
Di kantor Raka sedang duduk berhadapan dengan Andre Asistennya sambil berdiskusi tentang proyek baru sedang mereka kerjakan.
Raka juga sekalian membicarakan tentang permasalahannya dengan Aldi. "Ndre kau bikin perusahaan Aldi bangkrut, dan tidak bisa bangkit lagi. Aku rasa membuatnya bangkrut akan jauh lebih berkesan daripada memasukkannya ke dalam penjara" perintah Raka dengan senyum licik di wajahnya.
"Kau serius Ka, apa kamu tidak takut nanti dia justru akan balas dendam lagi" ucap Andre.
"Tentu saja tidak, karena aku akan memasukkan mereka ke dalam penjara" jawab Raka santai.
Andre geleng-geleng dengan sosok kejam temannya, "Ck, ternyata kamu masih Raka yang dulu yang aku kenal" cibir Andre.
Andre berpikir Raka akan lemah dan memafkan Aldi. Tapi ternyata perkiraannya salah, Raka tetaplah Raka yang dulu dia kenal kejam dan arogan. Dia akan melakukan apapun untuk keluarganya jika ketenangannnya terusik.
Setelah pembicaraan tersebut Andre langsung mengerjakan apa yang di perintahkan Raka kepadanya.
Keesokan harinya langsung terdengar kabar saham perusahaan Aldi yang anjlok dan di nyatakan bangkrut. Aldi tidak bisa menyelamatkan perusahaannya karena Raka masih menyekapnya. Bahkan Aldi sendiri masih belum tahu kalau perusahaan nya bangkrut.
Tiga hari berlalu kini Raka dengan kedua sahabatnya yaitu Andre dan Alex kembali ke gudang di tempat Raka menyekap Aldi dan juga Jessy.
Di dalam mobil.
"Mau kamu apakan mereka berdua Ka" tanya Alex memecah keheningan di anta mereka bertiga.
"Kita lihat saja nanti" jawab Raka dengan senyum misterius.
Andre memandang horor melihat senyuman Raka yang terlihat menakutkan. "senyumanmu membuat bulu kuduk ku merinding bro" ucap Andre bergidik.
Plak....Raka memukul kepala Andre kesal.
"Sembarangan kalau ngomong, memangnya kamu pikir aku setan apa" sungut Raka tak terima.
Andre mengaduh sakit sambil mengelus kepalanya yang habis terkena pukulan dari Raka. "Kau ini kenapa tidak bisa di ajak becanda sih" kesal Andre.
Alex diam saja fokus nyetir, dia sudah terbiasa melihat mereka bedua berantem.
Butuh waktu satu jam hingga mereka tiba di lokasi penyekapan mereka. Mereka bertiga turun dari mobil.
Brakkkk...
__ADS_1
Raka membuka pintu gudang dengan kasar.
Andre dan Alex mengelus dada kaget, pasal nya Raka tidak memberi aba-aba terlebih dahulu.
"Kau ini bisa kalem sedikit ngga sih Ka" kesel Alex karena terkejut.
"Tah nih bikin orang jantungan saja" timpal Andre.
Raka hanya mengendikan bahu acuh.
Mereka berdua mengikuti langkah Raka masuk ke dalam sambil ngdumal.
CK, enak sekali mereka jam segini masih memejamkan mata" decih Raka.
"Sepertinya mereka merasa nyaman di sekap di gudang kosong ini Ka, "cibir Alex.
MEreka bertiga melihat Jessy dan Aldi yang sedang tertidur tanpa terganggu sama sekali dengan suara mereka bertiga.
"Siram mereka" perintah Raka pada anak buahnya.
"Baik tuan," sahut anak buah Raka.
Byur
Byur
Jessy dan Aldi gelagapan kaget, dia berdua akhirnya terbangun dan membuka kedua matanya yang masih terasa berat.
Prok
Prok
Prok
"Spertinya kalian betah tinggal di sini" sindir Raka.
Aldi menatap Raka tajam sambil mengepalkan tangannya erat.
__ADS_1
"Lepaskan aku bang*at" sentak Aldi.
Raka menatap Aldi dengan tatapan nista. "sabar bro, memangnya kamu mau apa kalau bebas dari sini, bahkan perusahaanmu saja sudah habcur tanpa sisa" ledek Raka sambil duduk menyilangkan kedua kakinya.
"Apa yang kamu lakukan pada perusahaanku Raka? Apa kamu masih belum puas menyekapku di sini hah" teriak Aldi sambil terus memberontak mencoba melepaskan ikatan di tangan dan juga kakinya.
"Apa kau pikir aku peduli hmm?, selama ini kita berteman lama, seharusnya kalian tahu sifatku bagaimana bukan" sahut Raka.
"Raka aku mohon lepaskan aku, aku janji tidak akan menganggu keluargamu lagi, maafkan aku Raka.....aku menyesal" pinta Jessy dengan tatapan memohon.
Raka berdecih. "Kalau sudah seperti ini kamu akan memohon dan terus berjanji Jess, tapi nyatanya kamu mengulanginya lagi" ucap Raka.
Raka sudah paham betul dengan trik yang di mainkan Jessy, seperti kasus kemarin dia berjanji akan berubah, nyatanya di berniat balas dendam dengan mencelakai keluarganya.
"Bawa mereka ke kantor polisi dengan tuduhan penbunuhan berencana, berikan ponsel itu kepada pihak berwajib sebagai barang bukti. Kali ini aku tidak akan membiarkan siapapun berhasil melepaskan mereka" perintah Raka tanpa bantahan.
"Siap tuan, kami akan segera membawanya ke kantor polisi" sahut anak buah Raka.
Anak buah Raka mendekati Aldi dan Jessy lalu menarik mereka bangun dari duduknya.
"Cepat jalan" bentak anak buah Raka sambil mendorong Jessy dan Aldi.
Jessy lari ke hadapan Raka, lalu berlutut di depannya. "Aku mohon Raka, jangan masukkan aku ke dalam penjara lagi, kali ini aku janji tidak akan menganggu keluargamu lagi, aku akan pergi meninggalkan negara ini.... hikss...hiksss"Jessy memohon.
Namun Raka tidak bergeming, dia tidak akan terpengaruh dengan rengekan Jessy kepadanya.
"Bawa dia cepat, aku sudah muak melihatnya" titah Raka sambil mengibaskan tangannya.
Anak buah Raka lalu menggiring Jessy dan Aldi masuk ke dalam mobil, anak buah Raka langsung membawa mereka ke kantor polisi.
Bersambung
Happy reading guys🙏
Sebentar lagi akan beneran Tamat.
Mau lanjut kisah Ara sama Narendra atau kisah Arga adiknya Raka?
__ADS_1
Jawab di koment guys🙏