PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 55


__ADS_3

Hari weekend ini Chika sengaja mengajak Arin keponakan nya jalan-jalan, Arin baru berumur tiga tahun, rencananya kakak Chika akan tinggal di rumah orang Chika selama dua bulan.


"Arin mau ikut Onty gak" tanya Chika pada ponakannya.


"Mau temana?" jawab Arin memiringakn kepalanya menatap Chika.


"Mau main, liat dedek bayi" sahut Chika.


"Dedek Ayi capa" tanya Arin lagi membuat Chika kesel.


"Jadi mau ikut tidak" tanya Chika kesal.


"Alin itut Onty, sebental Alin mau nanya cama papa dulu Onty" sahut Arin sambil berusaha turun dari sofa berniat mau meminta ijin sama papanya.


"Kenapa mesti ijin sih, kan kleuar nya sama gue, takut di buang kali ya tuh bocil" gerutu Chika.


Di sudut ruangan lain Arin sedang meminta ijin sama papa nya.


"Papa Alin mau itut Onty iat dedek bayi boleh nda?" ijin Arin sama papanya.


"Arin gak mau pergi sama mama aja Sayang" tanya mama Arin.


"Nda mau, Alin mau sama Onty aja mama" sahut Arin, membuat mama Arin mendengus kesal.


"Ya sudah sana, tapi Arin jangan nakal" ucap Arion.


Arion menggendong anak nya menuju ke Chika.


"Kamu mau bawa Arin kemana dek"tanya Arion.


"Mau nengok anak nya Alana kak" jawab Chika.


"Awas aja kalau kau buang anak kakak" ancam Arion.


"Kakak ngarang, ya kali aku mau buang anak orang" sengit Chika.


Akhirnya Chika membawa Arin ke rumah Alana. Sesampai di rumah Alana Chika langusung turun dari mobil, lalu masuk ke dalam. Dan ternyata Alana sedang berkumpul dengan kedua mertuanya di ruang tamu.


"Selamat Siang tante, Om" sapa Chika sambil menggendong Arin.


"Siang Nak, sini gabung sama kita" sahut Mommy Ella mewakili semuanya.


"Kamu bawa siapa Chik" tanya Alana.


"Bawa ponakan Al" jawab Chika singkat.


"Kirain bawa anak kamu Nak" sela Mommy Ella.


"Gak tante, sekarang bawa ponakan dulu, nanti baru bawa Anak" sahut Chika cengengesan.

__ADS_1


"Hei anak canti, nama nya siapa" tanya Alana. sambil menatap Arin, Arin menatap Alana malu-malu.


"Jawab itu tante nya nanya, gak usah malu-malu biasa juga ngajak debat mulu" ucap Chika yang melihat Arin diam saja.


"Syuttttt...Diam Onty, itu ada om danteng, jadi Alin halus kalem" bisik Arin di telinga Chika yang masih kedengeran semua orang. Chika terbengong dengan tingkah absurd ponakan nya. Sedangkan yang lain menahan tawa, takut Arin makin malu.


"Hei masih kecil jangan jadi pelakor kamu" sengit Chika.


"Sini cantik, kamu belum jawab pertanyaan tante Alana tadi" ucap Alana, Arin malu-malu menghampiri Alana. Semua masih memperhatikan tingkah Arin yang lucu.


"Nama atu Alin tante" jawab Arin.


"Arin" tnya Alana memastikan.


"Iya itu masutna tante" jawab Arin.


"Dedek bayina nama na capa" tanya Arin sambil melihat Baby Rendra yang ada di pangkuan Alana.


"Oh ini nama nya Baby Rendra Sayang, Arin mau cium gak" sahut Alana.


"Emang na boleh Alin cium" tanya Arin takut.


"Boleh Sayang" sahut Alana. kemudian Arin mendekatkan bibir nya ke pipi Baby Rendra.


