Sherli
Mama Sherli tak suka melihat cara bicara Sherli kepada kakaknya, dia pun menegurnya "Jaga bicaramu Sherli, tidakkah kau bisa lebih sopan kepada kakakmu nak" ucap Widi mama mereka berdua.
"Bela saja terusss" ucap Sherli lalu pergi meninggalkan mereka. Sherli tahu maksud kakaknya yang menyuruhnya membawa mobil sendiri, karena Sera merasa iri melihat kedekatan Alex dengan adik nya itu
**Bersambung
__ADS_1
Happy reading guys🙏**