PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 69


__ADS_3

Maaf, kalau boleh tau kalian siapa? Ada kepentingan apa kalian datang ke rumah saya malam-malam begini" tanya momy Ella.


"Perkenalkan Nyonya, saya orang tua Jessy kekasih putra anda" jawab papa Jessy dengan penuh percaya diri.


Membuat Mommy Ella merotasi bola matanya malas, pantas saja putrinya begitu, orang tuanya saja gak tau malu.


"Putraku yang mana?, bahkan putra sulungku sudah mempunyai dua anak" sinis momy Ella.


"Tentu saja putra anda yang bernama Raka, bukankah Raka kekasih Jessy" ucap papa Jessy.


"Itu dulu, sebelum putrimu menghianatinya" sindir momy Ella jengah.


"Anda jangan sembarangan Nyonya, putriku tak akan mungkin menghianati Raka karena putri saya sangat mencintainya" sahut papa Jessy tak terima.


Daddy Rudi sudah jengah dengan perdebatan mereka.


"Diamlah, sebenarnya apa tujuan kalian datang kemari" sela Rudi yang merasa malas, sebenarnya dia sudah menebak maksud tujuan mereka datang ke rumah nya.


"Kami mau ketemu Raka tuan, kami mohon supaya Raka mau mencabut tuntutan nya kepada Jessy" ucap ibu Jessy yang masih santai tidak seperti suaminya yang sudah sedikit emosi.


Dari atas Raka dan juga Alana turun menemui orang tuanya di ruang tamu, dia begitu penasaran dengan tamu yang datang ke rumah nya malam-malam. Sedangkan twins sudah mereka titipkan kepada baby sitter nya dan juga Arga.


"Ada apa Dad" tanya Raka, membuat semua orang yang di ruang tamu itu menoleh mendegar suara bariton itu.


Raka turun dengan merangkul pinggang istrinya, ayah Jessy kesal melihat kemesraan mereka sedangkan putrinya tersiksa di balik jeruji besi.

__ADS_1


"Apa kau mengenal mereka son" tanya Rudi kepada putranya itu. Rudi tidak kenal dengan orang tua Jessy, karena hubungan dia dan juga Jessy juga tak sedekat itu, jadi Rudi tidak peduli dengan orang tua Jessy.


"Tentu Dad" sahut Raka santai sambil mendudukan bokong nya di sofa kosong bersama Alana di samping nya, tangan Raka merangkul bahu Alana.


"Ada apa om datang kesini" tanya Raka dengan tatapan datar penuh intimidasi, membuat ruang tamu itu sedikit horor.


Namun berbeda dengan orang tua Raka, dia malah kesal dengan ekpresi muka putranya itu.


"Om minta tolong sama kamu nak, om mohon kepada kamu untuk mencabut tuntutan kamu terhadap Jessy, bukankah dulu kalian pernah saling mencintai, tidak kah kamu mempunyai sedikit rasa iba terhadap nya." pinta papa Jessy sedikit mempengaruhi perasaan Raka.


"Apa om akan memaafkan orang yang telah merencanakan pembunuhan kepada istri om? Apa lagi dia dalam kondisi hamil" tanya Raka kepada papa Jessy, Papa jessy tertunduk mungkin kalau dia di posisi Raka dia akan melakukan hal yang sama.


Raka yang melihat reaksi papa Jessy pun tersenyum smirk, Alana menenangkan suaminya supaya tidak emosi.


"Om pribadi minta maaf kepada kamu nak, om telah gagal mendidik putri om, om berjanji jika kamu mau mencabut tuntutan kamu, om akan membawa Jessy pergi dari negara ini, supaya dia tidak bisa menyakiti kamu dan juga istrimu lagi" papa Jessy masih berusaha membujuk Raka. Bagaimanapun Raka dulu pernah mencintai putri nya, sedikit tidak nya pasti di hati Raka ada rasa maaf buat Jessy.pikir papa Jesy


"Semua keputusan ada di istri saya" ucap Raka santai sambil memainkan rambut Alana. Alana yang mendengar ucapan Raka langsung menatap wajah suaminya itu.


"Terserah kamu sayang, tapi kalau aku sampai sekarang belum bisa maafin Jessy, aku tidak ke bayang jika nyawa kamu kemarin tidak tertolong" ucap Raka. Alana menghela nafas berat, sunguh suaminya agak sedikit pendendam.


"Saya tidak bisa janji, saya akan menduskusikan ini terlebih dahulu dengan suami saya" ucap Alana sopan.


"Ibu percaya kamu anak baik nak, ibu mohon dengan kemurahan hati kamu nak" ucap mama Jessy memohon. Alana mengangguk lalu tersenyum


Alana tidak bisa begitu saja memaafkan Jessy, dia harus memikirkan keselamatan kedua buah hatinya juga. Alana takut nanti ketika Jessy di bebaskan malah akan membahayakan buah hatinya.

__ADS_1


Papa Jessy yang penasaran akhirnya menanyakan perihal hubungan Jessy kepada Raka, kenapa dia dulu bisa berpisah.


"Nak Raka, kenapa kalian dulu pisah dengan putri om" tanya papa Jessy yang sebenarnya merasa tak enak dengan Alana.


"Kalau masalah itu om bisa tanyakan langsung kepada putri om, apa yang dia perbuat sehingga saya pergi meninggalkan nya" tegas Raka dengan sorot mata tajam hingga menusuk jantung.


Raka tidak mau membahas masa lalu nya apa lagi di depan Alana, dia takut kalau istrinya akan sakit hati.


"Baik nak, kalau begitu om pamit pulang terlebih dahulu, om berharap kalian akan memberi kabar baik kepada om" ucap Papa Jessy takut karena merasa terintimidasi dengan tatapan Raka.


"Cih, siapa juga yang akan membebaskan wanita sundel itu" maki momy Ella setelah kedua orang tua Jessy keluar dari rumah nya.


Momy Ella dari tadi sudah menahan diri tidak memaki mereka, tapi dia takut dengan tatapan dari suaminya itu.


"Sudah mom, mereka juga sudah pergi" ucap Rudi menenangkan istrinya. Momy Ella menaikkan bahu nya acuh.


"Sayang, apa kamu akan melepaskan Jessy sesuai kemaun kedua orang tuanya itu" tanya momy Ella kepada menantunya.


"Entahlah mom, Alana masih sedikit khawatir jika membebaskan dia, Alana takut kalau Jessy nanti akan mencelakakan twins" sahut Alana yang ada benar nya juga menurut mereka.


"Menurut momy sih tidak usah, biarin aja dia kapok di dalam penjara" sinis momy Ella membuat Raka dan juga Daddy nya menggeleng kepala melihat tingkah nya.


"Mending kita istirahat, daripada terus memusingkan si Jessy itu" saran Rudi lalu beranjak dari tempat duduk nya merangkul istrinya.


Raka mengikuti saran dari Daddy nya. Dia merangkul istrinya dan membawanya ke atas menuju kamar nya, Raka tidak peduli dengan masalah Jessy.

__ADS_1


**Bersambung


Happy reading guys🙏**


__ADS_2