PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 87


__ADS_3

Setelah keributan tadi yang di buat Ara dan Narendra kini mereka makan bersama di halaman belakang rumah.


Narendra masih menatap penuh permusuhan kepada Ara. Ara yang di tatap begitupun tak terima.


"Apa liat-liat Ala, mau lambutnya Ala jambak lagi" tantang Ara sambil melototkan matanya menatap Narendra.


Chika memijat pelipisnya karena pusing melihat kelakuan putrinya.


"Chik, dulu kamu ngidam apa sih waktu hamil Ara" bisik Sherli.


"Tidak tahu Sher, sepertinya suamiku salah gaya ketika membuat Ara" sahut Chika asal.


Sherli memukul bahu Chika. Pantas saja Ara seperti itu, lah mak nya juga sableng.


"Dasar cewek barbar" cibir Narendra sambil menatapnya sinis.


"Tamu nantangi Ala ya" marah Ara sambil berusaha turun dari kursinya namun di cegah sama Andre.


"Sudah sayang, makan makananmu....kamu kalau ngga bisa diam papi karungin mau " ucap Andre sambil mendudukan kembali putrinya.


"Tidak papi, Ala halus kacih pelajalan dulu cama abang" kekeuh Ara.


Andre menatap tajam mata Ara, Ara yang di tatap papinya seperti itu pun menurut. Dia lebih memilih memakan makanannya ketimbang dapat hukuman dari papinya.


"Ndre, sepertinya anakmu nanti akan menjadi ketua geng" seloroh Alex yang dari memperhatikan tingkah Ara.


"Aku kira mempunyai anak perempuan itu akan lebih mudah mendidiknya, tapi ternyata putriku berbeda" keluh Andre.


"Putrimu tidak ada takut-takutnya sama putraku Ndre, padahal kau bisa lihat wajah datarnya itu" ucap Raka.


"Tau, aku juga heran....Ara klewat barbar sih menurutku Ndre" sahut Alex.


"Mungkin salahku juga sih Lex, aku selalu bilang ke dia kalau ada yang nakal sama kamu lawan saja, jangan takut" ungkap Andre.


"Pantas saja dia jadi berani begitu" ucap Raka.

__ADS_1


Merekapun makan dengan tenang, Ara juga sedang makan dengan mulut yang belepotan karena saus.


Narendra masih saja menatap Ara penuh dendam, ia tak terima merasa di kalahkan oleh seorang perempuan.


"Kalian menginaplah di sini. Besok gimana kalau kita liburan ke pulau pribadi milik Raka" ucap Alana.


"Sepertinya seru, sudah lama kita tidak pernah liburan bareng" sahut Chika.


"Kamu bagaimana Sher" tanya Alana.


"Sherli ikut aja kak" jawab Sherli. Sherli akan ikut kemanapun suami dan anaknya pergi.


Lagian sudah lama juga mereka tidak liburan dengan keluarganya.


"Ka, aku dengar Jessy sudah bebas dari hukumannya, apa kamu tak takut dengan kebebasannya itu akan membahayakan keluargamu" ucap Alex.


"Kata siapa kamu Lex" tanya Raka kaget pasalnya dia belum dengar kabar kebebasan Jessy.


"Hah, memangnya kamu tak tahu?heran Alex.


"Aku belum mendengarnya, Andre juga tidak mengabariku" ucap Raka.


"Memangnya kamu tahu dari siapa Lex" tanya Raka.


"Aku tahu dari rekan kerjaku, kebetulan di melihat Jessy di sebuah klub malam bersama seorang pria yang tak tahu ntah siapa" jawab Alex.


Banyak orang di luaran sana yang mengenali Jessy, apa lagi dulu dia seorang model.


"Sepertinya kita harus waspada ka, aku takut Jessy sedang merencanakan sesuatu untuk membalasmu" saran Andre.


"Kau benar Ndre, kita harus memperketat penjagaan untu keluarga kita, terutama anak-anak kita, aku tak mau salah satu anak kita akan menjadi sasaran mereka" ucap Raka.


*


*

__ADS_1


*


Di sebuah hotel mewah seorang wanita dengan balutan dress seksi sedang ingin menemui prianya yang ada di kamar 303.


Ceklek.....pintu terbuka terlihatlah sosok pria tampan yang hanya menggunakan boxer saja tanpa menggunakan atasannya.


"Bagus, kau datang tepat waktu" ucap pria tersebut yang mengeluarkan Jessy dari dalam penjara.


"Aku harus menepati janjiku bukan" jawab Jessy genit. Sambil berjalan memasuki kamar pria tersebut.


"Aku senang bekerjasama dengan orang sepertimu, kau cukup tahu diri rupanya" ucap Pria itu sambil mer*mas bokong padat Jessy.


"Awwww....kau nakal tuan" ringis Jessy.


Pria yang sudah mengeluarkan Jessy merupakan teman semasa kuliah Raka dulu yang bernama Aldi, dulu Raka sangat dekat dengan Aldi namun karena satu insiden yang menyebabkan adiknya meninggal barulah semuanya berubah, Aldi tahu kalau adiknya itu sangat mencintai Raka namun ketika dia mengungkapkann cintanya kepada Raka, justru Raka malah menolaknya dengan alasan sudah menganggap adik Aldi seperti adiknya sendiri. Adik Aldi yang merasa sakit hati lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan mengiris urat nadinya.


Aldi mengajak Jessy duduk di sofa yang ada si kamar hotel itu.


"Apa rencanamu untuk membalas Raka" tanya Aldi langsung.


"Memangnya apa yang kamu inginkan dari Raka" tanya Jessy sambil menyesap wine yang di berikan Aldi.


"Aku ingin melihat Raka terpuruk karena melihat salah satu orang yang yang ia sayangi meninggal di depan matanya." jawab Aldi.


"Terus apa yang harus kita lakukan" tanya Jessy santai sambil menyilangkan kakinya. Hingga pahanya yang putih mulus terekspos di depan mata Aldi.


"Aku dengar dia memiliki anak kembar, aku mau kamu menculik salah satunya" ucap Aldi seraya tanganya mengusap usap paha Jessy.


"Apa bayaran untukku" tanya Jessy dengan nada sedikit men de sah karena aktivitas tangan Aldi di pangkal pahanya.


"apapun yang kamu inginkan, aku akan mengabulkannya" bisik Aldi seraya menggigit kecil telinga Jessy.


"Baiklah tuan, tapi kau harus memuaskankj terlebih dahulu" ucap Jessy bangkit dari tempat duduknya setelah itu dia naik ke atas pangkuan Aldi.


"Dengan senang hati Nona" blas Aldi dengan suara berat yang sudah di penuhi hasrat.

__ADS_1


**Bersambung


Happy reading guys🙏**


__ADS_2