
Andre pulang dari rumah Chika dengan perasaan yang begitu bahagia, akhirnya dia akan menikah dengan wanita pilihan nya, menyusul sahabat serta bos nya itu.
Andre sudah tidak sabar untuk melamar Chika, di buru-buru ingin menghubungi kedua orang tuanya yang ada di singapore. Usai menelpon orang tuanya Andre masuk keadlam ruang kerjanya.
*
*
*
Sedangkan di mansion Wijaya terlihat mereka semua sedang bercengkrama bersama cucu, anak serta menantu nya. Mommy Ella begitu bahagia melihat kebahagiaan putra sulung nya itu,Mommy Ella tinggal menanti jodoh untuk putra bungsunya. dia juga bersyukur masih di beri umur untuk melihat Cucu nya lahir, dia berharap tetap berumur panjang hingga cucu nya nikah nanti.
Arga baru tiba di mansion setelah pulang dari kantornya. Dia langsung mendudukan tubuh nya di sofa kosong sebelah mama nya, dia menyandarkan kepalanya di bahu Momny Ella.
Raka yang melihat itu hanya berdecih malas. Adek nya itu gak pernah ingat umur, masih saja manja.
"Capek Sayang" tanya Mommy Ella. Arga mengangguk kecil.
"Makanya jangan kerja mulu, sesekali pergi jalan jalan nyari jodoh, biar nanti kalau pulang kerja ada yang manjain" cibir Raka. Arga hanya mendengus kesal, kakak nya ini selalu semangat jika di suruh membully adek nya.
"Iya bener Son, sesekali kamu liburan jangan kerja terus, harta Daddy masih cukup kalau cuma buat ngasih makan kamu doang" ucap Daddy Rudi jumawa. Semuanya merotasi matanya malas, kecuali Alana.
"Ingat masih ada cucu mu Dad" ketus Raka.
"Bahkan Daddy sudah siapkan 10 saham milik Daddy di perusahaan Wijaya Corp untuk kedua cucu Daddy" sahut Daddy Rudi santai, sedangkan yang lain terbengong.
"Apa gak terlalu berlebihan Dad? Twins masih bayi, Alana takut nanti besar nya twins akan manja dan sombong" tolak Alana. Dia merasa belum waktunya anak nya memiliki itu semua. Lagian nanti Cucunya bukan dari Raka doang, masih ada Arga yang kelak akan mempunyai anak juga.
__ADS_1
"Tidak apa apa Sayang, biar nanti sementara di kelola sama Raka dulu" sahut Daddy Rudi.
"Nak kamu belum membuat pesta penyambutan, memperkenalkan Twins sebagai ahli waris keluarga Wijaya" sela Mommy Ella mengingatkan.
"Nanti saja Mom, nunggu Twins satu tahun. Sekalian merayakan ulang tahun mereka yang pertama dan sekaligus memperkenalkan nya ke publik" terang Raka.
"Kenapa tidak sekarang saja Nak" tanya Daddy Rudi.
"Dad Raka tidak mau identitas anak Raka kesebar di publik, itu bisa berbahaya buat keselamatan mereka Dad" sahut Raka. Sebagai anak seorang pengusaha terkenal di Asia tentu Raka tau tentang bahaya yang sewaktu waktu bisa menimpa dirinya atau anak nya karena persaingan bisnis.
Dunia bisnis memang sangat kejam, mereka tidak pandang bulu. Raka takut nanti anak nya jado sasaran rival bisnisnya.
"Sekarang atau nanti apa beda nya Nak, sama sama kau kenalkan juga ke publik" sahut Daddy Rudi. Raka diam memikirkan ucapan Daddy nya yang ada benar nya juga.
"Kalau gitu Raka tak akan mengenalkannya ke publik, Raka hanya akan menggundang orang-orang terdekat saja." ucap Raka.
"Kak Alana bener Ka, ngapain musingin urusan itu, bayimu saja baru brojol" sahut Arga. Raka menatap Arga sinis.
"Sudah malam, mending kalian semua masuk ke kamar dan istirahat" titah Mommy Ella, sebagai ibu negara mereka semua langsunv mengikuti titah nya.
*
*
*
Di dalam kamar Alana dan Raka.
__ADS_1
Raka dan Alana sedang mengobrol dan saling mendekap satu sama lain. Sedangkan Baby Nay dan Baby Narendra sudah tidur di box nya.
"Sayang, kapan kita akan pindah rumah" tanya Raka kepada Alana yang menyandarkan kepalanya di dada bidang Raka.
"Apakah harus Sayang" sahut Alana mendongak sambil mengelus rahang suaminya.
"Aku pingin kita mandiri, dan Twins bisa leluasa dalam melakukan sesuatu hal Sayang" ucap Raka lembut sambil sesekali mengecup bibir Alana yang begitu candu buat Raka.
"Aku gak tega ninggalin Mommy Sayang" sahut Alana dengan tatapan sendu.
"Kan nanti Mommy bisa datang ke rumah kita Sayang, lagian nanti kan di sini akan ada Arga dan Istrinya, pasti Mommy tak akan kesepian.
"Gimana kalau kita pindah nya nanti setelah Arga menikah, biar Mommy ada teman nya" saran Alana.
"Nanti aku akan bicarakan terlebih dahulu sama Momy Sayang" ucap Raka.
"Sayang di kantor kamu masih ada posisi yang kosong gak" tanya Alana yang baru mengingat pesan Sherli tadi siang.
"Kamu mau kerja Sayang" Raka langsung menebak pertanyaan Alana. Menatap mata Alana dengan penuh cinta
"Bukan buat aku Sayang, tapi buat Sherli Sayang" ucap Alana.
"Di kantorku semua posisi penting sudah penuh Sayang. Nanti aku tanyakan sama Alex, sepertinya kemarin dia masih membutuhkan sekretaris baru, karena sekretaris lama dia audah mengundurkan diri." kata Raka sambil mengurai rambut panjang Alana.
"Mending sekarang kita tidur sayang" ajak Raka. lalu mematikan lampu kamar yang ada di sebelah nya.
Bersambung
__ADS_1