
Setelah kejadian yang memalukan itupun Ara secepatnya memakai piyama tidurnya sebelum hal tak terduga lainnya terjadi lagi tetapi begitu membuka kopernya yang tadi diantar oleh Mira sang asisten pribadinya begitu terkejutnya dia melihat lingerie seksi di dalam kopernya tersebut
" Astaga Mira apa - apaan ini kenapa seluruh koperku isinya pakaian yang seperti ini semua masa aku memakai pakaian seperti ini apalagi di satu ruangan dengan tuan muda yang arogan itu. Aduh bagaimana ini " ucap Ara dengan nada yang membingungkan dan kemudian diapun mengambil smartphonenya untuk menghubungi sang asisten pribadinya
" Halo Mira " ucap Ara
" Halo Ra, ada apa mengapa kau menelfonku tengah malam begini apa terjadi sesuatu yang buruk denganmu " ucap Mira dengan nada takut jika sesuatu terjadi kepada Ara
" Tidak bukan begitu hanya saja aku ingin bertanya kenapa seluruh isi koperku isinya pakaian lingerie yang seksi. kenapa tidak ada piyama tidur yang biasa aku pakai didalamnya. " tanya Ara
" Ooh itu. karena, aku tau kau baru menikah jadi pasti membutuhkan pakaian seperti itu makanya aku memasukan semua lingerie seksi ke kopermu " ucap mira dengan nada yang tidak bersalah
" Astaga Mira kau ini,kaukan tau aku menikah dengannya karena alasan bisnis saja jadi sewaktu waktu kami juga akan berpisah jika bisnis itu selesai bagaimana kau ini. Sekarang aku tidak mau tau pokoknya kau harus mengantar piyama tidurku ke hotel dan jangan pakaian seperti itu lagi yang kau antar, aku tau tunggu secepatnya " ucap Ara dengan nada memerintah karena merasa jengkel dengan sang asistennya dan Ara pun menutup panggilannya tanpa menunggu jawaban dari si pemilik suara dari seberang
" Halo Ra, Ara halo. Yah malah dimatiin lagi, masa iya aku harus mengantarnya di tengah malam begini bahkan ini sudah pukul 2.00 wib dini hari lagi " dan Mira pun terpaksa mengikuti perintah sang boss daripada nanti dipecat fikirnya dia bergegas menuju ke hotel tempat acara resepsi pernikahan Ara berlangsung tadi
Ara yang merasa kebingunganpun berjalan mondar mandir menunggu sang asisten datang sambil mengigiti kuku jarinya karena merasa ketakutan
15 menit 20 menit 30 menit tak kunjung datang dan matanya pun terus melihat ke arah kamar mandi merasa was was jika seketika Xavier tiba tiba keluar dan dia belum memakai pakaiannya bisa bisa kejadian yang serupa terjadi lagi dan Ara pun menggeleng - gelengkan kepalanya untuk menghilangkan fikiran buruk yang ada di otaknya
" Aduh mana sih Mira kenapa belum datang juga dari tadi ditungguin juga " ucap Ara dengan nada kesalnya
dan seketika tok tok tok bunyi ketukan pintu dan Ara secepatnya menuju pintu dan mengintip dari lobang yang ada di pintu untuk melihat siapa yang datang karena dia masih memakai jubah mandi jadi dia harus merasa waspada dan ketika melihat ternyata sang asistenlah yang ada di balik pintu tersebut maka Ara dengan cepat membuka pintunya
" Aduh Mira kamu lama sekali daritadi di tungguin " ucap Ara
" Iya maaf ya Ra soalnya susah nyarik taksi di jam segini " ucap Mira dengan nada penyesalan
" Iya udah sini mana pakaiannya " ucap Ara
" Nih piyama tidurmu aku bawain sama baju ganti kamu buat besok " ucap Mira
" Oke makasih ya aku ganti baju dulu. oh iya, tunggu bentar " ucap Ara
" Lo mau ngapain lagi Ra " tanya Mira
dan Ara pun masuk kedalam kamar dan mengambil tas nya untuk mengambil dompetnya dan memberikan uang kepada Mira
" Nih buat kamu buat ganti ongkos taksi kamu tadi kesini " ucap Ara
__ADS_1
" Wah Ra makasih ya kamu emang baik banget " ucap Mira dengan nada terimakasih
" Ya sama sama udah gih sana pergi nanti keburu tuan Xavier keluar dari kamar mandi dan melihat kita dia bisa marah lagi " ucap Ara
" Oke deh kalo begitu aku pergi dulu ya. makasih ya Ra " ucap Mira
" Ya kamu hati hati " ucap Ara dan setelahnya dia menutup pintu kamar tersebut dan segera mengganti pakaiannya dan ketika sudah selesai memakai pakaiannya pintu kamar mandipun terbuka
Ceklek dan seketika keluarlah pria tampan dengan jubah mandi dan handuk ditangannya untuk mengeringkan rambutnya yang basah setelah keramas