"Baby Lendla na danteng tante, hihihi" ucap Arin cekikikan.


"My Lord, kenapa ponakan gue centil amat ya" ucap Chika menepuk kening nya.


"Om papa nya dedek bayi Sayang" sahut Raka.


"Oh Papa meltua telnyata" cletuk Arin. Membuat semua orang tertawa terbahak bahak.


"Cucumu Dad, sudah di tag anak gadis orang" seloroh Mommy Ella. Dady Rudi tersenyum. Pesona keturunan Wijaya emang gak main-main.


"Definisi sudah dapat jodoh dari orok gak sih mam" ucap Raka cekikikan.


"Iya Dad, anakmu masih bayi sudah meresahkan kaum hawa" sahut Alana.


"Hai Arin, sama Om Arga saja mau gak?, Om tak kalah ganteng dari Baby Rendra" goda Arga. Arin menduselkan mukanya ke perut Chika karna malu.


"Kamu kenapa Arin" tanya Chika heran.


"Alin malu tante, om nya danteng cemua" lirih Arin. Semua ngakak mendengar celotehan Arin.


Chika mengajak Arin pulang, tapi Arin meminta mampir ke restoran dulu karena sudah lapar.


"Alin lapal Onty" ucap Arin.


"Ya sudah kita makan di reatoran depan dulu ya" sahut Chika.

__ADS_1


Mobil Chika berhenti di depan Restoran yang ia tuju, Chika mengandeng Arin masuk ke dalam.


Chika memesan menu makanan kesukaan Arin. Namun siapa sangka ternyata Andre dan juga Alex berada di restoran yang sama dengan Chika.


"Hai Chika, Boleh gak kita duduk di sini" sapa Andre.


"Duduk saja, tak ada yang melarang juga" ucap Chika jutek


Sebenarnya Chika tuh sedikit tertarik dengan Andre, namun dia menututupu kesaltinganya dengan tingkah jutek dia.


"Om nama na capa" tanya Arin yang melihat Andre dan Alex sudah duduk di depanya.


"Nama Om Andre, kalo yang ini namanya om Alex" jawab Andre. Arin mangut mangut seolah ngerti.


"Om pacalna Onty Chika ya" tanya Arin.


"Hei bocil, gak usah ngarang ya" sela Chika mendengar cletukan ponakan nya itu.


"Memangna tenapa Onty, uncle nya danteng kok" ucap Arin dengan polos nya. Membuat Chika malu, ya kali dia mau iyain ucapan Arin, tengsin dong.


"Jawab aja gak usah malu, biasanya ucapan anak kecil itu jujur" sindir Andre.


"Mana ada ganteng, burik gtu" sanggah Chika.


"Kalau om cudah puna pacal belum" tanya Arin Kepada Alex.


"Belum sayang, mau gak Arin jadi pacal Om Alex" goda Alex, Alex sedikit senang dengan tingkah lucu Arin.


"Pacal tuh apa" tanya Arin polos sambil matanya berkedip kedip. Membuat semuanya menepuk dahi.


"Sok sokan tanya tapi gak tau, dasar bocil ribet" ucap Chika jengah.


"Kan Alin nda tau onty, makana Alin nanya, malu beltanya cecat di jalan right" ucap Arin gak mau kalah.


"Ngomong aja masih belepotan udah ngomongin pacar, astaga punya ponakan gini amat" gerutu Chika.


"Anak Ayam berisik" cletuk Andre.


"Apa kau, dasar manusia datar" degus Chika.


"Jangan saling membenci, nanti kalao bucin baru tau rasa" sela Alex yang sudah jengan dengan pertengkaran mereka.


**Bersambung




Biar Author makin semangat guys🙏

__ADS_1


Terima kasih buat kalian semua yang sudah mau dukung Author.


Author tanpa kalian bagaikan remahan rengginang yang ada di dalam kaleng khong guang guys😂


__ADS_2