
Sherli mulai meneteskan air matanya. selama ini Sherli memendam semuanya sendiri...ia berusaha tetap tersenyum meskipun sebenarnya hatinya hancur.
"Menangislah, jika itu bisa membuatmu lebih baik" lirih Alex sambil membawa Sherli ke dalam pelukannya, Alex membiarkan Sherli menangis di pelukannya...Mungkin dengan menangis Sherli bisa mengurangi beban nya yang selama ini ia pendam sendiri.
Setelah di rasa tenang baru Alex menanyakan sesuatu kepada Sherli.
"Kenapa kamu pergi dari rumah Alana honey, buakankah semua keluargamu sedang berkumpul di sana juga." tanya Alex sambil melerai pelukannya.
"Mama meminta kak Alana agar kak Raka membujukmu untuk menikahi kak Sera hiks" jawab Sherli yang masih sesegukan.
"Biarin saja mereka melakukan apa yang mereka mau, yang jelas aku tak akan terpengaruh dengan siapapun. Ini tentang perasaanku, jadi tak ada seorang pun yang bisa mengaturnya kecuali aku" sahut Alex.
"Jika kau berani ya lawan saja, jangan jadi wanita cengeng aku tak suka melihatnya" imbuhnya seraya menghapus air mata Sherli.
Sherli pun menghentikan tangisnya, ia menatap air danau yang tenang sambil bersandar di bahu Alex.
"Persiapkan dirimu honey, aku akan mempercepat pernikahan kita menjadi minggu depan" ucap Alex seraya merangkul bahu Sherli.
Sherli terkejut mendengar ucapan Alex yang tiba-tiba, ia langsung menegakkan kepalanya sambil melihat wajah Alex.
"Kau serius" tanya Sherli gugup.
"Serius, aku tak pernah bercanda bukan" jawab Alex tanpa ragu. Alex sengaja mempercepat pernikahannya agar kedua wanita siluman itu tak bisa mengganggu Sherli lagi.
"Aku akan berbicara dengan ayahmu, kalau acara lamarannya aku ganti dengan acara pernikahan" imbuhnya. Sherli yang tak tahu menjawab apa dia hanya mengangguk kecil tanpa bersuara.
Sherli masih merasa shock dengan keputusan Alex. Tapi mungkin ini yang terbaik buat dirinya dan juga Alex. pikir Sherli.
"Ayo kita pulang, aku akan mengantarmu kembali ke rumah Alana" ajak Alex.
Sherli mengikuti langkah Alex memasuki mobilnya.
"Kamu mau makan dulu nggak honey" tanya Alex seraya mengelua kepala Sherli.
"Kita beli makanan saja yang bisa di bawa ke rumah, sekalian belikan kak Alana cemilan kalau nggak mau mendapatkan amukan darinya" jawab Sherli seraya mengingatkan Alex. Alex mendengus kesal kalau mengingat kelakuan istri sahabatnya itu.
__ADS_1
Akhirnya Alex mengentikan mobilnya di toko kue untuk membeli kue kesukaan Alana. Dia tak mau mendapat amukan dari Alana, karena dapat di pastikan kalau dirinya akan kalah. Raka akan marah kalau Alex berani membalas perlakuan istrinya itu.
"Sudah honey" tanya Alex ketika melihat Sherli sudah menenteng beberapa box kue untuk keluarganya.
"Sudah kak, ini kek nya kebanyakan deh kak" sahut Sherli.
"Biarin saja honey, di rumah Alana kan ada banyak orang, nanti sisanya bisa di bagikan ke pelayan dan penjaga yang ada di rumah Alana" ujarnya seraya masuk ke dalam mobil.
"Iya kak" sahut Alana dengan senyum manisnya, ia kagum dengan sifat Alex...Sherli tak peduli kalau Alex mantan seorang cassanova, yang penting kedepannya Alex mau berubah. Setiap orang pasti punya masa lalu yang gelap..tinggal bagaimana kita menyikapinya saja, mau keluar dari kegelapan itu atau tetap mau bertahan di kegelapan itu.
*
*
*
Mobil Alex tiba di rumah Alana.
Alex keluar dari mobil dengan kedua tangannya yang penuh membawa kotak kue.
Mereka masuk langsung di sambut oleh omelan Alana, Alana tak terima kalau dirinya orang terakhir yang mengetahui Alex akan menikahi Sherli.
"Alex sini kamu! Bisa-bisanya kamu mau menikahi sepupuku tapi tak meminta ijin dariku ha" omel Alana sambil berkacak pinggang.
"Ngapain aku minta ijin sama kamu, tentu saja aku minta ijin sama orang tuanya. Memangnya kamu orang tua Sherli" jawab Alex sinis seraya menaruh kotak kuenya di atas meja.
"Tapi kan semua karena ku bisa membuatmu bertemu sama Sherli, coba kalau aku tak merekomendasikan Sherli bekerja di tempatmu" ucap Alana tak mau kalah. Raka sudah menatap tajam Alex seolah menyuruhnya untuk mengalah, namun Alex tak memperdulikan Raka.
Sherli tersenyum miris melihat calon suaminya di omeli oleh sepasang suami istri itu.
"Bukan kamu, tapi Raka lah yang merekomendasikan Sherli bekerja di tempatku" kekeh Alex sambil tersenyum mengejek Alana.
Alana yang merasa kalah pun mulai mendekati suaminya untuk mencari pembelaan.
"Sayang, kau bisa kan bikin perusahaan Alex bangkrut" rayu Alana dengan pupy eyes nya.
__ADS_1
"Sembarangan, terus kalau bangkrut ntar aku kasih makan apa sepupumu itu" protes Alex.
Lita yang sudah jengahpun menghentikan tingkah putrinya itu.
"Hentikan Alana, nak Alex baru datang sudah kau ajak ribut" omel Lita.
"Duduk nak, jangan hiraukan Alana" titah Lita.
Alex pun mendudukan tubuhnya di sebelah Jimmy.
"Emm...kebetulan mumpung semuanya lagi berkumpul di sini, Alex mau mengatakan kalau acara lamaran Sherli besok Alex ganti dengan pernikahan minggu depan" ucap Alex sambil menatap satu-satu keluarga Alana.
"Tapi...." ucapan Sera langsung terpotong.
"Tidak ada tapi-tapian, papa setuju dengan keputusan Alex...Niat baik memang harus di segerakan nak" Jimmy langsung memotong ucapan Sera yang ingin protes dengan keputusan Alex.
"Apa ini tidak terlalu cepat nak? Bukankah kalian baru saja kenal....akan lebih baik kalian tunangan dulu sambil saling mendalami karakter masing-masing" protes Widi dengan cara yang bijak.
"Tidak, keputusan papa sudah final" tegas Jimmy.
"Awas saja aku akan menghancurkan pernikahan kalian, kalian semua bersenang-senang di atas penderitaanku" ancam Sera dalam hati.
Bersambung
Happy reading guys๐
Jangan lupa
Like
Koment
Vote
Biar othor makin semangat up nya๐๐
__ADS_1