Ara seketika naik ke atas tempat tidur dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya sampai ke atas kepalanya dan berpura pura tidur. Xavier yang tak sengaja melihatnyapun memperhatikan gerakan Ara yang gelisah diatas tempat tidur dengan selimut yang menutup wajah dan kepalanya
" Apa yang dilakukan gadis bodoh itu " tanya Xavier pada dirinya sendiri
Xavier yang penasaranpun langsung saja menarik selimut itu sampai terlempar ke bawah dan melihat Ara yang berpura pura tidur. Xavier memencet hidung Ara sampai Ara kehabisan nafas dan ujungnya dia terpaksa menyudahi sandiwaranya
" Kamu apa - apaan sih, kalo aku mati gimana. orang lagi tidur juga malah digangguin " ucap Ara dengan tidak sadar
" Ooh jadi kamu sudah mulai berani kepada saya begitu hmm " ucap Xavier
Mati aku nih mulut pakai keceplosan segala lagi ucap Ara dalam hatinya
" Apa kamu bilang maaf setelah nada bicara kamu yang tidak sopan begitu dan akting tidurmu yang luar biasa. Wah Arabella Cornelia kamu memang aktris yang luar biasa " ucap Xavier dengan nada merendahkan
" Sekarang kamu harus dihukum karena kamu tidak sopan kepada saya " sambung Xavier
" Dihukum? " tanya Ara
" Ya dihukum, kamu harus tidur di lantai jangan diatas tempat tidur karena di ranjang ini saya yang akan tidur sendirian dan kamu tidur di lantai dengan beralaskan ambal itu dan kamu juga tidak boleh tidur di sofa jika kamu berani melanggar hukuman yang saya berikan maka hukuman kamu saya tambah 2x lipat " ucap Xavier dengan nada yang mengancam
Aduh si tuan muda ini hobi sekali memberi hukuman kepada orang lain, hatinya terbuat dari apa sih kenapa egois begitu. Ah sekalian aja aku kerjain ucap Ara dalam hati
" Tuan muda Xavier yang tampan bagaimana kalau kita bermain batu gunting kertas, yang kalah akan tidur dilantai dan yang menang akan tidur di ranjang yang empuk ini " ucap Ara dengan bernegosiasi
" Kamu mau mengerjai saya ya " ucap Xavier
" Ti...ti...tidak tuan muda tentu saja tidak saya mana berani mengerjai anda " ucap Ara sambil menggelengkan kepalanya agar tidak ketahuan berbohong
" Kalau begitu awas aku ingin tidur dan kau laksanakan hukumanmu " ucap Xavier
__ADS_1
" Eh tunggu dulu tuan muda mari kita bermain sekali saja " ucap Ara
" Aku tidak tertarik dengan permainan bodohmu itu " ucap Xavier
" Sekali saja tuan muda " ucap Ara
" Baiklah baiklah tapi jika aku menang hukumanmu akan aku tambah jadi 5x lipat " ucap Xavier
" Ya baiklah "
" Batu gunting kertas " ucap mereka secara bersamaan
dan permainanpun dimenangkan oleh Ara dengan tangan yang berbentuk angka lima menandakan kertas dan Xavier dengan tangan yang jari jarinya menutup menandakan batu
" Yeay saya menang kalau begitu saya yang harus tidur disini dan tuan yang tidur di lantai " ucap Ara yang merasa menang kali ini
" Kamu sedang mengerjai saya ya " ucap Xavier dengan mata yang membulat sempurna menandakan kemarahannya sudah di ubun ubun kepala
" Tidak mengerjai tuan muda hanya sajakan itu perjanjian kita tadi " ucap Ara
hahaha rasakan itu emang enak kamu aku kerjain sekarang rasakan bagaimana badanmu akan sakit sakit jika tidur lantai hahaha ucap Ara dalam hatinya karena merasa menang sudah mengerjai si tuan muda arogan
" Kamu berani memerintah saya hmm " ucap Xavier dengan mata yang masih membulat sempurna
" Tidak bukan begitu tuan muda " ucap Ara
" Sudah minggir kamu saya mau tidur di ranjang dan kamu yang di lantai, jangan coba coba untuk membodohi saya atau keluarga kamu yang akan menanggung semuanya " ucap Xavier dengan nada mengancam
Glekkk
Seketika Ara susah menelan ludahnya sendiri dan lidahnya terasa kelu untuk berbicara
" Maaf tuan muda " ucap Ara dan diapun secepatnya turun dari ranjang dan mengambil bantal dan selimut untuk dia tidur di latai
" Matikan lampunya saya tidak bisa tidur jika lampunya masih menyala " ucap Xavier
" Baik tuan muda " ucap Ara
dan kemudian Ara pun menaruh bantal dan membentangkan selimut untuk menutupi tubuhnya agar tidak kedinginan karena tidur hanya beralaskan ambal. nafas secara teratur pun terdengar menandakan mereka berdua sudah tertidur
__ADS_1