PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 38


__ADS_3

"Kapan Nyonya terakhir haid" tanya dokter.


"gak tau dok, saya lupa" ucap Alana malu.


"Saya sarankan tuan membawa Nyonya ke dokter kandungan, prekdisi saya Nyonya hamil tuan" ucap dokter senyum.


Alana dan Raka tercengang mendengar apa yang di katakan dokter tersebut.


"Ha-mil dok" ucap Raka dan Alana bersamaan


"Untuk memastikanya anda harus ke dokter kandungan tuan" ucap Dokter.


"Baiklah, terima kasih dokter" ucap Raka antusias dan langsung membawa Alana ke dokter Obgyn.


Dokter mengatakan kalau Alana hamil anak kembar, dan usia kandungan nya 2minggu


"Jadi penyebab Alana bertingkah aneh itu karea dia hamil" pikir Raka.


" Terima kasih Sayang, makasih kamu sudah mau mengandung anak ku hiks" ucap Raka menangis, sambil menciumi seluruh wajah Alana.


Setelah pemeriksaan mereka pergi meninggalkan Rumah sakit.


Raka menjalankan mobil nya dengan lambat, dia tidak mau membahayakan kandungan Alana.


Tiba tiba Alana berteriak.


"Stop Sayang" pekik Alana.


"Kenapa Sayang" tanya Raka.


"Aku mau cilok itu Sayang" jawab Alana dengan pandangan pupoy eyes nya. Kalo sudah begitu terpaksa Raka mengabulkan permintaan Istrinya itu, meskipun Raka berpikir kalau makanan itu tidak higienis tapi Raka tidak mau Istrinya menangis seperti waktu itu.


Raka turun lalu membelikan Alana Cilok yang dia mau.


"Cilok mang dua porsi" ucap Raka. penjual pun mengiyakan permintaan Raka.


"Ini tuan cilok nya" ucap penjual sambil menyerahkan cilok itu. Raka menyodorkan uang seratus ribuan ke pedagang.


"Kembalian nya ambil saja Mang" ucap Raka.


"Tapi ini kebanyakan tuan" ucap penjual.


"Tak apa, hari ini saya lagi bahagia, karena Istri saya hamil" ucap Raka senang.


"Terima kasih tuan, semoga di lancarkan sampai hari kelahiran nanti" ucap penjual dengan tulus.


"Amin" ucap Raka tersenyum. kemudia masuk ke mobil nya.


"Ini Sayang cilok nya" ucap Raka memberikan cilok ke Alana.


"Terima kasih Sayang" ucap Alana kesenangan lalu mencium pipi Raka.

__ADS_1


Di sepanjang jalan Alana sibuk memakan cilok, hingga mulutnya belepotan karna saus,


"Aakkkk Sayang" Alana menyuapi Raka. Raka mengunyahnya sambil menikmati rasanya.


"Enak Sayang" ucap Raka.


Alana fokus makan sampai menghabiskan dua porsi cilok.


Raka menepikan mobil nya, dia tidak tahan melihat bibir Istrinya yang belepotan. Raka mengambil tissu lalu mengelap bibir Istrinya, setelah bersih Raka mencium nya.


"Masih manis" ucap Raka sambil tersenyum nakal.


"Sayang" rengek Alana manja, dia malu mukanya sudah kek kepiting rebus karna di goda Suaminya itu.


"Hahahha....iya iya Sayang" Raka tertawa gemas karena melihat Istriny yang malu-malu, padahal Raka sudah sering melakukanya, bahkan sekarang istrinya itu lagi hamil.


Raka menjalankan mobil nya kembali.


"Stop Sayang, aku mau itu sayang" pekik Alana sambil menunjuk tukang rujak di pinggir jalan.


Raka menepuk jidatnya. Benar-benar meresahkan bumil satu ini.


"Ya ampun bumil, apa kamu tidak kenyang Sayang" tanya Raka namun di salah artikan sama Alana.


"Kamu tidak mau membelikan aku itu, kamu sudah tidak sayang aku lagi ya, kalau begiturunkan saja aku di sini" cerocos Alana dengan air mata yang sudha menetes membasahi pipi nya.


Raka melongo, apa lagi kesalahan dia, perasaan dia cuma nanya, kenapa Istrinya ini begitu sensitif.


"Ok, oke aku belikan, tapi jangan menangis lagi ya" ucap Raka menghela nafas panjang, sambil mengusap air mata Alana dan mencium kening nya.


"Kamu masih mencintaiku" ucap Alana polos. Raka pusing dengan pemikiran bumil, bisa-bisanya bilang tidak cinta, jelas-jelas Raka sangat mencintai Alana.


