PERJODOHAN DENGAN CEO

PERJODOHAN DENGAN CEO
BAB 43


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat. Kandungan Alna sudah memasuki bulan ke tiga. Perut Alana sudah kelihatan membuncit, apalagi dia hamil baby twins.


Arga sudah mulai memimpin perusahaan cabang milik Wijaya Corp.


Pagi hari di rumah keluarga Wijaya sedang melakukan sarapan pagi bersama.


"Nak kapan jadwal periksa kehamilanmu" tanya Mommy Ella.


"Lusa Mom" jawab Alana.


"Mommy ikut ya, Mommy pengen lihat cucu cucu Momy" pinta Mommy Ella sambil mengelus perut Alana yang sudah mulai membuncit. Alana tersenyum senang karena mertuanya begitu menyayanginya.


"Iya Mom,"ucap Alana.


"Daddy juga ikut" sahut Daddy rudi yang tidak mau ketinggalan.


Raka menghela nafas jengah melihat kelakuan Orang tuanya, Istrinya ini cuma mau periksa kandungan, kenapa jadi pada ikut semua udah kek mau tawuran aja.


"Kenapa Daddy ikut juga" ucap Raka mendengus kesal.


"Daddy juga mau lihat twins" jawab Rudi menaikan bahunya acuh.


"Yang ada nanti bikin geger Rumah sakit Dad" timpal Arga.


"Terserah Daddy, kalau tidak boleh biar nanti sekalian Daddy beli aja Rumah sakit itu" Ucap Rudi santai.


Semua menepuk dahinya, beli Rumah sakit udah kek beli tahu bulat. Lancar banget tuh mulut ngucap nya Dad.


"Dahlah terserah tuan besar saja" ucap Raka pasrah. Alana tersenyum geli melihat tingkah Suaminya.


Setelah selesai Alana dan Raka pamit terlebih dahulu. Seperti biasa Raka akan mengantar Alana ke kampus nya terlebih dahulu dengan di antar supirnya.


"Sayang nanti aku ijin ke Mall sama Chika ya" pinta Alana.


"Nanti sore saja setelah aku pulang dari kantor Sayang, aku tak tenang jika meninggalkanmu pergi sendiri." ucap Raka sambil mengecupi tangan Alana yang ada di genggaman nya.


"Tapi aku ingin Sayang"rengek Alana manja. Raka menghela nafas berat.


"Baiklah, tapi di temani bodyguard ya" ucap Raka menatap Alana lalu merapihkan rambut Alana yang sedikit menutupi dahinya.

__ADS_1


"Tapi jangan terlalu dekat Sayang, aku tak mau jadi pusat perhatian banyak orang" ucap Alana mencoba bernegosiasi.


"Iya atau tidak sama sekali" ucap Raka tegas. Raka tidak mau kecolongan denga. keselamatan orang yang di sayangi nya, terlebih ada calon anak anak nya.


"Ok sayang" ucap Alana memaksakan senyumnya. Dia memilih menurut daripada sama sekali tidak boleh keluar.


"Nurutlah Sayang, semua aku lakukan demi kebaikanmu, setelah lahiran nanti kamu akan bebas kemanapun kau mau" ucap Raka sambil membawa Alana kedalam pelukannya, lalu dia menciumi puncak kepala Alana.


"Iya Sayang" sahut Alana. Dia tidak mau mengecewakan usaha Suaminya itu. Ia akan menuruti kemauan Raka, mungkin ini yang terbaik untuk dirinya dan calon anak-anaknya.


Tak terasa mobil sampai di depan kampus.


"Aku masuk ke kampus dulu ya Sayang" pamit Alana. kemudian mencium punggung tangan Raka.


"Hati-hati, nanti siang kalau aku selesai meeting akan menyusulmu ke mall" ucap Raka.


"Babies sehat sehat di dalam perut mama ya , jangan bikin mama kesusahan, kalau kalian nakal papa akan munghukum kalian" ucap Raka di perut Alana sambil mengelusnya.


