
Andre mengumpulkan bukti untuk melaporkan Jessy dan Darren ke kantor polisi.
Sekarang Andre berada di depan sebuah apartemen dimana Jessy dan Darren tinggal, Andre di temani oleh dua polisi yang siap menangkap Darren dan Jessy.
Sedangkan di dalam kamar apartemen, Jessy dan Darren baru saja menyelesaikan adegan panasnya. Tubuh mereka masih polos hanya tertutupi selimut.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu Apartemennya.
Tok
Tok
Tok
"Siapa Sayang" tanya Jessy yang masih ada di pelukan Darren.
"Tidak tau, coba kamu buka Sayang" titah Darren dengan peluh yang masih menempel di tubuhnya.
"Pake bajumu Sayang, aku akan membukanya" ucap Jessy sambil mengenakan baju seadanya yang ia ambil di atas lantai.
Ceklek
Jessy membuka pintu.
"Ada apa pak" tanya Jessy yang gugup, namun sebisa mungkin dia menutupi kegugupannya.
"Anda yang bernama Jessy"tanya Polisi itu.
"Iya pak" jawab Jessy yang masih mencoba tenang.
"Kami dari kepolisian membawa surat untuk menahan Anda dan saudara Darren" ucap Polisi.
"Apa salah saya pak" tanya Jessi sedikit berteriak karena tangan nya di borgol oleh polisi.
"Anda bisa menanyakan semuanya di kantor polisi" tegas polisi.
Andre dan polisi yang satunya langsung masuk untuk mencari Darren.
Setelah menemukannya Andre dan pak polisi langsung menyeret Darren.
"Cih, menjijikan" cibir Andre yang indra penciumannya mencium bau percintaan.
"Atas dasar apa kalian menangkap kami" Darren berontak.
"Diam" bentak polisi.
"kalian telah mencoba merencanakan pembunuhan terhadap saudari Alana" ucap polisi menjelaskan.
"Pak itu semua fitnah, apa buktinya kami melakukan itu" ucap Jessy yang masih menyangkal.
Andre tersenyum sinis melihat Jessy.
"Anda bisa menjelaskannya di kantor" ucap polisi.
"Aku pastikan kalian akan mendekam di penjara dengan waktu yang lama." ucap Andre menatap tajam Jessy dan Darren.
"Dasar kacung sialan, aku akan membalas kalian semua" teriak Jessy seperti orang kesetanan.
"Kalian salah mencari lawan" ejek Andre meremehkan mereka berdua.
__ADS_1
"Bawa mereka berdua pak" titah Andre kepada kedua polisi.
Akhirnya polisi membawa Darren dan Jessy ke kantor polisi.
Jessy terus berontak dan berteriak histeris seperti orang gila, dia tidak menyangka orang suruhannya ketangkap oleh Raka, Jessy terlalu percaya diri kalau orang suruhannya itu tidak akan membuka mulut di depan Raka
Raka akan pastikan Jessy dan Darren meringkuk di jeruji besi dalam waktu yang lama. Raka tidak akan menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, karena mereka bukan keluarga Raka😂
*
*
*
Keesokan harinya Di rumah sakit,
Hari ini Alana dan Chika sudah di perbolehkan untuk pulang, Raka membantu membereskan barang barang milik Alana.
Orang tua serta mertua Alana bilang katanya tidak bisa menjemput dirinya karena sedang menemani para suaminya pergi dinas.
"Sudah siap Sayang" tanya Raka.
"Sudah Sayang" jawab Alana.
"Mau gendong atau pake kursi roda" tawar Raka kepada Istrinya.
"Kursi roda saja ya, kalau gendong nanti kamu keberatan" sahut Alana.
"Jangan meremehkan kekuatan suamimu ini sayang, bahkan sekarang pun aku bisa membuatmu mendesah dan meneriakkan namaku di bawah kukunganku" ucap Raka vulgar menggoda Alana.
"Dasar suami mesum" ucap Alana.
"Akan aku tunjukan apa itu mesum Sayang" goda Raka langsung saja mer*mas dada Alana yang makin membesar.
"Makin besar sayang" ucap Raka sambil tersenyum mesum.
"Sayang nanti saja kalau sudah di rumah" ucap Alana menahan tangan nakal suaminya.
