
Seminggu berlalu kini Raka sedang fokus menatap laptop yang ada di depan nya. Dia akhir-akhir ini semakin sibuk karena perusahaan Wijaya makin berkembang di tangan Raka.
Andre masuk membawa berkas pembagian saham untuk Twins, Baby Nay mendapat 5%, Baby Narendra juga mendapatkan saham 5% dari Wiajaya Corp hadiah dari Opa Rudi.
"Ini berkas yang kamu minta tuan" ucap Andre.
"Berkas apa Ndre" tanya Raka yang kebetulan lupa akan hal itu.
"Berkas tentang pembagian saham untuk anakmu Ka" kesel Andre dan tak lagi memanggil nya tuan.
"Oh" itu aja yang keluar dari mulut Raka, semakin membuat Andre jengkel.
"Cih, anakmu hebat ka, mereka sudah jadi sultan sejak menjadi embrio, dia sudah tidak pusing lagi mencari loker pekerjaan" seloroh Andre.
"Tapi aku tetap tidak akan memanjakan mereka, supaya nantinya dia tidak akan bergantung pada kekayaan orang tuanya" ucap Raka bijak.
"Tidak memanjakan bagaimana, bahkan opanya sudah memberi dia saham" sinis Andre.
"Biarin saja, aku tak akan memberi tahu sebelum mereka menikah" ucap raka acuh. Apalgi Baby Narendra adalah seorang pria, jadi dia harus mampu berdiri dia atas kaki nya sendiri. Sungguh berat bukan jadi anak nya Raka, sudah banyak tuntutan.
Tiba-tiba Alex masuk ke ruangan Raka menyelonong gitu saja tanpa mengetuk pintu.
"Sopankah begitu di kantor orang ha" sindir Raka.
"Berisik Ka, gue pusing sekretaris gue gak ada" keluh Alex.
"Oh ya Lex, Istriku pernah bilang kalau sepupunya sedang membutuhkan pekerjaan, kalau mau lo bisa jadikan dia sekretarismu, di kantor ku gak ada posisi yang kosong soalnya" sahut Raka yang batu mengingat pesan istrinya waktu itu.
"Boleh kalau dia cantik Ka" ujar nya dengan tersenyum tengil.
"Jangan macam-macam Lex, bisa di amuk sama Alana lo kalau mempermainkan sepupunya itu" Ancam Raka.
"Ck, namanya saja usaha" ucap Alex santai.
__ADS_1
"Menikahlah Lex, ingat umur jangan sampai tuhan menjemputmu lebih dulu sebelum kau menikah" nasihat Andre sekalian menakuti.
"Kau saja dulu Ndre. Jika kau bisa menikah dalam waktu ini aku akan membayar semua biaya pernikahanmu" tantang Alex.
"Dan aku akan memberikan mansion beserta mobil sport keluaran terbaru untukmu" Raka ikut menyahuti tantangan Alex.
"Ok, deal" ucap Andre semangat sambil tersenyum licik. Tidak tahu saja dia hari ini ornag tuanya akan tiba untuk melamar Chika.
"Siap-siap saja angka nol di rekeningvkalian akan berkurang" ejek Andre. Alex sama Andre mengerutkan kening nya, kenapa respon Andre tak sesuai dengan pemikiran mereka. Kenapa Andre berbicafa seolah sudah menemukan calon Istri.
"kenapa menatap Andre terlihat begitu horor ya Lex" cletuk Raka sambil bergidik.
"Apa kau sudah mempunyai kekasih Ndre" tanya Alex curiga.
"Itu rahasia, tunggu saja hingga undangan pernikahanku tiba di meja kalian" ucap Andre sombong. Alex dan Raka berdecih kesal pasal nya mereka begitu ingin tahu, namun tidak mendapat jawaban yang mereka ingin kan.
"Aku hari ini ijin pulang cepat ka" ucap Andre yang akan menjemput orang tuanya di bandara.
"Tidak bisa, kita masih banyak kerjaan yang harus di kerjakan" sahut Raka Alibi ingin menahan Andre.
"Untuk hari ini aku tidak akan menuruti perintahmu, di ijinkan atau tidak, aku tetap akan pulang" ucap Andre tegas.