"Iya papa, kami tidak akan nakal" jawab Alana menirukan suara bayi, Raka tertawa sambil mencubit hidung Alana.


"Kamu hati-hati Sayang" ucap Alana lalu keluar dari mobil. Raka bersama sipir meninggkalkan Kampus Alana dan menuju kepeeusahaan Wijaya Corp.


"Hai bumil, kemana saja kamu baru datang" tanya Chika.


"Ya ampun Chik, biarin aku duduk dulu napa" jawab Alana ketus, dia mendudukan bokongnya di sebelah Chika.


"Gak usah drama Al, tinggal duduk saja ribet"ucap Chika jutek.


"Kamu kenapa sih Chik? sensi amat hari ini" ucap Alana heran dengan sikap sahabatnya itu. Chika mengendikan bahunya tanda tidak tahu.


Juna datang menghampiri mereka dengan kekasih barunya yang bernama Eva.


Selama ini Juna mencoba Move on dari Alana, dia tidak mau mengganggu hubungan Alana, dan dia di kenalkan oleh orang tuanya dan ternyata perempuan tersebut satu kampus dengan nya namun beda jurusan, Eva mengambil jurusan kedokteran.


"Hai Al, Chik" sapa Juna sambil menggandeng tangan Eva.


"Hai jun" ucap mereka bersamaan sambil mengamati perempuan yang di gandeng Juna.


"Siapa yang kamu gandeng Jun" tanya Chika sambil memicingkan matanya. Secepat itukah teman nya itu move on dari Alana, pikir Chika.

__ADS_1


"Oh kenalin, ini Eva kekasih aku" kata Juna memperkenalkan kekasihnya.


"Dan Eva kenalin, ini Alana dan Chika teman dekat aku"lanjutnya. Eva menjabat tangan mereka dengan senyum malu malu.


"Eva kamu kenapa mau sama Juna" mulut Chika mulai julit.


"Yang aku tahu Juna baik ka, jadi apa salahnya kita mencoba menjalin hubungan, apa lagi orang tua kami sudah saling kenal ka" ucap Eva lembut. Alana terkikik dengan ucapan Chika, tadi dirinya udah jadi korban mulut Chika, sekarang giliran Juna


Juna menatap Chika horor, dia takut Chika akan mengatakan yang tidak tidak tentang dirinya, ya kali baru jadian langsung putus, kan gak keren.


"Kenapa kau bisa bilang Juna baik, padahal kau baru saja mengenalnya" ucap Chika penuh penyelidik.


"Apakah mencintai seseorang butuh alasan kak" tanya Eva membuat Chika langsung bungkam.


"Apa kau tidak takut tersakiti" ucap Chika lagi.


"Sudah jadi resiko kita ka, kalau tidak mau tersakiti ya jangan pacaran Ka, bahkan dengan saudara kandungpun pasti akan terjadi perselihan, apa lagi aku dengan Juna yang orang asing" jawab eva dengab bijak.


"Sudah Chik hentikan, kau ini sedang PMS atau kenapa sih? heran aku dari tadi semua orang di ajak gelud" ucap Alana melerai perdebatan mereka.


"Jangan di ambil hati ucapan Chika Sayang" ucap Juna.


"Tidak ka" ucap Eva tersenyum, dia tidak marah dengan ucapan Chika.


"Ayo, kita mesti menyerahkan tugas kita terlebih dahulu" ajak Alana.


Mereka beranjak dari taman untuk menyerahkan tugas kampusnya.


*


*


*


Kini Alana sudah berada di Mall, setelah dia mennyerahkan tugas kampusnya, dia langsung pergi ke Mall untuk mengembalika mood Chika. Bodyguard Alana masih setia mengikuti Nyonya nya dari jarak 3 meter.


**Bersambung


Banyakin Komen dan Like guys, biar authornya semangat buat up🙏**

__ADS_1


__ADS_2