"Aku selalu sayang dan cinta sama kamu Sayangki, cintaku, my bunny sweety " ucap Raka sambil mengecupi pipi Alana. Hingga istrinya itu terkekeh geli.


"Tunggu di sini sebentar, aku akan turun membeli rujak itu" ucap Raka lembut, Alan mengangguk.


*


*


*


Alana dan Raka sedang belanja di sebuah supermarket, Alana membeli semua kebutuhan dirinya selama hamil, seprti susu, buah-buahan, dan makanan sehat lain nya.


ketika mereka sedang memilih buah, tiba-tiba ada perempuan yang memeluk Suamin gantengnya dari belakang.


Raka langsung membalikan tubuhnya.


"Apa lagi mau Jess! " ucap Raka langsung mendorong tubuh Jessy dengan kasar. Wanita yang memeluk Raka tiba tiba itu adalah Jessy.


Raka merangkul pinggang Alana. Supaya Jessy sadar kalau Raka sudah mempunyai pengganti yang lebih baik dari dia.

__ADS_1


"Siapa wanita itu Raka?. Jadi ini alasan kenapa kau meninggalkanku raka dan karena wanita ini lah kau mengataiku Jal*ng, lalu apa sebutan yang cocok untuk perempuan yang tega merebut kekasih seseorng, padahal dia sendiri perempuan, harus nya dia tau perasaan sesama seseorang" ucap Jessy memainkan dramanya. Supaya orang-orang memandang jijik Alana.


"Diam kamu Jessy" bentak Raka.


Alana masih bungkam sambil melihat perseteruan mereka. Alana baru mengerti ternyata wanita di depan nya ini adalah mantan Suaminya yang selingkuh itu.


"Aku tidak akan diam Raka, aku masih mencintaimu tapi kau tega meninggalkan demi perempuan itu" teriak Jessy yang seolah olah menjadi korban. (dasar playing victim).


Alana yang sudah tidak tahan karena mendengar bisik bisik pengunjung yang memulai memojokkan dirinya.


"Hai Nona, kamu ini siapa? berani beraninya kau menghinaku di depan banyak orang, sedangkan aku saja tidak mengenalmu," ucap Alana angkuh.


Deg


"Jangan sampai kau membangunkan Singa betinaku Jes" ucap Raka dalam hati. Raka bergidik ngeri kalau mengingat kebarbaran Alana.


"Diam kamu Jal*ng" sentak Jessy, Ia mencoba meraih tangan Raka, namun langsung di tepis sama Alana.


"Jangan sentuh Suamiku" ucap Alana dengan tatapan menusuk tajam ke arah Jessy. Jessy sedikit takut dengan Alana tapi dia menyembunyikan ketakutanya.


"Siapa wanita ini, kenapa begitu mengerikan" pikir Jessy dalam hati.


"What? jadi kau wanita ******* ini yang Andre bilang? kau tidak serius menikahinya kan Raka? kau masih mencintaiku kan?" cerocos Jessy, yang terlihat begitu menjijikan di mata Alana.


"Bahkan aku sudha menghamilinya" ucap Raka santai sambil mengelus kepala Alana dengan penuh kasih Sayang.


"Sejak kapan kau mencintainya Raka" lirih Jessy yang masih mencoba mengambil simpati dari pengunjung.


"Sejak seseorang yang aku cintai sedang bercumbu dengan pria lain tanpa adanya ikatan pernikahan" Ucap Raka tegas.


Deg


Lidah Jessy langsung kelu mendengarnya, dia mamatung karena sudah tidak tau lagi harus berbicara apa.


"Aku bisa jelasin semua nya Raka" ucap Jessy memohon.


"Sudah terlambat Jes, aku sudah mempunyai Istri dan sebentar lagi akan mempunyai Anak, pergilah!!" ucap Raka yang masih mencoba sabar, bagaimanapun juga dulu Jessy pernah mengisi hari hari nya di hidup Raka.


"Aku mohon Raka" ucap Jessy memohon.


"Cih, dasar jal*ng teriak jal*ng, pergi sana! jangan ganggu Suamiku lagi" ucap Alana ketus.


Orang orang mulai berbalik mencibir Jessy.


"Huuuuu, dasar wanita manipulatif" celetuk salah satu pengunjung. Sedangkan yang lain ikut menyoraki Jessy.


Jessy yang malu akhirnya pergi meninggalkan supermarket.


Bersambung


Jangan lupa like, koment, vote

__ADS_1


Happy reading guys🙏***


__ADS_2