"Kenapa kau hari ini begitu menjengkelkan Ndre" Raka menghela nafas sabar. Andre cuma mengendikan bahu acuh.
Malam hadi di rumah Chika terlihat sepasang suami istri paruh baya sedang duduk sambil menonton tv berdua. Sementara putrinya sedang berada di kamarnya, sedangkan Arion belum pulang dari kantornya. Tiba-tiba ada pelayang yang menghampiri mereka.
"Permisi tuan, di depan ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan dan nyonya" ucap pelayan.
"Memang siapa bi" jawab mama Chika bingung, karena dia merasa sedang tidak membuat janji dengan seseorang.
"Saya tidak tahu Nyonya, yang saya tahu mereka pasangan paruh baya, dan pemuda yang waktu itu kesini bersama nona Chika" ucap pelayan.
Papa dan Mama Chika beranjak dari tempat duduk nya, mereka pergi keruang tamu menghampiri tamu yang datang ke rumah nya.
__ADS_1
"Selamat malam Tante ,Om, maaf Andre kesini tidak mengabari Om dan tante terlebih dahulu, Andre kesini membawa kedua orang tua Andre sesuai janji Andre waktu itu" terang Andre. membuat kedua orang tua Chika saling tatap.
"Duduk dulu Nyonya tuan, Nak" Mama Chika mempersilahkan mereka duduk terlebih dahulu, mama Chika masih kaget dengan maksud tujuan Andre.
"Apa kamu serius Nak, bukankah kamu belum terlalu lama mengenal anak tante, tante tidak mau nantinya kamu akan menyesal dan menyakiti putri tante" sahut mama Chik.
"Sebelum nya Andre dan orang tua Andre sudah memikirnkan ini semua tante, Andre sangat yakim kalau Chika gadis yang baik, dan Andre yakin jika nantinya Chika akan mengerti dengan kesibukan Andre" jawab Andre yakin tanpa ragu. orang tua Chika mengangguk.
"Maaf sebentar saya akan panggilkan putri syaa terlebih dahulu" ucap Mama Chika, kemudian mama Chika menyuruh pelayan untuk memanggil Chika yang ada di dalam kamarnya.
Tak lama Chika datang ke ruang tamu dengan wajah terkejut.
"Duduk dulu sayang" titah sang Mama.
"Silahkan mulai Nyonya" mama Chika mempersilahkan mereka berbicara.
"Sebelum nya perkenalkan kami adalah orang tua Andre. Maksud dan tujuan kami datang kemari adalah ingin melamar putri Anda, Andre putra kami mengingikan putri Anda untuk menjadi Istrinya. Mungkin ini terlihat begitu cepat dan terkesan terburu buru, tapi kami sudah tidak bisa menundanya lagi. Kami berharap kalian bisa memberikan restu untuk Andre dan putri Anda" ucap mama Andre. Sambil meletakan hantaran yang ia bawa ke atas meja.
Chika yang mendengar itu makin membuat jantungnya jedag jedug, dia mengira pria itu tidak serius dengan perkataan nya, namun ternyata prekdisinya salah. Pria itu kini datang dengan membawa kedua orang tuanya tepat di hadapan nya. Dia tidak tahu harus senang atau sedih.
"Maaf, Nyonya untuk masalah itu kami tidak bisa memutuskan sendiri, kami akan menyerahkan keputusan itu ke putri saya" ucap mama Chika. Orang tua Andre mengangguk, kemudian mereka semua beralih menatap Chika.
"Gimana jawabanmu Sayang?, kamu menerima lamaran nak Andre atau tidak" lanjutnya lagi.
Chika masih diam, mendadak lidah nya terasa kelu. Ingin rasanya dia menjerit sambil berkata " Iya".
"Iya ma Chika menerima lamaran Andre" jawab Chika sambil tertunduk malu.
Semua orang di ruangan itu bernafas lega, terlebih Andre, dia merasa beban berat di pindak nya seketika terangkat.
"Baiklah, kita akan langsungkan pernikahan itu bulan depan" ucap mama Andre.
"Apa tidak terlalu cepat tante" tanya Chika.
__ADS_1
"Bukankah lebih cepat lebih baik Nak" ucap mama Andre sambil tersenyum
Happy reading guys🙏**