PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 80


__ADS_3

"Terserah mama saja, Sherli kecewa sama mama, Sherli sudah menerima pinangan kak Alex dan jika semua itu batal berarti karena mama, dan jangan sampai mama mengakui Sherli sebagai putri mama lagi" ucap Sherli setelah itu ia pergi meninggalkan rumah Alana, ia sudah sangat kecewa dengan sikap mamanya yang sudah keterlaluan.


"Puas kamu ma, sudah menyakiti hati putrimu sendiri...Dulu Sherli sudah merelakan Dimas untuk Sera, sekarang kamu juga menyuruh Sherli untuk meninggalkan Alex demi Sera. Sekarang kalau di balik posisimu yang berada di posisi Sherli apa yang akan kamu rasakan hmm" ucap Jimmy dengan nada kecewa.


"Apa papa nggak ingat dari dulu Sera sudah berjuang dari rasa sakitnya, sedangkan Sherli dia tak mengalami apa yang Sera alami" sahut Widi tak mau kalah.


Tanpa mereka sadari Raka sudah mengirim pesan ke Alex kalau Sherli pergi dari rumah Alana dalam keadaan marah. Raka tak mau terjadi sesuatu pada Sherli makanya dia menyuruh Alex untuk menyusulnya.


"Makanya kamu melakukan hal itu supaya Sherli merasakan sakit seperti Sera begitu" sela Lita yang tak habis pikir dengan pemikiran adiknya.


"Dan kamu Sera, berhenti merebut apa yang adikmu miliki.....Bersikaplah selayaknya perempuan terhormat! Jangan merendahkan dirimu karena tengah merebut milik orang lain, terlebih itu adikmu sendiri" tegas Lita memperingati Sera.


"Dasar nenek tua," umpat Sera.


Sera mulai memainkan dramanya, ia meneteskan air matanya seolah dirinya lah yang menjadi korban.


"Perempuan ini pintar berakting, sungguh sangat menjijikan. beruntung Alex tak terpengaruh dengannya." batin Raka yang dari tadi diam-diam mengamati tingkah Sera.


Beruntung Twins sudah di bawa susternya ke taman belakang. Raka tak akan membiarkan kedua bayinya mendengarkan obrolan yang belum pantas mereka dengar.


"Sudah lah ma, jangan ikut campur masalah keluarga tante Widi, ntar juga kena batunya sendiri" Alana menasihati mamanya untuk jangan ikut campur. Orang tak punya hati mah susah untuk di kasih tahu, ntar kalau sudah kena getahnya baru bisa sadar.


"Tapi kasihan Sherli sayang" sahut Lita.


"Biarin saja, sudah ada Alex yang akan mengurusnya" jawab Alana menenangkan mamanya.


Dia tak ingin mamanya sakit hanya karena memikirkan masalah orang lain. Sekarang sudah ada Alex yang akan menolong Sherli.pikir Alana.


Mama Lita memilih menyusul kedua cucunya ke taman belakang. Dia takut emosinya terpancing lagi karena mendengarkan omongan adiknya dan juga keponakannya itu.

__ADS_1


"Kak Alana, bisa ngomong begitu karena kak Alana sudah mempunyai suami yang tampan dan kaya hiks" ucap Sera dengan sesegukan. Membuat Alana memutar bola matanya malas.


Tidak tahu saja dulu Alana juga berjuang terlebih dahulu demi mendapatkan hati Raka.


"Apa hubunganya" tanya Alana bingung. Memang apa hubungannya dengan Alana yang bersuamikan Raka.


Alana merasa dia tak merebut Raka dari siapapun, ia hanya korban perjodohan oleh keluarganya. Tapi pada akhirnya Raka putus dengan Jessy bukan karena dirinya tapi karena kesalahan Jessy sendiri.


"Karena hal itulah kakak tidak lagi iri dengan orang lain, karena sudah mempunyai suami sempurna seperti kak Raka" balas Sera.


"Iri tuh penyakit hati, bukan siapa bersuamikan siapa. Carilah jodohmu sendiri Sera...Jangan menganggu milik orang lain." jawab Alana kesal.


Tak heran jika sifat Sera begitu, karena mamanya bukan menasihati tapi malah mendukungnya.


"Kai aku pergi dulu, aku akan mencari Sherli... Takut terjadi sesuatu denganya" pamit Jimmy.


"Terima kasih nak, om lega kalau sudah bersama nak Alex" ucap Jimmy kembali duduk, ia sudah tidak peduli dengan istri dan juga putri sulungnya.


...****************...


Sedangkan di tempat lain Alex mendapatkan pesan dari Raka. Ia langsung membuka pesan itu.


Raka :


"Cepatlah susul Sherli, dia barusan pergi dari rumah Alana dalam keadaan marah"


Tanpa membalas pesan Raka Alex langsung menghubungi nomer Sherli namun sudah berkali-kali Sherli tak mengangkat panggilanya.


Tak kalah ide, Alex langsung melacak nomor ponsel Sherli....Dia mencari lokasi keberadaan Sherli, ternyata Sherli sedang ada di danau taman kota.

__ADS_1


Alex bergegas menghampiri calon istrinya itu, Alex takut kalau Sherli akan nekat melakukan hal yang berbahaya.


Hanya butuh waktu tiga puluh menit Alex sudah tiba di lokasi dimana Sherli berada. Karena Alex memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Alex melangkah menghampiri Sherli yang sedang duduk sendiri sambil termenung menatap danau.


"Honey" panggil Alex seraya memegang pundak Sherli dari belakang. Sherli mendongakkan kepalanya keatas melihat wajah Alex.


"Eh" Sherli terkejut melihat Alex mengetahui keberadaanya.


"Jangan kaget, aku akan tahu kemanapun kamu pergi honey" ucap Alex lembut, seraya melangkahkan kakinya duduk di samping Sherli.


"Darimana kakak tahu kalau Sherli di sini" tanya Sherli yang sudah tidak berbicara formal lagi ke Alex.


"Tak akan sulit bagiku menemukanmu honey" jawab Alex. Seraya merangkul bahu Sherli lalu menyandarkannya di bahunya.


"Kenpa di sini sendirian hmm" tanya Alex lembut sambil mengusap pipi Sherli dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menggenggam tangan Sherli.


Sherli mulai meneteskan air matanya. selama ini Sherli memendam semuanya sendiri...ia berusaha tetap tersenyum meskipun sebenarnya hatinya hancur.


"Menangislah, jika itu bisa membuatmu lebih baik" lirih Alex sambil membawa Sherli ke dalam pelukannya, Alex membiarkan Sherli menangis di pelukannya...Mungkin dengan menangis Sherli bisa mengurangi beban nya yang selama ini ia pendam sendiri.


"*Hal yang paling sakit adalah ketika kamu merasa hancur, tapi kamu tetap di paksa tersenyum di depan semua orang...Seolah tak terjadi apa-apa"


Dan othor pernah merasakan itu. Dan itu rasanya sangat sakit*.


**Bersambung


Happy reading guys🙏**

__ADS_1


__ADS_2