PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 56


__ADS_3

Sebelum membaca jangan Lupa Like dan koment yang banyak guys.


Ini Bab khusus buat malam mingguan, bocil di harap minggir. Mas Raka mau buka puasa dulu. kalian harus pintar mengeja ya guys😂


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua bulan berlalu setiap malam Alana selalu terbangun tengah malam karena twins. Terkadang Raka ikut terbangun menemani Alana mengurus baby nya.


Seperti malam ini. Pukul sebelas malam Raka masih larut dengan pekerjaan nya di ruang kerja, biasa setelah ini ia akan bergantian menjaga twins. Raka gak mau melihat istrinya kecapekan karena kurang tidur.


Alana di bantu sama dua suster, tapi kalau malam twins akan tidur bersama Alana, kecuali ada kepentingan seperti malam ini. Alana akan menitipkan Baby nya sebentar ke suster.


"Nitip twins dulu sebentar ya sus, takut nanti bangun, aku mau ke ruangan kerja bapak dulu" ucap Alana.


"Iya bu" sahut suster.


Alana pergi ker ruang kerja suaminya.


Cekklek.


Alana membuka pintu ruang kerja Raka.Ternyata Raka sedang duduk di sofa sambil menatap laptopnya.



Raka menengok melihat Istrinya yang berdiri di depan pintu. Dia tersenyum melihat istrinya menghampirinya


"Masuk sayang" perintah Raka sambil merentangkan kedua tangan nya. Alana yang mengerti pun langsung masuk kedalam pelukan suaminya.


"Kenapa belum tidur hm" tanya Raka sambil menguselkan wajahnya di ceruk leher istrinya.


"Kamu nya gak ada" jawab Alana manja.


"Kan biasa juga tidur sendiri kalau aku nya belum pulang" ucap Raka sambil mengelus rambut panjang Istrinya.


"Kangen Sayang" Ucap Alana memanyunkan bibirnya. Raka tersenyum licik.


Alana langsung duduk di pangkuan suaminya. Raka langsung merangkul pinggang Istrinya supaya tidak terjatuh.

__ADS_1


Raka langsung meraup bibir tipis Istrinya dengan begitu lembut.


Sesapan dan lu matan terus mereka lakukan, Alana membalas lu matan suaminya dengan tak kalah lihai.


Raka yang sudah terbakar ga irah langsung saja ia melepas kemeja tidur yang di kenakan Alana. Raka langsung mem benamkan kepala nya di antara pabrik susu milik Alana. Ia menghirup aroma tubuh Istrinya.


Raka kemudian membuka pembungkus bagian atas tubuh Alana, Kedua gunung kembar itu langsung keluar dari sarang nya, bongkahan ken yal itu menjadi lebih besar dari sebelumnya. Pucuk nya mencuat begitu keras.


Jemari Raka me milin lingkaran pink kecoklatan lalu mere mas nya.


"Akhhh...." de sah Alana.


Raka menghisap kedua squishy mi lik Alana secara bergantian. Alana memejamkan matanya sambil menikmati se sapan yang di lakukan Raka pada dadanya.


Alana yang merasa geli tanpa sengaja membusungkan dada nya ke depan membuat Raka semakin rakus me lahap nya dengan ga irah yang membuncah.


Alana mere mas rambut tebal Raka. Tangan Raka terus bergerilnya ke bawah meng elus paha Istrinya dengan gerakan naik turun, Tangan Raka terus menyusuri hingga ke pangkal paha Alana. Raka men gelus isi di balik segitiga bermuda milik Alana.


Raka memasukan jarinya ke dalam li yang mi lik Alana. Jemari Raka terus mengobrak ngabrik di dalam li yang Alana.


" faster sayang" racau Alana. Raka semakin semangat terus meng o cok mi lik Alana dengan ritme cepat.


"Sayang" racau Alana dengan suara manjanya.


Raka tersenyum dan melepaskan jarinya dari bawah sana. Raka mengangkat Alana ke atas meja kerjanya. Alana langsung melebarkan pa ha nya lebar-lebar. Memberikan jalan untuk Raka agar bisa menyentuh mi lik nya.


Jari Raka kembali mengelus li yang mi lik Alana yang terlihat merah di matanya.


Raka sedikit meng usap nya yang sudah ba sah dan leng ket, lalu mema sukkan lagi kedua jarinya kedalam li yang milik Alana. Dan memaju mundurkan jari besarnya.


Alana melenguh panjang ketika li yang nya di koyak dengan jari besar mi lik suaminya.


Raka meng kocok nha dengan ritme yang cepat dan tak lama Alana men jerit karena mengeluarkan sesuatu cairan dari tubuh bagian bawah nya.


Raka men cabut ja ri nya, kemudian duduk di sofa nya, Alana naik keatas pangkuan Raka


"Ahhhh..." Raka mend*sah dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa.

__ADS_1


Alana mulai menggoyangkan pinggulnya sehingga terjadi gesekan di bawah sana.


Tongkat sakti Raka yang semula mengeras dan mengembang kini berontak seolah minta di keluarkan dari sarangnya. Alana dengan sengaja menggoda Suaminya dengan terus bergoyang dan sedikit memberi tekanan.


"Ahhh sayang.." ucap Raka dengan berat karena di penuhi oleh kabut gairah.


Raka sudah tidak sabar ingin segera di manjakan dengan sentuhan istrinya itu, Raka menaikan sedikit pinggang nya kemudian melepaskan seluruh celana yang di kenakannya.


Alana langsung turun dari pangkuan Raka.


"Mainkan Sayang" ujarnya dengan suara berat.


Alana langsung berjongkok di antara kedua paha Raka. Dia menggigit bibir bawahnya kemudian mengulurkan tangan nya memegang tongkat sakti milik Raka.


Alana mengurutnya


"Oh my" ujarnya sambil memandangi wajah Alana yang men*urut milik nya.


Dan tanpa di komando Alana langsung memasukkan tongkat sakti Raka ke dalam mulut nya.


"Ahhh" de sah Raka menikmati cum buan nikmat istrinya itu.


Alana memasuk kan setengah mi lik raka kemudian menggerakkan nya secara maju mundur cantik.


"Pelan sayang" ucap Raka sambil mer emas dada Alana.


Rasanya Raka ingin meledak. Namun sebelum itu terjadi Raka langsung menarik tangan Alana, membuat Alana mendongak dan menghentikan kegiatan nya.


Raka langsung memposisikan tubuh Alana sedikit menunduk membelakanginya, Tangan Alana berpeganggan pada sandaran sofa.


Raka langsung melakukan pen yatu an dari belakang. Raka menggerakan pinggul nya secara pelan, Raka terus memompa tubuh Alana dari belakang. De sah an merekasaling bersahutan di dalam ruangan kerja Raka.


Gerakan pinggul Raka berubah menjadi cepat. Raka terus menghentak hentakan pinggulnya lebih cepat. Raka mer emas dada Alana dari belakang sambil terus memompa tubuh Alana. Raka menciumi punggung mulus mi lik Alana dan sesekali memberikan tanda merah di kulit punggung nya. Raka terus menciumi dan menghirup aroma Vanilla dari tubuh istrinya, seiring dengan ritme hentakan pinggulnya yang terus menggempur Alana.


De sah an Alana tak kuat lagi. Hingga mereka berdua menjerit secara bersamaan, tubuh keduanya bergetar dan mengerang bersama dengan kenikmatan yang menyapa mereka berdua.


**Bersambung

__ADS_1


Happy reading guys🙏**


__ADS_2