PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 63


__ADS_3

Raka dan Andre berjalan memasuki Mall, semua orang banyak yang menatap ke arah nya terutama kaum hawa.


Raka menghampiri Istrinya yang ada di restoran.


"Sayang" panggil Raka. Alana menengok menatap Raka kesal.


"Apa" tanya Alana dengan wajah jutek nya. Membuat Raka mengeryit.


"Apakah aku membuat kesalahan? kenapa wajah dia terlihat kesal" tanya Raka pada dirinya sendiri.


"Kenapa Sayang? kenapa wajahmu kesal begitu?" tanya Raka lembut sambil mengusap pipi Alana dengan lembut.


"Bisa tidak sih, ketika kamu keluar kurangin dulu kadar ketampanan kamu itu" cebik Alana. Dia tidak suka melihat semua wanita di mall memperhatikan suami tampan nya itu


Raka bingung dengan ucapan Alana. Chika dan Andre juga heran dengan tingkah wanita itu.


"Kenapa dengan ketampanan ku Sayang" tanya Raka yang sedikit tidak peka dengan kecemburuan Istrinya itu.


"Lihatlah sekitarmu itu" titah Alana. Raka pun mengikuti perintah Istrinya itu. Raka membalikkan tubuh nya dan menegok ke belakang. Dia tersenyum tipis, dia baru pahan kalau istrinya itu sedang cemburu.


"Kenpaa senyum-senyum begitu" Alana memicingkan matanya. Raka tertawa kecil.


"Kenapa tidak bilang kalau kamu cemburu Nyonya" goda Raka sambil memegang dagu Istrinya itu.


Chika dan Andre bodo amat dengan tingkah suami istri itu, dia sudah sering melihat kebucinan mereka. Jadi tidak aneh.


"Kamu saja tuan yang tidak peka" sahut Alana melototkan matanya.


"Ck, kau begitu menggemaskan Nyonya, ingin rasanya aku menerkam mu sekarang" sahut Raka sambil memencet hidung Alana. Alana memukul lengan Raka.


"Jangan ngadi-ngadi Sayang, kita lagi ada di Mall" sahut Alana. Raka tertawa sambil membawa Alana kedalam pelukan nya.


"Mending kita pindah ke planet Mars aja yang, di sini terlalu gerah untuk kita yang belum menikah" seloroh Andre.


Chika yang di panggil yang seketika wajah nya langsung merona.


"Sirik aja lo" ketus Raka. sambil bermain dengan baby nya.


"Kamu kenapa Sayang" tanya Andre yang melihat muka Chika memerah.

__ADS_1


"Tak apa" sahut Chika singkat, dia menutupi keadaan jantung nya yang sedang jedag jedug.


"Sayang Andre akan menikahi Chika, tapi dia berniat membuatku bangkrut" adu Raka memfitnah Andre. Alana langsung menatap Andre dengan tajam.


"Benarkah begitu Ndre" tanya Alana dingin menatapnya dengan tatapan tajam, membuat Andre bergidik melihat nya.


Raka melihat itu pun tersenyum penuh kemenangan.


"Raka sialan, kenapa Alana terlihat begitu menakutkan" umpat Andre dalam hati. Mana berani Andre mengumpati bos nya itu secara langsung.


"Bukan aku yang memintanya Al, tapi suamin mu sendiri yang membuat taruhan seperti itu" jawab Andre jujur, persetan dengan Raka.


"Kau membuat taruhan apa" tanya Chika.


"Jika kita menikah, Raka berjanji akan memberikan kita mansion dan mobil sport keluaran terbaru" sahut Andre dengan gugup. Andre takut kalau Chika marah karena merasa pernikahan nya buat bahan taruhan.


Tapi bukan nya marah Chika malah tersenyum senang.


"Kenapa kamu tersenyum yang" tanya Andre bingung.


"Aku lagi tersenyum bahagia, itu artinya setelah kita menikah kita tidak perlu membeli mansion yang baru" sahut Chika tanpa beban.


"Kenapa kamu membuat taruhan seperti itu, kau membuatku kesal tahu gak, bahkan ketika aku menikah dulu Chika tidak memberiku apa-apa" kesal Alana.


Raka mendelik menatap Andre, kenapa Asisten nya itu terlalu jujur sih. Andre yang di tatap malah pura-pura tak melihatnya.


"Sayang besok kita kan fitting baju, nanti aku akan menejemputmu" ucap Andre yang tak memeperdulikan rengekan Alana.


"Iya" jawab Chika singkat. Chika masih merasa cangung jika berdekatan dengan Andre.


*


*


*


Sedangkan di tempat lain nampak kedua anak manusia terlihat canggung satu sama lain.


Ya hari ini Sherli hari pertama menjadi sekretaris Alex.

__ADS_1


"Perkenalkan dirimu" titah Alex.


"Perkenalkan pak Nama saya sherli, saya melamar kerja di sini karena rekomendasi dari sepupu saya" ucap Sherli tegas. Alex mengangguk.


"Kenapa kamu melamar kerja di sini?, bukankah keluargamu mempunyai perusahaan sendiri" tanya Alex penuh selidik


Alex merasa aneh, kenapa harus mencari kerja di perusahaan lain sedangkan orang tuanya memiliki perusahaan sendiri, kenaoa mesti mempersulit diri.pikir Alex.


"Saya hanya ingin berdiri di kaki saya sendiri" ucap Sherli dengan tenang. Namun di matanya terlihat dia sedang menutupi sesuatu, dan itu terlihat oleh Alex.


Sherl tidak mau semua orang tahu tentang masalah dalam hidup nya. Dia akan menyimpan nya sendiri.


"Ok, haru ini kau ikut dengan saya, saya ada meeting di mall dengan klien" ajak Alex.


"Baik pak" jawab Sherli.


Alex melangkah pergi meninggalkan kantor di ikuti Sherli di belakang nya.


Mobil Alex berjalan membelah jalanan ibu kota yang terlihat padat merayap. Sheri dari tadi hanya diam saja, dia tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana.


Sherli melihat jalanan sambil mengamati kendaraan yang berlalu lalang. Alex melirik ke arah Sherli yang sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri.


"Kenapa kamu dari tadi diam saja" tanya Alex.


"Saya hanya bingung mau berbicara apa pak" lirih Sherli. Sherli sedikit polos dan pemalu.


"Apa kau sudah mempunyai kekasih" tanya Alex. Jiwa cassanova nya meronta ronta, dia tidak bisa liat perempuan bening dikit.


"Apa saya harus menjawab nya pak" tanya Sherli yang merasa aneh dengan pertanyaan atasan nya itu.


"Jika kau mau, namun jika kau tak mau menjawab saya tidak akan memaksamu" ucap Alex.


"Saya tidak memiliki kekasih pak" jawab Sherli akhirnya. Alex manggut manggut sambil tersenyum tipis.


(Kenapa author ngeri dengan jalan pikiran Alex ya, ngeri Sherli di unboxing😂).


"***Berasambung


Happy reading guys🙏***

__ADS_1


__ADS_2