Namun tangan Raka langsung memegang tangan Alana dan menaruhnya di bagian tubuhnya di bawah perut. Alana merasakan milik suaminya sudah tegak namun bukan keadilan.
"Sayang" ucap Alana. Raka menghela nafas berat dan mencoba menetralkan gejolak di tubuhnya.
Tak lama Andre Pun masuk.
"Sudah beres semua Ndre" tanya Raka.
"Sudah Ka, tinggal nunggu prosesnya aja" jawab Andre.
"Tekan keluarga Jessy supaya tidak membebaskan anaknya itu" tegas Raka.
Tidak ada kata damai bagi Raka, apa lagi orang itu sudah berniat mencelakai Istrinya dan calon anak anak nya, Raka tidak kebayang jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi dengan Istrinya dan juga anak anaknya.
"Baik ka" jawab Andre.
"Ndre tolong bawain tas Alana" perintah Raka.
Mereka pergi meninggalkan Rumah sakit, setelah Andre menyelesaikan semua administrasi.
Di sepanjang jalan Alana tertidur sambil bersandar di dada Suaminya. Raka tak berhenti menciumi pucuk kepala Alana dan mengelus punggung Istrinya.
__ADS_1
Alana makin nyenyak dalam tidurnya, karena merasa nyaman dengan usapan yang di berikan Suaminya.
Mobil mereka tiba di plataran Mansion. Dan langsung di sambut oleh Orang tua serta mertua Raka.
Mereka sengaja membohongi Alana, untuk memberikan suprise penyambutan kepulangan nya dari rumah sakit.
"Bangun Sayang, kita sudah sampai" ucap Raka sambil mengusap pipi Alana.
"Emm" gumam Alana makin mengeratkan pelukannya di tubuh Raka.
"Huh, dasar kebo, kalau sudah tidur susah untuk di bangunin" gumam Raka lirih supaya tidak terdengar Istrinya, bisa bahaya kalau Istrinya itu dengar, bisa bisa ia tidak dapat jatah selama tujuh hari tujuh malam.
Raka pun menggendong Alana ala bridal style.
Para orang tua lemes ketika melihat orang yang di suprise malah tertidur.
"Maaf Mom, ma, Alana naya tidur" ucap Raka melewati mereka.
"Tak apa nak, biarin Alana tidur" ucap Mama Lita.
"Udah sana bawa Alana ke kamar" titah Mommy Ella.
"Iya Mom, Raka ke kamar dulu" pamit Raka.
Raka masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuh Alana di ranjang.
Sebelum keluar Raka menyelimuti tubuh Alana hingga dada, kemudian mencium keningnya
Raka memasuki ruang kerjanya dengan di ikuti Andre.
"Gimana Ndre" tanya Raka.
"Keluarga Jessy berusaha menyuap polisi untuk membebaskan putrinya" jawab Andre.
"Jangan biarkan mereka membebaskan Jessy, bila perlu kau bikin perusahaan mereka bangkrut" ucap Raka dengan rahang mengeras.
"Siap ka" ucap Andre.
"Kau kembalilah ke kantor dan handle semua pekerjaanku, aku hari ini libur" ucap Raka. Andre menghela nafas panjang. Alamat dirinya akan lembur lagi.
"Dasar bos tak berperasaan, kalau lembur terus kapan aku bisa mencari pasangan" gerutu Andre.
"Kau tak usah mengumpat ku Ndre" sahut Raka seperti cenayang yang tau isi hati Asisten nya itu.
Andre berlalu pergi meninggalkan Mansion keluarga Wijaya.
Sedangkan Raka masuk ke kamarnya, dan ikut merebahkan diri di samping Istrinya.
Raka memandangi wajah Ayu Alana. Dia bersyukur dulu tidak jadi menceraikan Istrinya itu. Syukur tuhan memperlihatkan keburukan Jessy sebelum dirinya mengambil keputusan yang salah. Kalau itu terjadi pasti Raka akan sangat menyesal.
Raka ikut memejamkan matanya sambil memeluk Istrinya.
Bersambung
Jangan lupa like, komen, vote guys🙏
please banyakin vote dan komen dong guys🙏
__ADS_1
Happy reading guys🙏