PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 48


__ADS_3

"Siapa yang menyuruhmu" tanya Raka dengan nada membentak.


"Tu-an Darren dan no-na Jessy tuan" ucapnya sengan bibir bergetar.


"Brengsek!!!" umpat Raka


Bug


Bug


Bug


"Sudah ka, kau bisa membunuhnya, ingat bayi yang ada di kandungan Alana.


Raka tersadar lalu menghentikan pukulan nya.


"Kau urus semua nya Ndre, Jangan kau biarkan mereka berdua lolos" perintah Raka dengan sorot mata tajam penuh amarah, seolah akan menerkam mangsanya.


"Iya Ka, Lebih baik kau kembali ke Rumah sakit sekarang, biar ini aku yang urus" saran Andre sambil menepuk bahu Raka. Raka pun menuruti saran Andre. Mungkin dengan ketemu Alana amarahnya bisa mereda.


*


*


Di rumah sakit dokter sedang memeriksa kembali keadaan Alana.


"Gimana Dok" tanya Mama Lita.


"Tak ada masalah Nyonya, semua kondisinya baik, janinnya juga cukup kuat, tidak ada yang perlu di khawatirkan, mungkin besok Nyonya Alana sudah bisa pulang" jawab dokter begitu ramah.


"Alhamdulillah, terima kasih kalau gitu Dok" ucap Mama Lita dengan penuh syukur. Akhirnya yang di khawatirkan tidak terjadi.


"Sama sama Nyonya" ucapnya, kemudian dokter pamit pergi dari ruangan Alana.


"Ma bantu aku untuk menengok Chika" pinta Alana.


"Baiklah, sini mama bantu" sahutnya sambil membantu Alana duduk di kursi roda.


Mama Lita mendorong kursi roda yang di duduki Alana ke ruangan Chika yang ada di sebelah. Chika di tempatkan di ruang Vip juga oleh Raka.

__ADS_1


Ceklek


"Siang Tante" sapa Alana kepada mamanya Chika.


"Selamat siang nak, sini masuk" jawab Mama Chika.


"Gimana keadaanmu Chik" tanya Alana ketika sudah berada si sebelah ranjang Chika.


"Aku baik Al" jawab Chika yang masih kelihatan lemah.


"Maaf ya Chik, karena mengantarkan aku kamu jadi seperti ini" ucap Alana yang merasa bersalah atas insiden yang menimpa dirinya dan juga Chika.


"Aku gak apa apa Al, kamu gak usah menyalahkan dirimu" jawab Chika, dia merasa kasihan ketika melihat wajah Alana yang terlihat menyesal.


"Jangan menyalahkan dirimu Nak, semua ini musibah, ini teguran dari tuhan supaya kita ke depannya bisa berhati hati lagi" ucap mama Chika bijak.


"Gimana kandunganmu Nak" lanjut nya menanyakan kandungan Alana. Chika ikut mendengarkan obrolan mamanya dengan Alana.


"Kandungan Alana baik tante, anak anak Alana kuat" jawab Alana melebarkan senyumnya.


"Syukurlah, semoga kandunganmu sehat sampai lahiran nanti" ucap mama Chika mendoakan Alan.


"Amin" sahut mereka semua yang ada di ruangan Chika.


"Kamu dari mana Sayang" tanya Raka.


"Aku barusan dari ruang rawat inap Chika" jawab Alana.


"Suamimu sudah datang Sayang, mama pulang dulu ya, kasihan papa ntar kalau dia pulang mama belum ada di rumah" ucap Mama Lita.


"Iya ma hati hati" jawab mereka berdua secara bersamaan.


"Nitip Alana nak, marahin aja kalau Alana nakal" ucap mama Lita becanda. Alana memanyunkan bibirnya. Raka terkekeh kecil melihatnya.


"Iya ma, maaf tidak bisa mengantarkan mama sampe depan" ucap Raka.


"Tak apa nak" jawab mama Lita kemudian beranjak meninggalkan ruang putrinya.


"Sayang bantu aku naik ke ranjang" pinta Alana manja sambil merentangkan kedua tangannya minta di gendong.

__ADS_1


"Baik Nyonya" ucap Raka kemudian menggendong tubuh Alana ala bridal style, lalu merebahkannya di brankar.


"Kenapa tadi pagi kamu meninggalkan ku tanpa pamit" tanya Alana tiba tiba sambil memicingkan matanya.


"Karena aku tidak mau mengganggu Istriku yang sedang tidur" jawab Raka tersenyum gemas melihat ekspresi muka Alana.


"Tapi aku mencari mu" sahut Alana memalingkan mukanya sebagi bentuk kalau dirinya sedang merajuk. Raka tertawa kecil, ternyata Istrinya sedang di mode manja.


"Utuk utuk... Istri aku sedang merajuk ternyata" goda Raka sambil memegang dagu Alana untuk menghadap ke arahnya.


"Kenapa hmm" tanya Raka sambil mengusap pipi mulus Istrinya.


"baby nya kangen" jawab Alana beralasan.


"Sini" ucap Raka sambil merentangkan tangannya, Alana langsung masuk kedekapan Raka. Mood ibu hamil emang susah di tebak terkadang galak, manja, dan suka tiba tiba menangis. Raka suka frustasi kalau Alana dalam mode galak nya.


"Sayang, sudah tahu siapa pelakunya belum?" tanya Alana sambil mendongak menatap Raka.


"Kamu tak usah memikirkan itu ya, itu biar jadi urusan aku dan Andre" sahut Raka sambil merapikan rambut Alana yang menutupi dahinya. Alana mengangguk kecil.


"Sudah makan siang belum" tanya Raka sambil menggesekkan hidungnya dengan hidung Alana. Alana menggeleng.


"Kenapa hm" tanya Raka yang masih memangku Alana.


"Gak enak makanan nya, mau pempek aja boleh tidak" bisik Alana di telinga Raka.


"Nanti ya setelah pulang dari Rumah sakit, sekarang makan bubur dulu" ucap Raka lembut sambil menciumi pipi Alana



Anggap saja posisi Alana dan Raka seperti ini ya guys.


"Gak mau" rajuk Alana sambil menduselkan wajahnya di leher Raka. Raka menghela nafas pelan.


"Ok ok, aku ijinkan tapi gak boleh terlalu banyak" ucap Raka memperingatinya.


"Makasih Sayang" ujarnya dan langsung mencium setiap inchi muka Raka.


Istrinya ini kalau udah di turuti pasti meresahkan, kalau tidak ingat istrinya sakit Raka sudah menerkam Istrinya itu.

__ADS_1


**Bersambung


Jangan lupa like, komen, vote🙏**


__ADS_2